Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 235-S2


__ADS_3

Setelah terjadi perdebatan antara dua gadis yang tak lain adalah Chayra dan Agatha akhirnya kini mereka berdua sudah berada didalam mobil yang dikemudikan oleh supir yang sudah ditugaskan Marcell khusus untuk menjemput sang kekasih. Bahkan supir yang sedang memegang setir itu melalui tes sangat keras dari Marcell demi memastikan jika supir ini benar-bsnar pantas untuk menjemput sang kekasih.


40 menit berlalu, mobil hitam itu memasuki kawasan restoran yang sudah direncanakan oleh Marcell. "Kok sepi Ta? apa kau salah alamat?" tanya Chayra saat sudah turun dari mobil dan menatap sekelilingnya yang memang terlihat sepi. Bahkan terkesan tidak ada tanda kehidupan disana.


"Benar ini lokasinya, kau masuk saja dulu tiba-tiba aku kebelet" Agatha menggoyangkan sedikit badannya untuk memperyakin aktingnya.


"Aku ikut ya" Chayra merinding, bahkan bulu kuduknya berdiri saat melihat kedepan ternyata restoran itu hanya diterangi lampu temaram dibagian terasnya.


"No no no, kau masuk duluan saja" Agatha langsung menarik tangan Chayra dan mendorong masuk kedalam restoran. Secepat kilat, Agatha langsung berlari tanpa memperhatikan wajah pias Chayra. Beberapa saat memantapkan hati, Chayra menhela nafasnya perlahan untuk mengatur deru jantungnya.


Satu langkah Chayra mendekat, pintu restoran itu terbuka dengan otomatis. Kembali menambah langkahnya, Chayra sempat terkejut karena setiap langkahnya bersamaan dengan jatuhnya bunga mawar merah dari atas. Chayra menutup mulutnya, mencoba kembali melangkah semakin kedalam, Chayra dikejutkan kembali dengan lampu yang menyala satu persatu tepat saat dirinya melangkah.

__ADS_1


Chayra baru sadar jika dirinya sedang berjalan diatas red carpet yang sudah digelar serapi mungkin. Tepat ditengah, Chayra melihat seorang pria yang berdiri didepannya. Parfum ini? Chayra rindu parfum ini.


Grebb


Pria tersebut terkejut saat mendapat pelukan tiba-tiba dari Chayra. "Aku merindukan parfum ini, kenapa dia tidak berniat menghubungiku" hati pria tersebut sakit saat melihat Chayra mengeluh seperti itu. Bayangan rasa bersalahnya kembali menghantuinya. Masih dengan lampu yang temaram, pria yang tak lain adalah Marcell itu langsung melepaskan pekukannya dan menarik pinggang Chayra sampai menempel pada tubuhnya. Dengan nafas memburu, Marcell menyatukan bibirnya dan disaat itu juga lampu besar menyala dengan sangat terang dan menggema suara tepuk tangan.


"I love you and i'am sorry" Marcell melepaskan pagutan bibirnya dan menempelkan keningnya pada kening Chayra. Chayra masih mencerna situasi yang dialaminya saat ini, dengan nafas yang masih memburu mereka berdua menyapu setiap orang yang ada diruangan itu.


"Happy birthday sayang" Imelda muncul diantara Riko dan Gibran dengan membawa kue ulang tahun berbentuk hati itu. Lagi-lagi Chayra hanya terdiam dan menatap Marcell yang masih mendekap pinggangnya erat.


"Thankyou mom" Chayra melepaskan pelukan Marcell dan beralih memeluk mommynya dengan erat.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun ratu kecilnya daddy" Riko mengambil alih Chayra dari pelukan Imelda.


"Thankyou dadd"


"Kakk" setelah berpelukan dengan kedua orangtuanya, Chayra kangsung berlari dan memeluk Gibran.


"Maafkan kakak yang mengikuti semua rencana kekasih bodohmu itu" cibir Gibran dan Chayra langsung melepaskan pelukannya dan menatap Gibran dan Marcell bergantian. Chayra baru sadar jika tadi dirinya sempat berciuman dengan Marcell.


Awww.


Rintih Chayra saat merasakan lengannya sakit karena cubitannya sendiri. Dirinya masih menyangka ini mimpi. Marcell langsung menarik tangan Chayra dan membawanya ketengah. Chayra masih mencerna apa yang dilakukan Marcell sampai pria itu jongkok didepannya dan menyodorkan kotak berwarna merah dengan dua cicncin didalamnya.

__ADS_1


"Maaf karena aku menghilang selama ini, maaf jika aku membuatmu kesepian dan menunggu. Maaf juga karena aku melibatkan keluargamu dalam menjalankan rencana ini. Tapii hanya satu yang ingin kutanyakan, Will you Marry Me?"


__ADS_2