
"Apa aku boleh minta sesuatu padamu sayang?" tanya Riko.
"Apa?" Tanya Imelda kembali.
"Mulai sekarang panggil aku dengan sebutan sayang" Ucap Riko.
"Iya sayang" Jawab Imelda dengan wajah yang sudah memerah.
Riko pun tersenyum dan mengajak Imelda untuk tidur karena jam sudah menunjukkan pukul satu siang.
"Ayo kita tidur" Ajak Riko tapi Imelda malah memicingkan matanya.
"Hahah.. Hanya tidur siang sayang. Aku janji tidak akan macam-macam" Ucap Riko dengan tawanya dan membuat Imelda lega.
"Tapi tidak janji untuk nanti malam" Ucap Riko kemudian mendapat tatapan tajam dari Imelda.
"Aku sangat takut jika istriku menatapku seperti itu" Ucap Riko dengan raut wajah yang sudah dibuat buat.
Imelda hanya memutar bola matanya jengah dan langsung berbaring tanpa memperdulikan ucapan Riko. Riko langsung menyusul Imelda kemudian meletakkan kepala Imelda dilengannya.
Sesekali Riko mencium pucuk kepala Imelda. Kini dekapan Riko adalah tempat ternyaman baginya. Tidak lama, Imelda sudah terlelap begitu juga dengan Riko.
^^^^
Hari sudah mulai sore. Matahari pun kembali menampakkan sinarnya karena mendung sudah mulai pergi.
Perlahan Imelda membuka matanya dan menatap wajah tampan yang sedang tertidur pulas itu. Imelda tersenyum saat mengingat bahwa dirinya sudah dimiliki seutuhnya oleh pria tampan yang didepannya ini.
Bahkan Imelda masih saja tidak percaya bahwa suami nya ini adalah seseorang yang selalu dia ganggu waktu kecil.
__ADS_1
Perlahan Imelda bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum membangunkan Riko.
Setelah selesai mandi, Imelda langsung berjalan menghampiri Riko yang masih berbalut selimut itu.
"Sayang ayo bangun. Ini sudah sore" Ucap Imelda lembut sambil mengelus pipi Riko.
Riko pun langsung membuka matanya dan tersenyum kemudian menarik Imelda hingga membuat Imelda terjatuh didekapan Riko.
Imelda terus meronta untuk dilepaskan tapi sama sekali tidak digubris oleh Riko.
"Biarkan seperti ini dulu sayang" Ucap Riko lirih
"Baiklah. Kalau begitu kau harus puasa selama.." Belum sampai Imelda menyelesaikan ucapannya, Riko sudah bangun dan berlari menuju kamar mandi.
Baru saja pintu kamar mandi tertutup, Riko kembali membukanya hingga membuat Imelda heran.
"Nanti malam" Ucap Riko singkat seraya mengerlingkan sebelah matanya.
Sedangkan Imelda pun dibuat merona karena ucapan Riko.
Imelda melanjutkan kegiatannya mengecek ponsel.
Setelah 15 menit, Riko sudah selesai dengan aktifitas mandinya dan langsung memakai pakaiannya sebelum menghampiri Imelda.
Tiba-tiba satu kecupan mendarat dipipi kiri Imelda hingga membuat Imelda terkejut. Lagi-lagi wajah Imelda memerah karena ulah Riko.
"Sayang?" Panggil Riko lembut yang sudah duduk disamping Imelda.
"Iya?" Jawab Imelda seraya tersenyum menatap Riko kemudian kembali lagi dengan ponselnya.
__ADS_1
"Sayang?" Ucap Riko lagi dengan nada yang sangat manja.
"Iya apa sayang?" Jawab Imelda kemudian meletakkan ponselnya dan menatap Riko intens.
"I love you" Ucap Riko dan menarik kepala Imelda kemudian disenderkan dibahu nya.
Imeda pun hanya menurut dan menjawab ucapan Riko.
"I love you too" Jawab Imelda.
Mereka melanjutkan obrolan mereka. Sampai tidak terasa hari sudah mulai gelap.
"Bagaimana jika kita makan diluar?" Usul Imelda.
"Tidak sayang" jawab Riko
"Embb aku bosan dikamar" Ucap Imelda sambil memasang wajah cemberutnya.
"Baiklah sayang. Ayo kita makan diluar. Tapi apakah kamu sudah tidak merasa sakit?" tanya Riko khawatir.
"Tidak. Ayo sayang" Jawab Imelda dan langsung menarik tangan Riko untuk berdiri.
Riko pun menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan itu.
Saat mereka sudah diambang pintu, Imelda menghentikan langkahnya hingga membuat Riko heran.
"Ada apa sayang? apa kau berubah pikiran?" Tanya Riko.
"Tidak. Sebentar aku akan mengambil sesuatu" Ucap Imelda kemudian kembali masuk kedalam kamar.
__ADS_1