Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 267-S2


__ADS_3

Kehadiran Gibran dan Jasmine kembali kekampus sontak membuat para mahasiswa yang mengagumi Jasmine dan mengkucilkan Gibran menjadi bertanya-tanya kenapa Gibran dan Jasmine hilang bersamaan dan sekarang muncul lagi secara bersamaan.


Gibran langsung menuju ruang administrasi, dimana ia akan melunasi biaya wisudanya dan biaya wisuda Jasmine juga tentunya.


"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas administrasi.


"Saya ingin melunasi biaya atas nama Ryuichi Gibran Squelle dan Jasmine Veronika" petugas yang awalnya santai dan biasa saja langsung tegang, bahkan dirinya sampai gugup saat mengetahui siapa yang akan ia tangani


.


.


Di belahan negara lainnya, seorang pria sedang berdiri gelisah menunggu pujaan hatinya selesai diperiksa oleh dokter. Mondar-mandir didepan ruang perawatan, pria tampan yang ternyata Dareen ini sudah seperti suami yang menanti istrinya melahirkan.


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Dareen saat melihat dokter baru saja keluar.

__ADS_1


"Tolong ikut saya keruangan sebentar, saya akan menjelaskannya disana" Dareen mengangguk, mengikuti langkah dokter yang sudah berjalan terlebih dahulu.


"Silahkan duduk" ucap dokter mempersilahkan Dareen untuk duduk.


"Nona Agatha, kekasih anda mengidap penyakit depresi yang disebut self injury. Perilaku menyakiti diri sendiri atau self injury adalah salah satu bentuk gangguan perilaku yang terkait dengan berbagai penyakit mental.


Perilaku suka menyakiti diri sendiri dapat berupa melukai tubuh dengan benda tajam ataupun tumpul, seperti menyayat atau membakar kulit, memukul tembok, membenturkan kepala, dan mencabuti rambut. Orang yang suka menyakiti diri sendiri ini juga dapat dengan sengaja menelan sesuatu yang berbahaya, seperti obat nyamuk, cairan deterjen, atau menyuntikkan racun ke dalam tubuh. Perilaku suka menyakiti diri sendiri biasanya dilakukan untuk melampiaskan atau mengatasi emosi berlebih yang sedang dihadapi, seperti misalnya stres, marah, cemas, sedih, benci pada diri sendiri, kesepian, putus asa, atau rasa bersalah. Hal ini juga bisa dilakukan sebagai cara untuk mengalihkan perhatian dari pikiran yang mengganggu. (sumber: halodoc.com)  Saya harap anda sebagai kekasihnya bisa membantu kesembuhan nona Agatha. Saya juga melihat bekas sayatan dilengan bagian atas, mungkin anda tidak tahu. Mensuport dan memberinya semangat bisa membantu kesembuhan nona Agatha. Anda bisa membawanya ke psikiater untuk membantu pemulihan semakin cepat" penjelasan dokter membuat Dareen seolah dihantam batu kesalahan yang amat besar.


Dirinya yang sudah tahu jika Agatha menyimpan luka dikeluarga dan kini ia malah menambahi luka dengan sebuah penghianatan.


"Jauhkan benda berbahaya dari jangkauan nona Agatha saat beliau merasa sedih atau tertekan karena itu bisa mengancam keselamatannya" tambah dokter seraya menuliskan resep untuk Agatha.


"Terima kasih dok" jawab Dareen kemudian menerima resep dari dokter dan berlalu keluar. Dengan langkah gontai Dareen menyusuri lorong untuk kembali keruang perawatan Agatha.


"Dareen" saat hendak membuka pintu Dareen mendengar namanya dipanggil. Menoleh kebelakang untuk melihat sang pemanggil yang ternyata adalah Elard dengan membawa satu kantong kresek yang berisi makanan.

__ADS_1


"Sedang apa kau disini? siapa yang didalam?" tanya Elard seraya menautkan kedua alisnya.


"Agatha" jawab Dareen lemah.


"Ada apa dengan Agatha? lalu kenapa dia bisa ada dirumah sakit ini?" jiwa penasaran Elard bergejolak.


"Dia kesini untuk menghadiri pernikahan sahabatnya tapi waktu di apartemen dia melihatku yang memeluk Arsy di lift. Kau tentu sudah kenal Arsy kan. Dia salah paham dan akhirnya dia menyakiti dirinya sendiri" penjelasan Dareen membuat Elard semakin bingung.


"Self injury?" tanya Elard memastikan yang diangguki oleh Dareen.


"Aku tahu kau tidak bermaksut seperti itu, Sareen sudah menceritakan semua tentangmu dan Arsy kepadaku. Sekarang temani dan hibur Agatha, aku yang akan memberitahu keluargamu tentang ini. Masuklah, aku harus kembali" ucap Elard seraya menepuk pelan bahu Dareen.


Dareen menghela nafasnya, membuka pintu perlahan untuk masuk kedalam ruang perawatan Agatha. Hatinya seperti tersayat, melihat kekasihnya terbaring dengan perban ditangan kanannya.


"Sayang, maafkan aku. Bangunlah dan hukum aku sesuka hatimu" lirih Dareen hingga tak terasa air matanya menetes begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2