Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 133


__ADS_3

"Nggak papa sayang. Kan masih bisa setiap hari untuk membuatnya" goda Sandra kemudian terkikik bersama Dian saat melihat wajah memerah Imelda.


Setelah bercanda sedikit, Dian dan Sandra ikut membantu para maid yang bolak balik mengusung camilan. Sedangkan Imelda duduk diam di kursi dapur dengan wajah pucat. Beberapa maid yang melihat pun sudah menyuruh Imelda untuk beristirahat tapi Imelda bersikeras untuk ikut dalam acara.


Tiba-tiba kepala Imelda pusing. Dia hendak mengambil minum tapi belum sampai mendapat minum, Imelda sudah pingsan untung saja Riko yang kebetulan yang hendak ke dapur pun dengan cepat menangkap Imelda dan langsung membopongnya.


"Sayang" ucap Riko khawatir dengan berjalan tergesa-gesa menaiki tangga untuk membawa Imelda ke kamarnya. Sedangkan Sandra dan anggota keluarga yang lainnya pun juga ikut melihat Imelda. Beruntung para tamu belum berdatangan.


Riko meletakkan Imelda diatas ranjang dengan perlahan, air matanya menetes saat melihat wajah pucat istrinya sedang tidak berdaya. Bukankah istrinya tadi yang sangat bersemangat karena besok mereka akan pergi berlibur kenapa sekarang terbaring lemah seperti ini? sepertinya Imelda benar-benar kecapekan.


"Ada apa nak? istri mu kenapa?" tanya Sandra yang baru saja masuk kedalam kamar Imelda diikuti oleh Dian dan anggota keluarga yang lain.


"mungkin kecapekan ma" jawab Riko tanpa mengalihkan pandangannya dari Imelda.

__ADS_1


"Apa kamu sudah memanggil dokter nak?" Tanya Dian yang berdiri disamping Sandra.


"belum ma. Riko lupa" jawab Riko sangat merutuki kebodohannya karena saking paniknya sampai dia lupa menghubungi dokter.


"Papa akan menghubungi dokter keluarga" jawab Heru dan langsung mengambil ponselnya disaku. Tapi tindakannya terhenti saat melihat Vani baru saja masuk kedalam kamar bersama Alvian.


"Maaf lancang, Saya dengar Imelda pingsan jadi saya langsung naik keatas" ucap Vani sedikit gugup karena semua orang sedang menatapnya.


"Iya silahkan nak, lebih cepat lebih baik." jawab Sandra lembut dan sedikit menggeser tubuhnya dari pinggir Imelda agar Vani bisa memeriksa Imelda.


Riko yang melihat senyum Vani pun bingung, pikirannya semakin melayang saat melihat istrinya masih belum sadar sedangkan Vani malah senyum-senyum sendiri.


"apa yang terjadi? kenapa kau malah tersenyum saat melihat istri ku terbaring lemah seperti ini? apa kau suka saat melihat sahabatmu tak berdaya?" tanya Riko dingin disertai wajah dinginnya.

__ADS_1


"Semua baik-baik saja tuan, kita hanya butuh memastikan dugaan saya benar atau salah" Jawab Vani dengan senyuman tak lepas dari bibir nya hingga membuat semua orang kebingungan dengan gadis crewet itu.


"Gimana din?" tanya Vani saat melihat reaksi Dinda juga sama seperti dirinya. Dan semua orang pun kembali dibuat bingung dengan tingkah dua orang tersebut.


Dinda pun hanya mengangguk kemudian membereskan alat medisnya.


"Cepat katakan apa yang terjadi dengan istri saya" tanya Riko geram karena sedari tadi dua orang tersebut seolah sedang menyembunyikan keadaan Imelda.


"Imelda tidak apa apa, hanya kelelahan, tapi ada kabar bahagia dan anda harus lebih memerhatikan aktifitas dan kesehatan Imelda." jelas Dinda.


"Imelda kenapa nak?" tanya Sandra tidak sabar.


"Imelda hamil tante, dan kini usia kandungannya sudah hampir 6 minggu" jawaban Dinda membuat semua orang terharu, Riko pun tidak berhenti bersyukur sembari memeluk Imelda yang masih beljm membuka mata itu, bahkan air matanya pun dengan lancang menetes.

__ADS_1


"Alhamdulillah" semua orang berucap syukur karena kehamilan Imelda, mereka sudah tidak sabar menanti raja atau ratu yang akan membuat keramaian di keluarga Gunawan dan keluarga Yunanda.


__ADS_2