
Duduk di kursi kemudi, Riko terus menyunggingkan bibirnya saat berhasil mengurung Imelda selama setengah hari penuh. Imelda menekuk bibirnya saat merasakan lelah disekujur tubuhnya. Pergulatan yang dilakukan oleh Riko berulang kali membuatnya harus keluar dari hotel dijam lima petang seperti ini.
Sesampainya dirumah sakit, mereka langsung menuju ruang perawatan Alvian untuk menjemput baby Gibran. Sesampainya disana, mereka mendapati Alvian yang sedang bermain bersama baby Gibran yang duduk disamping Alvian dan Heru dan Sandra yang menunggu mereka di sofa.
"Adyyy" menoleh kearah pintu, semua orang tersenyum saat baby Gibran berteriak memanggil Riko.
"Sayang kenapa kau tidak menyapa mommy" Imelda bertanya dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.
"Mom" ucap baby Gibran seraya tersenyum dan merentangkan kedua tangannya.
"Kalian pulanglah bawa Gibran agar dia bisa istirahat, seharian ini dia sudah dirumah sakit. Aku yakin kalian tadi tidak pulang" Alvian berkata dengan senyum menggoda, dirinya tau jika Riko dan Imelda tidak pulang karena melihat tanda merah dileher Imelda.
Wajah Imelda memerah sedangkan Riko hanya tersenyum dan mengambil alih baby Gibran dari gendongan Imelda.
"Adyy mamam" celoteh baby Gibran seraya menyenderkan kepalanya dipundak Riko dan menepuk punggung Riko.
"Astagaa pa mama lupa belum memberi baby Gibran makan" Sandra merasa bersalah karena lupa membeli makan untuk baby Gibran.
"Tidak apa ma, Tadi baby Gibran sudah makan siang mungkin ini karena terlalu lelah bermain jadi dia merasa lapar lebih awal" Jawab Riko seraya mengusap rambut baby Gibran yang berada digendongannya.
__ADS_1
"Mama dan papa juga pulang disini sudah ada suster dan Vani yang menjagaku" ucap Alvian karena merasa kasian pada orang tuanya yang tidak istirahat demi menunggunya.
"Oh iya aku baru ingat dimana Vani?" tanya Imelda mengedarkan pandangannya.
"Vani mendapat jadwal operasi mendadak, sebenarnya tadi kau yang dicari tapi karena keadaannya sudah sangat kritis jadi Vani yang menggantikannya" penjelasan Alvian membuat Imelda mwngangguk mengerti kemudian berpamitan untuk pulang.
"Sayang ayo pamit pada Grandma dan Grandpa" mendengar perintah sang mommy, baby Gibran menegakkan kepalanya dan melambaikan tangannya "Daa ama daa apa" ucap baby Gibran.
"Papa dan mama kenapa tidak bareng Riko dan Imelda saja?" saran Alvian.
"Iya pa lebih baik mama dan papa bareng sama kita" ucap Riko menambahi.
"Paa mereka pengantin baru masak iya papa mau mengganggu mereka" gerutu Alvian dan Heru pun menghela nafasnya.
"Baiklah papa yang akan menunggu mu disini biar mama pulang bersama mereka" Heru kembali duduk.
"Pa kenapa papa tidak pulang sekalian" tanya Alvian.
"Papa tidak akan membiarkan kamu dan Vani menginap bersama satu ruangan" Alvian mendengus kesal dan kembali mencoba mencari celah agar dia bisa berdua dengan Vani.
__ADS_1
"Paa, Alvian tidak akan macam-macam lagi pula kaki Alvian belum pulih." gerutu Alvian
"Meskipun begitu tidak baik jika laki-laki dan perempuan tidur bersama dalam satu ruangan" baru saja Alvian ingin membantah, Heru kembali berkata "Nanti papa akan keluar jika Vani sudah kembali dan papa akan kembali lagi kesini jika sudah jam 9 malam" Alvian sedikit lega saat Heru bisa memberinya waktu untuk berdua bersama Vani meskipun hanya sedikit.
"Baiklah baiklah" jawab Alvian pasrah.
"Kalau begitu ayo ma" Imelda langsung berdiri diikuti oleh Sandra.
"Alvian mama pulang dulu ya" ucap Sandra dan dijawab anggukan oleh Alvian.
"Ankee obil agii" baru saja akan keluar, baby Gibran kembali berteriak pada Alvian.
"Iya nanti kalau uncle sudah sembuh kita akan pergi kesorum dan kau bisa mengambil mobil sesuka hatimu" ucap Alvian disertai senyuman.
"Inum" (Minum) ucap baby Gibran seraya menunjuk nakas tempat obat Alvian.
"Iya iya bawel" balas Alvian dan semua orang pun tertawa saat melihat ekspresi baby Gibran yang terlihat kesal.
Setelah berpamitan, mereka bertiga dan sikecil baby Gibran langsung keluar dari perawatan Alvian. Mendorong baby Gibran distroler, Riko berjalan dibelakang Imelda dan Sandra.
__ADS_1