Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 150


__ADS_3

Waktu pun cepat berlalu, tidai terasa kini usia baby Gibran sudah hampir dua bulan. Baby gembul itu mulai bisa memahami apa yang disekitarnya. Selama ini, baby Gibran dijaga langsung oleh Sandra dan Dian ketika Imelda mulai bekerja kembali. Ya, sudah seminggu Imelda kembali menjalani profesi nya sebagai dokter.


Selama satu bulan itu, Alvian juga semakin menunjukkan kasih sayangnya pada Vani sedangkan Andra dan Dinda juga semakin dekat tapi hanya sebatas kakak dan adik.


Dinda sudah tinggal di apartemennya sendiri tiga hari yang lalu dengan alasan apartemen lebih dekat dengan rumah sakit dan keluarga Gunawan tidak bisa menolak karena Dinda mempunyai kebebasan.


Hari ini di GNW company


Tok tok tok


Terdengar suara pintu diketuk di ruang yang bertuliskan ruangan CEO itu.


"Masuk" sahut CEO dari dalam yang tak lain adalah Andra.


"Selamat siang pak, ini berkas yang anda minta" ucap sang sekretaris kemudian meletakkan berkas dimeja depan Andra.


"Baik. Terima kasih." jawab Andra acuh tanpa menoleh kearah Yolla (Sang sekretaris)


"Saya juga mau mengingatkan jika hari ini ada pertemuan dengan pihak Hernanto pak" ucap Yolla sopan.

__ADS_1


"Ya. Kau bisa keluar" setelah kepergian Yolla, Andra langsung melanjutkan aktifitasnya.


Setelah 2 jam berkutat dengan dokumen yang ada didepannya, Andra langsung berdiri saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 11 siang.


"Apa semua nya sudah siap?" tanya Andra pada Yolla saat sudah berjalan turun ke lobby kantor.


"Sudah pak, dari pihak Hernanto juga sudah berangkat ke restoran" jawab Yolla yang diangguki oleh Andra.


Sepanjang perjalanan menuju restoran, Andra hanya diam seraya memainkan ipad ditangannya. Pemandangan ini sudah biasa bagi Yolla saat mempunyai bos dingin seperti Andra. Andra memang menyewa sopir untuk mengantarkan nya saat pergi meeting seperti ini agar tidak terjadi kesalahpahaman saat dia pergi berdua dengan Yolla. Meskipun hanya sebatas kerja, tapi Andra sangat berhati-hati mengingat masyarakat sangat cepat tanggap tanpa memikirkan itu negatif atau positif.


"Kita sudah sampai pak" ucap Yolla dan Andra pun langsung turun diikuti Yolla dibelakangnya.


Perwakilan dari perusahaan Hernanto itu pun mendongak kemudian melepas kacamata nya. Betapa terkejutnya dia saat melihat orang yang pernah dia temui di pernikahan seorang temannya.


Dan bodohnya dia tidak ingat jika Andra Gunawan adalah kakak dari Imelda Gunawan.


"No problem, silahkan duduk" jawab wanita anggun tersebut kemudian menyalami Andra dan Yolla bergantian.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Andra karena merasa tidak asing dengan wajah wanita yang ada didepannya

__ADS_1


"Ya. Kita bertemu saat si pernikahan adik anda, waktu itu saya menangkap bunga bersamaan dengan anda" jawab wanita tersebut yang tak lain adalah Rista, sepupu Caryn.


"Oh ya aku mengingatnya, mari kita mulai meeting nya" jawab Andra dengan nada acuh. Karena saat mengingat momen itu, mengingatkannya pada Almh. Nesya.


Setelah satu jam membahas tentang kerja sama, akhinya oertemuan mereka selesai.


"Semoga kerjasama kita berjalan dengan baik" Ucap Rista.


""Ya. Terima kasih. kalau begitu saya pamit undur diri" jawab Andra kemudian menyalami Rista dan sekretaris nya.


Andra dan Yolla pun berlalu meninggalkan restoran. Di mobil, Andra hanya diam termenung, dia ingat jika Hernanto adalah perusahaan yang dimiliki oleh adik dari keluarga Hutomo. Apakah gadis itu muncul karena ingin balas dendam atau murni kerjasama. Andra memutuskan untuk menghubungi orang kepercayaan nya untuk menyelidiki gadis bernama Rista itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Haii guys😗Sebenarnya author galau, author bingung mau jodohin Andra dengan siapa😔Banyak yang minta sama Dinda tapi menurut author kurang pas gitu terus author harus gimana dong😶


Komen yaa🌻


Jangan lupa VOTE VOTE VOTE yang buanyakk😋

__ADS_1


__ADS_2