
"Haii" sapa wanita tersebut dan langsung ikut duduk.
"Nyonya Aira" sapa sang babysitter dengan sedikit menundukkan badannya. Jangan tanyakan bagaimana reaksi Andra dan Alvian, mereka hanya acuh dan fokus bermain tanpa memperdulikan Aira.
"Bolehkah saya menggendongnya?" Tanya Aira hingga membuat sang babysitter bingung.
"Tidak apa." Sambung Aira dan langsung mengambil alih Imelda kecil. Seperti sebuah keajaiban, Imelda kecil menangis histeris saat digendongan Aira karena mungkin Imelda kecil merasakan bahaya saat didalam gendongan wanita itu.
"Maaf nyonya mungkin nona kecil butuh minum" ucap sang babysitter dan akan mengambil kembali Imelda tapi tangannya ditampis oleh Aira.
Aira dengan cepat berdiri dan langsung menendang dada babysittee tersebut hingga membuat babysitter tersebut pingsan.
"Apa yang kau lakukan. Lepaskan adikku" teriak Andra kecil yang baru berumur 5 tahun. Sedangkan Alvian kecil langsung berlari masuk kedalam rumah untuk memanggil Sandra karena Heru yang sedang rapat di salah satu perusahaan cabang di negara ini jadi hanya ada Sandra yang dirumah itu menjaga anak-anak mereka dengan para pelayan.
Tanpa memperdulikan ucapan Andra, Aira langsung berlari dengan membawa Imelda dalam gendongannya. Andra kecil berusaha mengejar, tapi karena tubuhnya yang masih mungil, menjadikannya sangat sulit untuk mengimbangi Aira.
__ADS_1
Sandra yang baru saja akan turun terkejut saat melihat Alvian menangis ketakutan dan memeluk kaki Sandra.
"Ada apa sayang. Katakan pada mama" ucap Sandra seraya menggendong Alvian kecil. Alvian yang masih kesusahan berbicara karena umurnya masih 3 tahun hanya menunjuk kearah depan dengan masih sesenggukan.
Sandra langsung berlari keluar dengan tetap menggendong Alvian. Sandra terkejut saat melihat sang babysitter yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri.
Sandra mengedarkan pandangannya, mencari sosok Aira yang selama ini selalu menghantuinya. Sandra semakin panik saat tidak melihat Aira ataupun kedua anak nya.
Dengan cepat Sandra langsung berlari kearah gerbang dan mendapati Andra yang sedang duduk menangis seraya memegangi lututnya yang sedang berdarah.
"Maafkan Andra ma, Andra tidak bisa menjaga adik Andra. Andra didorong oleh tante Aira saat Andra ingin menyelamatkan adik Andra" ucap Andra dengan menangis sesenggukan.
Sandra langsung memeluk kedua putranya. Sandra tidak langsung percaya pada ucapan Andra kecil, karena bagaimanapun Aira adalah sahabat baiknya. Jadi Sandra berfikir Aira tidak akan tega melakukan semua itu.
Sandra mencari satpam tapi ternyata satpam yang berjaga sudah pingsan dengan mulut penuh dengan busa. Sepertinya Aira meracuni satpam tersebut agar rencananya berjalan dengan mulus.
__ADS_1
Dengan tangan gemetar, Sandra mencoba menghubungi Heru. Tidak lama Heru mengangkat telvonnya.
"Halo sayang" sapa Heru di seberang telepon.
"Ha halo pa. Hiks hiks putri kita diculik pa" ucap Sandra dengan nafas tersengal.
"Apa? Papa akan pulang sekarang. Mama tenang ya" jawab Heru dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Setelah 15 menit menunggu, akhirnya Heru tiba dirumah. Heru mendapati istri dan kedua putranya sedang terduduk dilantai dan menangis. Heru langsung memeluk mereka. Heru juga melihat satpam yang tergeletak.
"Bagaimana Gysca bisa diculik ma?" Tanya Heru mencoba untuk tenang meskipun rasa panik menyelimutinya. Dengan pelan-pelan, Sandra menceritakan semuanya.
Heru langsung mengajak mereka masuk. Tidak lupa dia juga mengutus anak buahnya untuk mencari jejak Aira. Heru juga memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengurus jenazah satpam dan membawa babysitter kerumah sakit. Heru berpikir bahwa keputusannya mengajak keluarganya liburan ke negara ini ternyata salah.
"Mama tidak percaya jika Aira yang melakukan ini pa" ucap Sandra setelah melihat rekaman CCTV yang memang memperlihatkan jika Aira yang membawa Imelda.
__ADS_1