
Setelah menempuh perjalanan lebih dari satu jam akhirnya mobil mewah Alvian memasuki pekarangan restoran bintang lima yang sangat terkenal. Ya, restoran tersebut adalah milik keluarga Yunanda. Meskipun Heru dan Sandra sudah memaksa mereka untuk mengadakan pesta dihotel mereka, tapi keluarga Yunanda tetap kekeh untuk merayakannya di restoran. Akhirnya keluarga Gunawan menyetujui nya tapi dengan syarat nanti saat acara pernikahan Imelda dan Riko diadakan di hotel Gunawan.
Kembali ke Alvian dan Imelda.
"Kenapa sepi sekali kak?" Tanya Imelda yang sudah turun dari mobil seraya memperhatikan sekeliling
"Mungkin memang teman kakak sudah memboking restorannya" jawab Alvian santai.
"Mungkin kakak salah tempat" Ucap Imelda polos
"Tidak. Yasudah ayo" Ajak Alvian sambil menggandeng tangan Imelda.
Imelda hanya menurut. Saat memasuki restoran, Imelda terpana karena dekorasi restoran yang sangat mewah.
Imelda terus melangkahkan kakinya mengikuti Alvian, mereka juga menaiki tangga karena acara nya diadakan di rooftop restoran.
"Padahal dibawah sudah bagus kenapa harus diatas sih kan kaki para tamu bisa pegel kalau kayak gini" Gerutu Imelda yang dibalas senyuman oleh Alvian
Saat akan sampai di rooftop, Alvian mengeluarkan topeng hingga membuat Imelda bingung.
"Kamu harus pakai ini" ucap Alvian
__ADS_1
"Apa pesta teman kakak adalah pesta topeng?" Tanya polos Imelda yang dijawab anggukan juga senyuman oleh Alvian
Alvian memakaikan topeng Imelda. Saat topeng Imelda sudah terpakai sempurna, Imelda tidak bisa melihat apa-apa karena topeng tersebut sudah dilapisi kain oleh Alvian.
"Kak kenapa gelap? apa mati lampu?" Tanya Imelda yang merasakan gelap
"Iya mati lampu mungkin" Jawab Alvian sekenanya.
"Ayo jalan" Ucap Alvian seraya menuntun Imelda jalan
"Apa kakak tidak merasa gelap? kenapa kakak bisa menuntunku?" Tanya polos Imelda
"Tidak perlu banyak bertanya. Kamu diam disini kalau kamu merasa tidak betah kamu bisa lepas topengnya kakak akan pergi sebentar" Ucap Alvian dan langsung pergi.
Imelda yang sudah takut pun langsung membuka topengnya bersamaan dengan lampu yang menyala memperlihatkan dekorasi mewah untuk ulang tahunnya.
"Kenapa sepi sekali?" Tanya Imelda karena tidak melihat satu orang pun didepannya
"Happy birthday Melda sayang" Ucap semua orang serempak dibelakang Imelda. Imelda membalikkan badannya terkejut saat melihat semua orang disana juga termasuk kedua sahabatnya.
Imelda menitikkan air mata, tidak menyangka bahwa diulang tahun ke 25 adalah ulang tahun paling berkesan baginya.
__ADS_1
"Ayo ditiup sayang" Ucap Sandra yang membawa cake ditangannya
Imelda memperhatikan sekeliling berharap bahwa Riko akan datang tapi harapannya musnah karena sampai dia akan meniup lilin Riko tidak kelihatan.
"Sayang" Panggil Sandra yang membuat Imelda langsung sadar dari lamunannya kemudian menganggukkan kepalanya.
Setelah selesai meniup lilin, Imelda memotong cake nya kemudian potongan pertama diserahkan kepada Sandra dan Heru.
"Terima kasih ma pa" Ucap Imelda seraya bergantian memeluk mereka.
"Sama-sama sayang. Maafkan mama dan papa yang baru bisa merayakan ulang tahun kamu" Ucap Sandra yang dibalas gelengan oleh Imelda.
"Mama tidak perlu bicara seperti itu. Bisa bertemu dengan kalian sudah menjadi kebahagiaan terbesar Melda" Ucap Imelda memeluk Sandra.
"Selamat sayang" Ucap Heru seraya memeluk Imelda
"Terima kasih pa" Ucap Imelda seraya melepaskan pelukannya
Banyak ucapan yang Melda peroleh dari mereka. Tapi hati Imelda masih berharap ada Riko disini.
"Apa dia sudah tidak perduli denganku? dia bahkan tidak mengabariku sama sekali" Gumam Imelda didalam hati.
__ADS_1
Takkk
Tiba-tiba lampu padam hingga membuat Imelda terlonjak kaget. Imelda mencari orang disekelilingnya tapi semua sudah hilang bak ditelan bumi, sangat cepat.