Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 92


__ADS_3

Kini Imelda dan Riko sudah berada didalam mobil untuk menuju rumah baru mereka dengan mobil yang dikemudikan oleh Cleo.


Sepanjang perjalanan, Riko terus menciumi pucuk kepala Imelda hingga membuat Imelda malu karena dimobil bukan hanya mereka berdua.


Imelda terus menggeser tubuhnya hingga mentok kepintu mobil. Imelda sudah tidak bisa bergerak lagi karena Riko juga ikut menggeser tubuhnya.


Imelda menyebikkan bibirnya dan menatap Riko dengan tatapan tajam. Sedangkan Riko yang ditatap seperti itu pun hanya menunjukkan senyum manisnya.


"Sayang jangan menatapku seperti itu" Ucap Riko dengan manja dan Imelda pun hanya memutar bola matanya jengah.


Sedangkan Cleo yang sedari tadi menahan tawa karena sang bos dicueki oleh Imelda pun sudah tidak bisa menahan tawanya.


Riko pun menatap tajam kearah Cleo yang sedang cekikikan itu.


"Maaf bos" Ucap Cleo mencoba mengubah raut wajahnya meskipun masih saja belum sepenuhnya bisa meredam tawanya.


Wajah Imelda semakin memerah karena mendengar tawa Cleo. Cleo yang melihat wajah merona Imelda pun kembali tertawa.


"Cleo" Ucap Riko dengan tatapan mata tajam.


"I iya bos maaf" Ucap Cleo berusaha meredam tawanya.

__ADS_1


"Jangan hiraukan dia sayang. Anggap saja dia tidak ada" Ucap Riko lembut pada Imelda.


"Iya nyonya. Saya sudah biasa tidak dianggap" Ucap Cleo dengan nada yang sudah dibuat-buat.


"Siapa yang menyuruhmu bicara?" Tanya Riko pada Cleo.


"Maaf bos kelepasan" Ucap Cleo seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


Imelda hanya menatap keluar jendela menikmati suasana kota saat pagi hari.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit, akhirnya mobil Riko memasuki kawasan perumahan elite. Mobil yang ditumpangi mereka pun akhirnya memasuki kawasan rumah dengan pagar yang sangat tinggi tersebut.


Tin tin


"Selamat pagi tuan" Ucap pak Taji selaku satpam dirumah baru Riko seraya membungkukkan sedikit badannya.


"Pagi" Jawab Cleo dan langsung melajukan mobilnya kedalam rumah mewah itu.


Imelda pun dibuat takjub dengan rumah besar yang ada dihadapannya ini.


"Ayo turun sayang" ajak Riko yang hanya dijawab anggukan oleh Imelda.

__ADS_1


Imelda terus memandang takjub rumah yang ada didepannya ini. Rumah ini sangat mewah meskipun tidak sebesar rumah utama keluarga Gunawan.


"Apa kau suka sayang?" Tanya Riko dengan tangan yang memeluk pinggang Imelda.


Imelda pun mengangguk dengan mata berkaca-kaca. Imelda langsung memeluk erat Riko.


"Terima kasih" Ucap Imelda dengan air mata yang sudah menetes.


"Sama-sama sayang. Ayo masuk kita bisa melanjutkan nya dikamar" Goda Riko dan langsung mendapat cubitan dipinggangnya.


Imelda dan Riko berjalan masuk kedalam rumah. Para pelayan pun menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang Tuan, nyonya" sapa bi Las selaku kepala pelayan.


"Terima kasih bi" Jawab Imelda dengan ramah sedangkan Riko hanya memasang wajah datarnya.


"Cleo kau boleh kembali ke perusahaan dan awasi Vira jangan sampai dia buat ulah" Ucap Riko pada Cleo yang ada dibelakangnya.


"Baik bos. Saya permisi" Pamit Cleo di Riko oun hanya mengangkat tangan kanannya sebagai kode mengiyakan ucapan Cleo.


Setelah berbicara singkat dengan Cleo, Riko langsung mengajak Imelda kedalam kamar. Saat memasuki kamar, Imelda menutup mulutnya dengan kedua tangan karena takjub akan desain kamar yang sangat elegan dan mewah juga tentunya. Disana juga sudah terpampang foto pernikahan mereka didinding dengan ukuran yang sangat besar.

__ADS_1


Tidak hanya itu, Riko juga memenuhi setiap sudut dengan foto Imelda yang diambil diam-diam oleh Riko.


__ADS_2