
"Itu salah saya nyonya" Jawab Nesya takut tapi malah membuat Sandra bingung.
"Sudahlah nanti saja ngobrolnya. Ayo kita turun. Panggil mama saja sayang jangan panggil nyonya" Ucap Sandra lembut. Dan membuat Nesya tersenyum lega karena bayangan ditolak tidak menjadi nyata.
Mereka berlima turun bersamaan dengan Imelda yang diapit oleh Sandra dan Nesya sedangkan Vani dan Dinda mengikuti dari belakang.
Semua mata tertuju pada sang mempelai wanita yang sangat cantik. Bahkan Riko pun sampai dibuat terpana akan kecantikan sang calon istri.
Imelda menjadi sangat gugup saat melihat ratusan tamu kolega bisnis yang akan menyaksikan hari bahagia mereka berdua. Bahkan sedari tadi banyak kilauan flash kamera wartawan yang sudah mengambil gambar Imelda.
"Kau sangat cantik. Aku ingin segera memakanmu" Bisik Riko saat Imelda sudah berada disampingnya.
Imelda yang sudah sangat gugup pun tidak menjawab ucapan Riko.
Riko yang melihat kegugupan Imelda pun langsung menggenggam erat tangan Imelda.
Sejenak tatapan mereka bertemu dan memancarkan tatapan cinta satu sama lain.
Acara sudah dimulai, para tamu pun langsung mendekat untuk melihat lebih jelas wajah sang mempelai karena memang mereka belum melihat jelas wajah Imelda karena Imelda terus menunduk.
__ADS_1
Keluarga Hutomo juga diundang keacara tersebut karena memang ada salah satu cabang perusahaan Gunawan yang menjalin kerjasama dengan perusahaan Hutomo.
Caryn yang sudah sangat penasaran akan sang pengantin pun ingin mendekat tapi langkahnya terhenti saat tangannya dicekal oleh Tuan Hutomo.
"Papa mengajakmu kesini karena papa ingin kau mendekati salah satu putra keluarga Gunawan. Masalah siapa mempelai wanita papa tidak peduli" Ucap Tuan Hutomo
"Tapi pa. Yang menikah kan Riko jadi Caryn ingin tahu wajah istrinya" Ucap Caryn
"Riko sudah tidak mungkin meresponmu karena sudah menikah. Sekarang kau lebih baik mencari salah satu putra keluarga Gunawan dan merayunya. Jika sudah berhasil, kau telvon papa agar papa siapkan kamar untuk kalian berdua" ucap Tuan Hutomo sambil tersenyum sinis.
"Apa papa menyuruhku melakukan hubungan intim dengan salah satu diantara mereka?" Tanya Caryn terkejut
"Ba baik pa" Ucap Caryn gugup.
Saat ketiga orang tersebut tengah mengobrol, tiba-tiba Alvian lewat didepan mereka.
"Tuan muda Alvian" Sapa Tuan Hutomo mencoba ramah.
"Ya. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Alvian dingin dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Bisakah anda menemani putri saya tuan. Putri saya sedang kurang enak badan" Ucap Tuan Hutomo
"Tidak. Saya harus ikut dengan keluarga saya keatas podium" Tolak Alvian tegas dan langsung pergi meninggalkan mereka.
"Kenapa kau tidak coba merayunya hah?" Bentak Tuan Hutomo kepada Caryn.
"Maafkan Caryn pah" Ucap Caryn ketakutan
"Sebaiknya kita kesana pa. Para tamu lainnya sudah mendekat ke podium karena sekarang waktunya mereka memperkenalkan putri mereka" Ucap Nyonya Hutomo mencoba meleraikan perdebatan keduanya.
Kini Imelda dan Riko sudah sah menjadi suami Istri. Keluarga Gunawan juga sudah diatas podium untuk melakukan konferensi pers. Wartawan juga sudah berjejer dengan kamera ditangannya.
"Selamat pagi menjelang siang semuanya. Acara yang jita tunggu-tunggu akan segera dimulai. Bagaimana deg-degan nggak nih? Sudah pasti deg-degan ya. Untuk wartawan dilarang menyela ya nanti akan ada sesi tanya jawab" Ucap MC dengan gaya bicara nya yang sangat ceria itu.
"Baiklah karena sudah banyak yang tidak sabar. Mari kita serahkan semua pada Tuan Gunawan yang terhormat." Tambah sang MC.
"Selamat pagi semua. Saya disini selaku Heru Gunawan akan memperkenalkan putri saya yang baru saya temukan beberapa bulan yang lalu. Mungkin banyak yang bertanya-tanya tentang siapa gadis tersebut. Hari ini saya akan memberitahukan kepada kalian putri saya sekaligus menantu dari keluarga Yunanda" Ucap Heru tegas.
"Ini putra pertama saya bernama Andra Gunawan. Kalian pasti sudah banyak mengenalnya" Ucap Heru.
__ADS_1