
Sedangkan di perusahaan Yunanda group dihebohkan dengan kedatangan baby Gibran yang digendong oleh Riko. Banyak karyawan yang menatapnya dengan tatapan terpesona.
"Sugar daddy"
"Lucu sekali anak pak Riko"
"Iya, bahkan aku ingin menggendongnya"
"Ganteng banget"
"Aku tidak bisa membayangkan jika anak nya sudah besar nanti pasti menjadi incaran banyak gadis"
Banyak lagi ucapan karyawan yang bekerja dikantor itu saat melihat kedatangan baby Gibran. Seperti menuruni sifat sang daddy, baby Gibran hanya memasang wajah dinginnya sejak turun dari mobil.
"Ternyata pepatah memang ada benarnya, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" gumam Cleo seraya menggelengkan kepalanya.
Plakk
"Aduhh" ringis Cleo saat baby Gibran memukul kepalanya.
__ADS_1
"Kenapa kau memukulku" tanya Cleo dengan mengusap bekas pukulan baby Gibran, meskipun tidak sakit tapi tetap saja aneh jika Cleo sang asisten tiba-tiba dipukul oleh anak bos yang masih berusia 7 bulan. Sedangkan baby Gibran hanya tersenyum menampakkan gusi yang sama sekali belum ditumbuhi gigi itu.
Karyawan yang tidak sengaja melihat adegan itu pun terkikik dan kemudian terhenti saat mendapat tatapan tajam dari Cleo.
Selain Riko, Cleo termasuk orang yang paling ditakuti di kantor karena sikap tegas dan beraninya. Kini Riko, Cleo, dan baby Gibran sudah berada didalam lift.
"Anak daddy pintar sekali" puji Riko kemudian mencium pipi gembul baby Gibran. Cleo dibuat terbengong saat melihat Riko malah memuji anaknya setelah melakukan tindak kekerasan padanya. Lebay sekali Cleo.
"Hemm Pintar sekali ponakan uncle. Sini uncle gendong" ucap Cleo dengan senyum dipaksakan dan itu berhasil membuat nya memperoleh satu pukulan lagi dari baby Gibran.
"Aduhh. Kamu punya dendam apa sih sama uncle" ucap Cleo gemas
Hufttt, Cleo hanya menghela nafasnya panjang saat melihat sang bos dan anak yang tidak ada bedanya.
"Duduk disini daddy akan bekerja terlebih dahulu kemudian kita kerumah sakit untuk menjemput mama" ucap Riko kemudian meletakkan baby Gibran disofa yang sudah ditata seperti kasur agar baby Gibran tidak terjatuh.
Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 baby Gibran sudah terlelap disofa. Seakan tahu jika daddy sibuk, baby Gibran langsung tidur tanpa menangis.
Riko yang tidak tega pun langsung mengangkatnya dan membawa nya keluar untuk menuju kerumah sakit, karena hari ini jadwal Imelda tidak terlalu padat, jadi Imelda bisa pulang cepat.
__ADS_1
...----------------...
Pagi harinya, karena hari ini weekend Jadi semua orang berkumpul dirumah utama. Tidak terkecuali Vani, Vira dan Deny yang juga ikut berkumpul. Tapi Dinda masih dipertanyakan keberadaanya.
"Dimana Dinda ma?" tanya Heru.
"Mama tidak tahu pa, sejak kemarin mama hubungi nomornya tidak aktif"jawab Sandra yang mulai khawatir.
"Melda kemarin juga menghubunginya tapi tidak aktif ma" ucap Imelda
"Andra, coba kamu cari di apartmentnya nakk" ucap Sandra mulai khawatir
"Iya ma"jawab Andra dan langsung berlalu keluar setelah menyalami Heru dan Sandra.
Setelah menempuh perjalanan 25 menit, akhirnya Andra sampai di gedung yang menjulang tinggi tempat tinggal Dinda itu. Dengan gerakan cepat, Andra langsung menuju dimana letak kamar Dinda. Karena Dinda pernah memberi tahu paswordnya, jadi Andra tidak perlu susah payah untuk membukanya.
Saat pintu terbuka, betapa terkejutnya Andra saat melihat Dinda tergeletak di lantai dengan wajah yang sangat pucat dan juga tisu yang berserakan. Sepertinya Dinda menangis tadi malam.
Andra langsung mengangkat tubuh Dinda dan membawanya kerumah sakit. Karena jarak rumah sakit dengan apartment yang sangat dekat jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk Andra sampai. Sembari menunggu Dinda yang diperiksa, Andra menghubungi Heru untuk memberitahukan kabar ini.
__ADS_1