
Pagi harinya, dihari yang cerah ditemani udara sejuk dipinggir pantai. Banyak tamu sudah berdatangan untuk menyaksikan pernikahan mewah CEO GNW company itu. Saat turun dari kapal, para tamu langsung menuju ketempat acara digelar. Beberapa dari mereka juga mengabadikan momen langka itu. Wartawan yang juga ikut hadir langsung menyiapkan kamera mereka untuk menayangkan nanti di televisi.
"Jangan harap aku akan melepaskan Alvian begitu saja, jika aku tidak mendapatkan Alvian maka tidak ada yang boleh mendapatkannya begitu juga dengamu. Persetan dengan hubungan darah aku tidak peduli. Jangan harap setelah ini kau akan hidup bahagia" ucap seorang wanita bak model dengan senyuman sinis. seraya memandang Alvian dan Vani yang menyambut tamu bersama Heru dan Sandra.
Dengan langkah santai, wanita tersebut menghampiri Alvian dan Vani. Emosi nya mendadak mendidih saat melihat Alvian merangkul pinggang Vani tanpa berniat melepaskannya.
"Hai" Sapa wanita tersebut pada Alvian dan Vani tapi lebih tepatnya hanya pada Alvian karena wanita tersebut selalu menatap Alvian penuh damba.
"Lexa" seru Vani dengan wajah terkejut saat melihat sepupu nya yang berada diluar negeri datang diacara pernikahan Andra dan Dinda.
"Hai Van" balas Lexa dibuat seramah mungkin.
__ADS_1
"Dimana bibi dan paman?" tanya Vani saat tidak melihat orang tua Lexa.
"Mama dan papa tidak bisa datang karena mereka ada bisnis diluar negeri jadi aku yang mewakilinya" jawab Lexa seraya mencuri pandang kearah Alvian.
"Hai Al" sapa Lexa pada Alvian tapi Alvian hanya menanggapinya dengan senyum simpul.
"Apa kau mengenal Lexa sayang?" tanya Vani seraya mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan sang kekasih.
"Sayang, aku akan mengambil Gibran sebentar kamu tunggu disini" ucap Alvian tanpa menjawab ucapan Lexa. Sebelum pergi, Alvian menyempatkan untuk mencium kening Vani dan Lexa hanya tersenyum kecut.
"Nikmati saja kebahagiaan sesaat mu ini, sebentar lagi kamu akan dibuang oleh Alvian dan akulah yang akan menjadi nyonya Alvian" gumam Lexa didalam hati.
__ADS_1
Vani terus memperhatikan Lexa yang seolah ingin menerkam Alvian saat itu juga. Vani tersenyum, ia yakin Lexa tidak sejahat itu tapi siapa sangka dugaan Vani salah besar. Lexa orang yang licik dan bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau.
Sedangkan didalam Vila, tepatnya dikamar tamu. Dinda sedang dirias oleh MUA terkenal hingga membuat siapapun yang melihatnya pasti akan pangling meskipun hanya riasan natural. Dengan balutan gaun berwarna putih tanpa lengan dengan bagian belakang menjuntai kebawah dan juga mahkota kecil diatas kepalanya membuat Dinda semakin terlihat cantik.
"Wahh kau sangat cantik Din" puji Imelda yang sedari tadi menemani Dinda dirias. Sedangkan baby Gibran ikut Riko. Usia yang sudah semakin besar membuat Imelda tidak begutu khawatir jika baby Gibran haus karena baby Gibran sudah mau meminum air putih.
Dinda tersenyum malu, dirinya sangat gugup. Tangannya berkeringat dingin. Ada rasa bahagia menyeruak dihatinya tapi juga ada rasa sedih saat papanya tidak bisa menjadi walinya karena sang papa tidak tahu entah dimana.
Diluar Vila, sudah mulai ijab qobul. Dengan dituntun oleh wali hakim, Andra mengucapkan dengan lantang hingga membuat semua tamu berkata sah. Air mata haru menetes mengiringi langkah Dinda yang akan menghampiri Andra dimeja akad. Andra terpana melihat kecantikan istrinya yang baru beberapa menit itu.
Jepretan kamera mengiringi prosesi Temu Andra dan Dinda. Setelah prosesi akad selesai, mereka langsung melanjutkan prosesi resepsi. Banyak para tamu mengambil gambar dengan aplikasi kamera diponselnya untuk dipamerkan di media sosial mereka.
__ADS_1