Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 253-S2


__ADS_3

"Jelaskan apa maksutmu dengan janggal?" tegas Riko seraya menyilangkan tangannya didada.


"Ada seseorang yang sepertinya dengan sengaja menyabotase cctv bandara tuan, saat tuan Marcell sedang mengangkat telepon tiba-tiba cctv terputus dan cctv hilang. Kami sudah mencoba menyudutkan petugas dan mereka menjawab jika ada kerusakan cctv hingga menyebabkan cctv putus. Tapi sebelum itu, kami sempat melihat ada seorang pria yang menghampiri tuan Marcell. Dari situ kami menyimpulkan bahwa ada 70% kemungkinan bahwa Tuan Marcell tidak termasuk korban pesawat itu dan ternyata ada yang mencelakai tuan Marcell. Jika benar tuan Marcell diculik kami yakin pelakunya bukan orang biasa" Riko dan Gibran saling pandang, mencoba mencari jawaban atas berbagai pertanyaan dikepala mereka.


"Tapi bukankah kemarin Ara bilang jika itu jaket Marcell?" Gibran menyenderkan tubuhnya disandaran sofa, sungguh masalah ini sangat menyita pikirannya.


"Saat berangkat ke bandara kami melihat sendiri jika tuan Marcell memang menggunakan jaket itu tuan, tapi didalam rekaman cctv tersebut tuan Marcell tidak membawa ataupun memakai jaket" Gibran menyugar rambutnya frustasi, dirinya benar-benar bingung saat ini. Jika memang Marcell diculik lalu siapa pelakunya? sampai saat ini keluarganya tidak pernah mengusik siapapun.


"Kalian selidiki rekaman terakhir cctv itu dan secepatnya berikan kabar padaku" ucap Riko yang sedari tadi diam untuk berpikir.


"Baik tuan, kami permisi" pamit ketua anak buah.


"Tunggu" Gibran mengangkat tangan kanannya, menghentikan anak buahnya yang baru saja akan membalikkan badan.


"Baik tuan" anak buah kembali keposisinya.

__ADS_1


"Apa ada barang lain yang menjadi bukti penguat jika Marcell sebagai salah satu korban pesawat itu?" tanya Gibran seraya memangku tangannya diatas perut.


"Sementara hanya jaket tuan karena hampir seluruh barang hancur akibat ledakan pesawat dan derasnya ombak"


"Baik kau boleh pergi" jawab Gibran dan mengibaskan tangannya. Setelah menundukkan sedikit badannya, anak buah yang berjumlah dua orang itu langsung membalikkan badannya dan keluar dari ruang kerja Riko.


"Apa daddy tahu siapa penculik Marcell?" Mendengar pertanyaan Gibran, Riko melongo. Bagaimana bisa putra sulungnya sebodoh itu.


"Dasar bodoh, jika daddy tahu daddy akan langsung menangkapnya" Riko yang kesal dengan kebodohan sang putra langsung melemparkan pulpen yang ada ditangannya.


"Sekarang kau hubungi istrimu, minta untuk menjaga adikmu agar tidak menyalakan televisi ataupun melihat postingan berita sampai kita menemukan kejelasan" titah Riko


"Baik dad" Gibran merogoh ponselnya, tapi baru saja akan melakukan panggilan, ponselnya sudah lebih dulu berdering.


"Halo sayang" sapa Gibran saat panggilannya sudah terhubung.

__ADS_1


"Sayang kondisi Ara semakin menurun, sekarang kita perjalanan kerumah sakit karena alat mommy dirumah kurang memadai" ucap Jasmine panik.


"Apa? baiklah aku dan daddy akan langsung menuju rumah sakit sekarang" Gibran langsung mematikan sambungan teleponnya.


"Dad kita harus kerumah sakit sekarang, kondisi Ara semakin menurun" Gibran menyambar jasnya yang sempat ia lepas tadi.


Dua pria tampan berbeda usia tersebut langsung berlari keluar, tidak lupa Riko juga meninggalkan pesan kepada sekerterisnya agar menghandel pekerjaannya selama dia pergi.


15 menit berlalu, Riko dan Gibran langsung keluar dan berlari menuju ruang perawatan Chayra yang sebelumnya sudah dikabarkan oleh Jasmine. Sontak kehadiran makhluk tampan itu menjadi pusat perhatian, siapa yang tidak mengenal mereka? hampir semua irang mengenal dua pria itu.


"Sayang" Jasmine yang sednag menunggu didepan ruang rawat mendongakkan kepalanya dan langsung memeluk erat Gibran. Sedangkan Riko langsung masuk kedalam ruang rawat yang masih ada dokter dan beberapa perawat ang memeriksa Chayra.


"Apa yang terjadi sayang?" Gibran mengelus rambut panjang Jasmine dengan sayang kemudian mengajak Jasmine untuk duduk.


"Aku tadi ketoilet karena sakit perut dan aku meninggalkan Ara begitu saja dikamar tanpa mommy karena mommy sedang dibawah untuk membuatkan bubur Ara. Saat aku keluar dari kamar mandi, Chayra sudah menangis dengan sangat keras hingga sesak nafas dan pingsan. Dan penyebabnya adalah tayangan berita di televisi yang menyiarkan tentang kecelakaan itu. Jika saja aku tidak meninggalkan Ara pasti dia tidak melihat berita itu hiks hiks" Jasmine semakin menenggelamkan kepalanya didada bidang Gibran.

__ADS_1


__ADS_2