
"Sayang, apa tidak sebaiknya kita membantu Alena?"
Marcell menggeleng pelan seraya menarik pinggang Chayra agarr merapatkan tubuhhnya saat melihat Alena mengetahui kehadirannya.
"Kak Marcell" Chayra terkejut saat Alena berusaha berteriak nama Marcell, sedangkan Marcell membuang muka dan menempelkan bibirnya pada rambut Chayra. Para pengunjung yang berkerumun seketika langsung menoleh kearah yang dipanggil oleh Alena. Pengunjung semakin mencibir sikap Alena saat melihat Marcell sama sekali tidak memperdulikannya.
"Biarkan sayang" Marcell mengetahui kegelisahan Chayra, terbukti karena Chayra menggenggam erat kaos yang digunakan Marcell. Bukan takut, tapi Chayra tidak suka jika dia bertemu orang yang menyukai calon suaminya.
"Kalian urus dia" Marcell langsung menarik Chayra agar pergi dari sana setelah mengatakan hal itu pada anak buahnya yang mengikuti dari belakang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah berbelanja beberapa bahan makanan, mereka langsung masuk ekdalam mobil untuk pulang. Chayra masih diam, ingin bertanya tapi dia urungkan.
__ADS_1
"Sayang" panggilan Marcell membuat Chayra menoleh dan tersenyum.
"Kita berhenti sebentar disana ya" Marcell menunjuk taman yang tidak jauh dari sana, Chayra mengangguk.
Duduk berdua menikmati indahnya senja. Menyenderkan kepalanya dibahu Marcell, Chayra menemukan posisi ternyamannya. "Sayang" panggilan Marcell membuat Chayra mendongakkan kepalanya.
"Aku ingin bicara" Chayra mengangguk kemudian menegakkan kepalanya dan memposisikan dirinya sedikit menghadap Marcell yang duduk disampingnya.
"Dengarkan aku" Marcell menangkup kedua pipi Chayra dan menatap mata cantik itu, Chayra mengangguk. Tidak sabar ingin mendengar apa yang akan dikatakan oleh calon suaminya.
"Aku pegang janjimu sayang" lirih Chayra dalam dekapan Marcell yang diangguki oleh Marcell. Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang memperhatikan apa yang mereka berdua lakukan. Dengan mata menatap tajam, orang itu terus mengepalkan tangannya. Tapi sial, pergerakan mencurigakannya ditangkap oleh bodyguard Chayra yang selalu menemani Chayra kemanapun Chayra pergi.
"Lepaskan" rintih orang tersebut seraya memberontak saat bodyguard Chayra menangkapnya dengan paksa.
__ADS_1
"Ikut kami" Dengan sedikit seretan, wanita itu dibawa masuk kedalam mobil untuk diintrogasi lebih lanjut tentang maksut dari tatapan tajamnya pada sang nona mereka.
.
.
Kini mereka sudah berada didalam mobil untuk kembali kerumah karena hati sudah mulai gelap. Tangan kokoh itu masih setia menggenggam tangan milik gadis cantik disampingnya selama perjalanan. 30 menit berlalu, mobil milik Marcell memasuki gerbang menjulang tinggi yang menghalangi rumah didalamnya.
"Pak tolong bawa barang-barangnya kedalam ya" ucap Chayra pada petugas yang berjaga didepan pintu utama rumahnya.
"Baik nona" jawab petugas tersebut patuh seraya sedikit membungkukkan badannya.
Chayra langsung menarik tangan Marcell mengajaknya untuk masuk. Masuk kedalam rumah, hanya terdengar suara bising para ibu-ibu yang berkutat didapur mempersiapkan bumbu. Entah kemana yang lainnya, Chayra tak melihatnya.
__ADS_1
"Bersihkan dirimu dahulu aku akan mengambilkan pakaian gantimu milik kak Gibran" mendengar ucapan Chayra membuat Marcell mengangguk kemudian mengecup kening Chayra sebelum akhirnya berlalu menuju kamar tamu yang ada di lantai bawah yang memang sudah dikhususkan untuknya jika menginap dirumah ini. Banyaknya kamar tamu dilantai atas tidak menarik hati Narcell karena dirinya ingin mengenal rumah ini nanti saat dirinya sudah benar-benar jadi anggota keluarga ini. Belum pantas dan akan sangat tidak sopan, itu yang dipikiran Marcell jika dirinya masuk keruang yang ada dirumah ini sebelum ada ikatan yang menyebutkan bahwa dirinya benar-benar anggota keluarga ini.