
Setelah selesai makan malam, Imelda langsung dibopong oleh Riko. Malam ini adalah malam terindah untuk mereka berdua. Malam yang menjadi persaksian cinta dengan memberikan segalanya termasuk kehormatannya.
Hari sudah berganti. Jam sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Tapi Riko belum juga menyudahi aktifitasnya. Imelda yang sudah sangat kelelahan pun hanya pasrah dengan apa yang dilakukan Riko.
"Apa kau lelah sayang?" Tanya Riko menghentikan aktifitasnya dan menatap Imelda yang sudah terkapar.
Imelda hanya mengangguk lemah. Batinnya terus menggerutu. Bagaimana bisa suami nya ini menanyakan hal seperti itu. Apa suami nya ini tidak melihat sekarang pukul berapa? Huh Imelda benar-benar tidak habis fikir.
"Baiklah. Ayo kita tidur." Ajak Riko dan langsung berbaring disamping Imelda dan menarik kepala Imelda dibenamkan didada bidangnya.
Tidak lama, Imelda pun terlelap karena sudah sangat lelah. Begitu juga Riko yang ikut terlelap dengan keadaan memeluk Imelda.
💦💦
Pagi hari menjelang. Hari yang sudah panas tapi terlihat mendung. Sepertinya cuaca juga mendukung untuk kedua insan tersebut memadu kasih.
Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 siang. Imelda terbangun terlebih dahulu.
Imelda terus menatap wajah tampan yang sedang terlelap itu. Sulit dipercaya memang, kita tidak tahu kepada siapa kita akan menemukan jodoh kita. Seperti pasangan ini, meskipun baru bertemu dalam jangka waktu yang cukup singkat, pasangan ini mampu membangun rumah tangga.
__ADS_1
Perlahan jari Imelda mengelus wajah tampan itu. Imelda merasa sangat beruntung karena menjadi wanita yang dijadikan pilihan oleh sang pria yang banyak digilai wanita.
Imelda mengecup singkat kening Riko kemudian mencoba untuk bangun. Imelda bangun dengan sangat hati-hati karena area bawahnya masih sakit.
"Aww" Rintih Imelda saat mencoba berdiri
"Kenapa sayang" Tanya Riko panik tapi masih dengan wajah bantalnya. Meskipun begitu, kadar ketampanannya tidak pernah berkurang meskipun hanya 1% saja.
Imelda langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Imelda hanya menunduk malu.
"Aku sudah mengetahui setiap inci tubuhmu sayang" Goda Riko hingga membuat Imelda merona.
"Apa masih sangat sakit?" tanya Riko khawatir
"Ti tidak hanya sedikit" jawab Imelda gugup.
Imelda menoleh kearah belakang dan melihat bercak darah di sprei putih itu. Imelda menundukkan wajahnya yang sudah memerah sedangkan Riko hanya tersenyum.
"Terima kasih sudah menjaganya untukku sayang. Aku sangat beruntung bisa menjadi yang pertama mengambil mahkotamu" Ucap Riko langsung memeluk Imelda.
__ADS_1
Setelah cukup lama berpelukan, Imelda melepaskan pelukannya dan akan berdiri tapi tangan Riko mencegahnya.
"Aku akan membantumu" Ucap Riko dan langsung membopong Imelda menuju kamar mandi. Imelda membenamkan wajahnya didada bidang Riko saat selimut yang tadi dipakai untuk menutupi tubuhnya sudah jatuh dilantai.
Riko meletakkan Imelda didalam bath up dan mulai mengisi air. Setelah mengisi air dan beberapa wewangian di bahtup, Riko langsung ikut masuk kedalam bathup hingga membuat Imelda membelalakkan matanya.
"Ke-Kenapa kau ikut masuk?" Tanya Imelda gugup
"Aku juga ingin mandi sayang" jawab Riko manja.
"Tapi kan kamu bisa mandi di shower" Ucap Imelda.
"Apa aku tidak boleh mandi dengan istriku?" Goda Riko dan lagi-lagi membuat Imelda terkejut.
Imelda pun hanya diam dan memejamkan matanya didada Riko. Karena memang Riko sudah memangkunya.
Imelda yang merasa posisi nya kurang pas pun hanya menggeser-geserkan tubuhnya. Tapi itu sangat bereaksi untuk Riko. Riko yang sudah menegang pun langsung melancarkan aksinya.
Dan terjadilah hal-hal yang kembali membuat Imelda lelah.
__ADS_1
Meskipun Imelda sedikit kesal dengan Riko yang tidak tahu tempat, Imelda juga sangat menikmatinya.