Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 274-S2


__ADS_3

Leo tersenyum, dirinya merasa bangga karena Alesha memaafkannya dan mau kembali ke area dansa. Merengkuh pimggang Alesha, merapatkan tubuhnya hingga tidak ada jarak diantara mereka.


Begitu juga dengan pasangan bahagia ini, Chayra menyenderkan kepalanya didada bidang Marcell. Menggerakkan kakinya kekanan kekiri sesuai irama. Marcell mengelus rambut Chayra, sesekali mencium pucuk kepala itu.


"I love you" bisik Marcell membuat Chayra mendongakkan kepalanya dan tersenyum, menatap mata elang itu.


"I love you more" balas Chayra mencium sekilas pipi Marcell dan langsung menundukkan kepalanya. Wajahnya merona, bak tomat yang siap dipanen.


"Sudah mulai berani ya" goda Marcell dan menangkup pipi Chayra menggunakan kedua tangannya. Menempelkan benda kenyal itu dan menggulungnya lembut.


.


.


Acara keluarga itu berlangsung penuh haru, acara yang baru saja selesai tengah malam ini membuat mereka lelah dan langsung masuk kedalam kamar mereka masing-masing.


"Agatha tidur dikamar Ara ya, biar Dareen tidur satu kamar dengan Marcell" ucap Riko, tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan nantinya.


"Baik dad" jawab mereka kompak.


Mereka berpisah diruang keluarga, menuju kamar masing-masing untuk beristirahat. Dareen menghela nafasnya, bayangan bermesraan bersama Agatha sirna sudah saat pintu terbuka dan menampilkan Marcell disana.

__ADS_1


"Sepertinya kita memikirkan hal yang sama"ucap Dareen menatap Marcell yang duduk disofa yang ada dikamarnya.


"Kau saja. Aku akan keluar setelah ini" Marcell tersenyum sinis, kembali bangkit dari duduknya dan membuka pintu untuk keluar.


"Heii mau kemana kau?" tanya Dareen mengejar langkah Marcell, Dareen terhenti didepan pintu. Menatap Marcell yang sudah merangkul bahu Chayra dan menuju ruang keluarga.


Dareen mendengus kesal, bisa-bisanya Marcell mencuri kesempatan saat seperti ini. Dirinya langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Agatha untuk meminta kekasihnya itu turun.


"Tidurlah" Chayra mengelus kepala Marcell yang tidur berbantalkan pahanya, tersenyum manis.


"Hemm" sejujurnya badannya memang lelah, ditambah dirinya harus menyamar menjadi kurir bunga setelah dari bandara tadi tanpa istirahat.


"Setelah aku tidur, kau naiklah kekamar" Ucap Marcell kemudian memejamkan matanya.


"Mereka hanya numpang tidur" ucap Agatha dan mendudukkan dirinya disofa yang lain yang diikuti oleh Dareen.


"Kau tidurlah sayang" Dareen menepuk pahanya, meminta Agatha untuk merebahkan dirinya seperti Marcell meletakkan kepalanya dipaha Chayra.


"T-tapi.." Agatha bimbang, melihat tatapan Dareen kepasangan yang ada didepannya, Agatha menyimpulkan bahwa Dareen ingin berbantalkan pahanya seperti yang dilakukan Marcell dengan Chayra.


"Kesehatanmu lebih penting Sayang" Dareen tersenyum, menarik bahu Agatha sampai dirinya berbaring berbantalkan pahanya.

__ADS_1


.


.


Pagi harinya, para lelaki yang ingin mengelilingi komplek dengan joging itupun terkejut saat mendapati empat manusia yang masih menjelajahi mimpi indahnya. Riko menepuk jidatnya, sedangkan Cleo hanya menggelengkan kepalanya.


"Apa yang kau lakukan Elard?" tanya Andra pada Elard yang sibuk memotret pasangan terlelap itu.


Elard menyengir, langsung mengambil foto yang ia ambil dan mengirimnya di grup keluarga. Tentu saja membuat mereka sampai melongo.


"Biar mereka tahu rasa pa" jawab Elard tanpa dosa.


Mereka memutuskan untuk keluar, mengabaikan empat manusia itu sampai terbangun sendiri.


"Emhh" Marcell melenguh, menetralkan pandangannya saat cahaya memaksa masuk kedalam matanya.


Mendongakkan kepalanya, Marcell terkejut saat melihat Chayra masih tidur dengan posisi duduk meringkuk. Kembali terkejut saat melihat pasangan yang melakukan hal yang sama dengannya tidak jauh dari sofa yang ia gunakan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


SUDAH SUBSCRIBE BELUM?

__ADS_1


HAI ZA / STAY HERE PLEASE!! YAA😘


__ADS_2