Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 74


__ADS_3

"Siapa kak?" Tanya Imelda karena sedari tadi Andra belum mengangkat telvonnya.


"Ibunya Nesya" Jawab Andra lirih.


"Angkat yang. Bilang saja ke ibu kalo aku lembur" Ucap Nesya


"Baiklah. Tapi bagaimana dengan besok? Apakah besok akan membuat alasan yang sama sayang? bagaimanapun ibu pasti akan curiga jika besok kau tak pulang?" Tanya Andra.


"Besok pagi sekali aku akan pulang" Jawab Nesya tegas


"Tidak-tidak. Kakak ipar belum boleh pulang." Cegah Imelda


"Pliss dek." Ucap Nesya memohon.


"Tapi.." Belum sampai Imelda menyelesaikan ucapannya, sudah dipotong oleh Riko.


"Sayang. Ini juga untuk kebaikan kak Andra. Kalau ibu kakak ipar sampai tau kalau kakak ipar dirumah sakit pasti ibu akan kecewa dengan kak Andra yang lalai menjaga kakak ipar" Bujuk Riko pada kekasihnya itu.


"Iya. Benar kata suami mu dek. Tolong kakak" Ucap Nesya memohon. Wajah Imelda bersemu merah saat mendengar kata *suami* dari Nesya sedangkan Riko malah tersenyum penuh kemenangan.


"Sayang mereka belum menikah" Ucap Andra karena memang Nesya belum tau jika Riko dan Imelda belum menikah.


"Oh maafkan aku" Ucap Nesya tidak enak.


Ponsel Andra kembali berdering. Andra langsung mennauh untuk menerima telvon.


Setelah selesai, Andra kembali menghampiri ketiga orang itu.

__ADS_1


"Dek sebaiknya kamu pulang ini sudah malam. Nanti mama akan khawatir jika kamu tidak pulang" Ucap Andra


"Baiklah. Besok pagi Imelda akan kesini lagi untuk memeriksa keadaan kakak ipar" Jawab Imelda


"Tapi kakak kan besok sudah pulang dek" Bingung Nesya.


"Sebelum kakak pulang, Melda harus memastikan keadaan kakak baik-baik saja. Kalau perlu, Melda akan kerumah kakak untuk memeriksa kakak" Ucap Imelda


"Ide yang bagus" Ucap Andra yang menyetujui ucapan Imelda.


Setelah berpamitan, Imelda dan Riko langsung keluar rumah sakit untuk pulang.


Selama perjalanan, tidak ada diantara mereka yang membuka suara. Berhubung ini sudah jam 8 malam, jadi Riko memutuskan untuk mengajak Imelda makan malam terlebih dahulu.


"Sayang kita mampir kerestoran dulu ya. Aku sangat lapar" Ucap Riko


Setelah 15 menit, Akhirnya mobil Riko sampai direstoran yang cukup mewah.


"Ayo kita turun" Ajak Riko yang diangguki oleh Imelda.


Mereka langsung memasuki restoran, tangan kekar Riko selalu mengenggam erat tangan lembut Imelda.


Kini mereka sudah duduk disalah satu kursi. Mereka mulai memesan makanan. Meskipun ini sudah malam, tapi tidak mengurangi pengunjung restoran tersebut. Banyak pasang mata wanita yang menatap Riko dengan tatapan mata kagum dan itu berhasil membuat Imelda kesal.


"Sebaiknya jika kau keluar rumah kau harus memakai hoodie tebal dengan kaca mata hitam juga masker. Oh ya topi sekalian" Ucap Imelda hingga membuat Riko menautkan kedua alisnya.


"Kenapa seperti itu sayang?" Tanya Riko menyelidik

__ADS_1


"Lihatlah mata mereka seakan mau lepas saat melihatmu" Gerutu Imelda


"Apa tuan putriku cemburu hem?" Goda Riko dengan sedikit terkekeh pelan


"Ti tidak" Elak Imelda.


"Apakah tuan putriku tidak berbohong?" Goda Riko lagi.


"Permisi, ini makanannya tuan, nona" Ucap sang pelayan mengantarkan makanan hingga membuat Imelda lega karena berhasil kabur dari pertanyaan Riko. Sedangkan Riko mendengus kesal karena menurutnya pelayan tersebut hanya mengganggu.


Pelayan tersebut tidak sengaja menumpahkan secangkir kopi yang Riko pesan ke lengan Imelda.


"Aww panas" Ringis Imelda saat merasakan panas dilengan nya.


Riko yang melihat itupun langsung menatap tajam pelayan tersebut. Tubuh pelayan bergetar hebat saat melihat kemarahan Riko.


"Apa yang kau lakukan hah?" Teriak Riko


"Ma-Maafkan Sa-saya tu-tuan" Ucap pelayan tersebut terbata.


"Sayang, sudah. Ini ketidak sengajaan. Ayo ke mobil. Obatku ada dimobil." Ajak Imelda tapi tak dihiraukan oleh Riko.


"Panggil atasan mu" Bentak Riko dan pelayan itu pun langsung berlari menuju ruangan sang atasan.


Imelda langsung berlari kemobil tanpa menunggu Riko. Menurutnya lukanya akan sangat fatal jika menunggu Riko yang masih diliputi kemarahan.


Tidak lama, datanglah seorang wanita yang berjalan dengan anggunnya.

__ADS_1


"Maafkan kelalaian pegawai kami tuan" Ucap wanita tersebut.


__ADS_2