
Saat sedang membaca buku, Chayra dikejutkan dengan dering ponselnya.
"Hallo kak" sapa Chayra saat sudah menerima panggilan telepon yang ternyata dari Elard itu.
"Ara nanti pulang naik taksi ya, kakak ada urusan sebentar. Atau jika kau mau kau bisa menunggu Eca dan pulang dengannya."
"Tidak usah kak, Ara naik taksi saja"
"Baiklah maafkan kakak ya"
"Tidak apa, kak Elard hati-hati"
Setelah itu panggilan terputus, Chayra menoleh pada Marcell yang masih fokus dengan bukunya seolah tidak mendengarkan apa yang dibicarakan olehnya.
"Mau kemana?" Chayra terkejut saat tiba-tiba Marcell langsung memberesman bukunya.
"Pulang" jawab Marcell acuh.
__ADS_1
"Baiklah" Chayra langsung membereskan bukunya.
Marcell berjalan menyusuri lorong untuk sampai diparkiran kampus, tapi tidak dengan Chayra yang langsung menuju pagar kampus untuk menunggu taksi.
"Chayra" Chayra menoleh saat ada yang memanggilnya, dilihatnya Dareen berdiri disampingnya.
"Sedang apa kau disini?" tanya Dareen lagi karena tidak mendapat jawaban Chayra.
"Menunggu taksi" jawab Chayra tanpa sedikitpun menoleh pada Dareen.
"Dimana kak Elard?" lagi-lagi Dareen hanya menghela nafasnya karena Chayra sangat dingin dan acuh padanya.
"Marcell, aku nebeng ya" Dareem terkejut saat Chayra memanggil Marcell yang baru saja keluar gerbang dengan motor sport nya.
Marcell bimbang, bagaimanapun dirinya tidak pernah membonceng wanita, apa lagi ini Chayra. Dengan kemantapan hati, Marcell mengangguk. Karena Marcell hanya membawa satu helm jadilah Chayra tidak memakai helm dan itu membuat rambutnya terombang ambing angin.
"Kenapa lagi-lagi kau memilih Marcell?" lirih Dareen seraya menatap motor sport Marcell yang ditumpangi Chayra. Dareen berlalu dan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.
__ADS_1
Berhenti ditoko helm, tindakan Marcell sukses membuat Chayra terkejut. "Turun" seakan terhipnotis, Chayra langsung turun tanpa ada bantahan.
Chayra yang bingung dan masih menguasai ketakutannya saat menaiki motor hanya diam disamping motor tanpa mengikuti Marcell yang masuk kedalam toko. Wajar saja jika Chayra takut, karena ini kali pertama Chayra menaiki motor. Bahkan selama perjalanan tadi, Chayra memeluk erat perut Marcell.
"Pakai" Chayra menatap Marcell yang keluar seraya membawa helm berwarna hitam dengan bentuk yang lucu. "Aku tidak tau warna kesukaanmu, jadi aku memilih warna hitam" ucapan Marcell membuat Chayra tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Chayra langsung memakainya tapi karena ini pertama kalinya, Chayra bingung bagaimana cara mengaitkan tali helm.
"Sepertunya kau benar-benar tidak mengingatku"gumam Marcell didalam hati seraya menatap Chayra yang kesusahan menautkan tali helm.
Tanpa banyak bicara, Marcell langsung mendekat dan mengaitkan tali helm tersebut hingga membuat jantung Chayra berdetak kencang. Bahkan Chayra bisa menatap wajah tampan tanpa pori-pori itu dari jarak sangat dekat.
"Astagaa aku sering menatap pria tampan, tapi kenapa ini terasa berbeda" gumam Chayra didalam hati tanpa mengedipkan matanya.
"Ayo naik" Chayra mengangguk dan langsung naik dan hanya berpegangan pada pundak Marcell.
Marcell menarik tangan Chayra dan meletakkannya diperutnya. "Jangan sok berani, aku tau kamu takut" Chayra membelalakkan matanya, baru kali ini dirinya melihat Marcell tidak bersikap acuh bahkan terkesan penuh perhatian. Cahyra menyederkan kepalanya dipundah kokoh itu, tanpa sepengetahuan Chayra Marcell tersenyum tipis.
Membelokkan motornya menuju restoran siap saji, lagi-lagi Marcell membuat Chayra bertanya-tanya "Apa pria ini selalu seenaknya?" gerutu Chayra didalam hati dan langsung turun dari motor.
__ADS_1
Marcell langsung berlalu masuk tanpa mengajaknya, dan tindakan Marcell sukses membuat Chayra melongo. "Dia kesini untuk mengajakku makan atau untuk membeli makan untuk dirinya sendiri" gerutu Chayra seraya menghentakkan kakinya.
"Ayo" Marcell yang melihat Chayra menggerutu dan masih berada ditempatnya, langsung inisiatif berbalik dan menarik tangan Chayra. Wajah Chayra merona, baru kali ini dirinya merasakan gelenjar aneh didalam hatinya.