Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 262-S2


__ADS_3

Masih dengan posisi yang sama dengan tadi malam, duduk dengan menggenggam erat tangan gadis cantiknya seraya meletakkan kepalanya dipinggir ranjang. Sepertinya Elard memang benar-benar kelelahan dan Sareen yang masih terpengaruh obat. Dua makhluk itu masih terlelap dengan alam mimpinya sehingga tidak menyadari kedatangan pasangan paruh baya yang sudah duduk disofa ruang perawatan Sareen selama hampir 2 jam lamanya. Awalnya mereka juga terkejut, tapi biarlah. Pertanyaan atas kecurigaan mereka sebagai orang tua Sareen selama ini sudah terjawab. Laporan anak buahnya memang tidak pernah salah jika mereka sering melihat kedatangan tuan muda Gunawan mengunjungi putrinya.


"Sampai kapan kita akan menunggunya?" Cleo mendengus kesal, dirinya sudah cukup pegal duduk selama 2 jam dikursi tapi yang ditunggu belum juga membuka mata. Bahkan matahari sudah hampir tinggi.


"Sabarlah sayang, mungkin dia kelelahan" ucap Desi, istri Cleo sekaligus ibu dari Dareen dan Sareen.


Satu menit, dua menit, lima menit, akhirnya berlalu. Elard membuka matanya saat merasakan pegal ditangan dan lehernya. Mengumpulkan nyawanya dan mengecup punggung tangan gadisnya, Elard belum juga menyadari kehadiran calon mertuanya.


"Akhirnya kau bangun juga tuan muda Elard" ucapan Cleo sontak membuat Elard melepaskan tautan tangannya dan mendorong kursi mundur agar dirinya bisa mudah berdiri. Menggaruk tengkuknya, tidak mungkin dirinya mengelak lagi sekarang. Mau tidak mau dirinya harus jujur perihal hubungannya karena mereka sudah tertangkap basah.


"Selamat pagi om tante" Elard tersenyum canggung, mencoba mendekat dan menyalami tangan kedua orang itu.


"Pagi apanya, ini sudah siang" gerutu Cleo yang kemudian mendapatkan senggolan dari istrinya.


"Maaf ya Nak Elard" ucap Desi tak enak hati.


"Papa mama" tiga manusia itu menoleh, menatap Sareen yang masih terlihat pucat dengan balutan baju rumah sakit.


"Sayang, mama khawatir sama kamu. Kenapa tidak mengabari kami?" Desi langsung berlari menuju Sareen dan memeluknya, sedangkan Cleo berjalan pelan penuh wibawa.


"Sareen tidak apa kok, lagipula Sareen juga sudah dirumah sakit." Jawab Sareen tanpa mengalihkan pandangannya dari Elard yang berdiri canggung tidak jauh dari mereka.

__ADS_1


"Mama dan papa sudah tahu semuanya, sejak beberapa bulan yang lalu anak buah papa sudah melaporkan perihal hubungan kalian tapi papa menepisnya karna papa anggap itu tidak benar. Mengingat jika kalian seperti orang yang tidak mengenal di prrtemuan keluarga membuat papa berpikir jika tidka mungkin kalian menjalin hubungan. Tapi pertanyaan papa terjawab saat papa masuk keruangan ini sejak dua jam setengah lalu" jelas Cleo yang membuat Sareen dan Elardmelongo kemudian tersenyum lega.


"Eh dua jam? Berarti aku tertidur selama itu dan mereka tidak membangunkanku? Astagaa menantu macam apa aku ini" gumam Elard didalam hati.


Obrolan mereka berlanjut setelah Sareen sarapan dan meminum obatnya. "Pa, apa Kak Dareen tidak ikut?" Tanya Sareen penasaran, karena mustahil juga kakaknya biasa saja saat mendengar kabar bahwa dirinya kecelakaan.


"Dareen di apartemen mu" jawab Cleo dengan entengnya.


"Oh apartemen" Sareen hanya ber-o ria saja sebelum dirinya mengingat sesuatu. "Apartemen? Astagaa papa disana ada Arsy" ucap Sareen panik.


"Arsy? Siapa Arsy?" Tanya Cleo berpikir sejenak.


"Papa ingat temanku yang berhasil membuat Kak Dareen tergila-gila hingga akhirnya kak Dareen menjadi playboy seperti itu? Itu Arsy pa. Ahh aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika dua makhluk astral itu bertemu" Sareen hanya menghela nafas pasrah, entah apa jadinya apartemennya nanti saat dua makhluk itu bertemu.


.


.


Aaaaaaaa


Teriakan memekakkan telinga membuat Dareen terbangun dari tidurnya. Betapa terkejutnya dia saat melihat pemandangan menyegarkan mata didepannya. Setelan tanktop dan hotpan membuat tubuh Arsy terlihat menggoda. Segera menutup tubuhnya dengan selimut saat menyadari pandangan Dareen tertuju pada tubuh sexynya.

__ADS_1


"Ngapain lo disini?" Geram Dareen mencoba menyembunyikan hasratnya.


"Ini kamar Sareen, lah lo ngapain disini. Jelas-jelas ini kamar perempuan" bantah Arsy tidak mau kalah.


"Di apartement ini hanya tersedia satu kamar jadi wajarlah jika aku tidur dikamar ini karna ini kamar saudaraku" bantah Dareen tidak ingin kalah.


"Seharusnya lo tadi liat gue dong saat sebelum merebahkan diri" elak Arsy.


"Mana gue liat, tubuh lo itu sekecil guling jadi gue pikir lo guling yang berbalut selimut" bantah Dareen.


Karena merasa terpojokkan Arsy tidak sengaja melepaskan selimutnya hingga terpampang jelas tubuh sexy nya. Bahkan Dareen sampai meneguk ludahnya kasar. "Lo mau mancing gue?" tanya Dareen mengguyar rambutnya.


"Biar lo tau keindahan tubuh gue dan lo nggak ngehina tubuh gue kaya guling lagi" gertak Arsy mencoba berani.


Dareen langsung bangkit dari duduknya, semakin mendekat dan mengikis jarak diantara mereka. Arsy memundurkan tubuhnya, hingga terpentok tembok dan dirinya tidak bisa bergerak.


Dareen mencengkeram rahang Arsy dan ******* bibir itu pelan, sangat pelan dan oenuh perasaan. Tautan itu baru terlepas saat mereka merasakan kekurangan oksigen.


"Mati-matian gue ngubur rasa gue ke elo, tapi dengan mudahnya lo membangkitkan kembali rasa itu dengan sifat konyol yang lo punya." Dareen memeluk tubuh Arsy sangat erat. Arsy mematung, masih mencerna apa yang sedang dialaminya sekarang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


UDAH PANJANG NIH, KOMEN YUKK🥰


__ADS_2