
Papa Jasmine menelisik penampilan Gibran dari bawah. "Siapa ini Jasmine?" Tanya papa Jasmine dengan pandangan tak lepas dati Gibran.
"Teman Jasmine pa" jawab Jasmine dan langsung menarik tangan Gibran untuk pergi dari sana menghindari tatapan papanya.
***********
Ditempat lain, Chayra mencoba mengatur nafasnya yang terengah karena berlari, berkali-kali dirinya menghela nafas karena merasa lega saat dirinya masuk kedalam kelas dan belum ada dosen. Chayra mengedarkan pandangannya, dirinya tidak melihat kehadiran Marcell. Meraih ponselnya yang ada di tas, Chayra menyipitkan kedua matanya saat membaca pesan dari Marcell.
"Maafkan aku karena tadi pagi tidak menjemputmu, aku ada urusan mendadak. Nanti sepulang kuliah tolong temui aku di taman kota, aku ingin membicarakan sesuatu dengamu, Terima kasih. Semangat menjalankan harii♡"
Baru saja akan membalas pesan dari Marcell, dosen sudah masuk kedalam kelas. Dan mau tidak mau Chayra harus memasukkan ponselnya kedalam tas. Setelah melewati beberapa SKS, akhirnya perkuliahan selesai. Dengan cepat, Chayra langsung membereskan barangnya dan berlari keluar untuk menemui Marcell ditaman kota.
Baru saja masuk kedalam parkiran, mata Chayra memicing saat mendapati seorang gadis yang terlihat menyombongkan mobil Chayra. Chayra mendekat, dilihatnya penampilan gadis tersebut yang sedikit terbuka.
"Apakah ini benar mobilmu Vi?" Tanya salah seorang mahasiswa yang berkerumun melihat gadis yang bernama Via itu sedang berdiri bersender mobil Chayra.
__ADS_1
"Tentu saja, apa kau tidak percaya" tanya Via dengan sombongnya.
"Maaf ini ada apa ya?" Tanya Chayra dengan sikap tenangnya, meskipun dirinya terlihat kesal karena barangnya diakui oleh orang lain.
"Heii lihatlah mobilku bagus bukan?" Mata Chayra memicing, dahinya berkerut hingga terlihat beberapa lipatan. "Apa buktinya jika ini mobilmu?" Tanya Chayra dengan mata menatap Via tajam.
"Hei apa kau tidak bisa berkata sedikit saja lebih sopan dengan senior?" Bentak Via dengan nada angkuhnya.
"Cih, kalau kau tidak bisa membuktikan berarti ini bukan mobilmu. Oh ya, jangan terlalu naif sampai kau mengakui barang milik orang lain dan mengatasnamakan milikmu" Chayra langsung membuka pintu mobil dengan remot yang dia pegang, semua terkejut hingga membelalakkan matanya. Via tak mampu berkata apapun saat Chayra mulai memasuki mobil dan berlalu meninggalkan parkiran.
"Ya, kau benar. Sangat tidak tahu malu"
"Sebenarnya siapa Chayra? Kenapa dia seperti bukan gadis biasa?"
"Kau benar, aku jadi penasaran dengan identitas aslinya. Bahkan para pria tampan di kampus ini selalu melindunginya."
__ADS_1
"Tapi yang paling melindunginya hanya kak Elard dan Marcell, kau tau dua orang itu sangat dingin jika di kampus tapi kenapa mereka bisa menaruh perhatian sebesar itu pada Chayra"
"Apa kau lupa jika Gibran pemilik Hotel Ryuichi sekaligus pewaris keluarga Yunanda itu juga sangat melindunginya?"
"Ah iya. Sepertinya Chayra memang bukan gadis sembarangan. Kita harus hati-hati dengannya"
Bisik-bisik ucapan para mahasiswa membuat jiwa penasaran Via bangkit, dirinya mengepalkan tangan. Dirinya saja belum sama sekali bertemu dengan tiga orang yang disebut para mahasiswa itu tapi kenapa Chayra sudah mendapat perlindungan dari mereka.
Sedangkan ditaman kota, Chayra sedang berlari mengelilingi taman untuk mencari seseorang yang dia cari. Merasa putus asa dan kelelahan, Chayra duduk disalah satu bangku dan menghadap langsung pada pintu masuk taman.
"Minumlah" Chayra mendongak saat ada seseorang yang menyodorkan botol kearahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
READERS YANG CANTIKNYA GA KETULUNGAN, YOKK KOMEN SAMA LIKE NYA YOK. JANGAN PELIT JEMPOL😘
__ADS_1