
"Seharusnya aku yang tanya apa yang kau lakukan. Kenapa kau mendekati nya" Tanya Riko dengan sorot mata tajam.
"Saya mau membangunkan lah bos. Jika tidak dibangunkan nanti makanannya keburu dingin kan nggak enak" Jawab Cleo polos.
"Jangan sentuh dia, atau kau habis ku cincang" Ancam Riko sambil berdiri dari kursi nya.
"Memang aku wortel yang bisa dicincang" Ucap Cleo pelan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena kebingungan dengan ucapan bosnya.
(anggap saja gambar diatas menggunakan pakaian formal ya😊)
Next
"Kau bahkan lebih buruk dari pada wortel" Ucap Riko asal.
"Kau boleh keluar" Ucap Riko lagi.
"Baik bos" Jawab Cleo lalu berjalan keluar masih dengan kebingungannya.
Setelah kepergian Cleo, Riko mendekati sofa dan duduk dilantai tepat didepan wajah Imelda yang sedang tertidur itu untuk menyamakan tinggi nya.
"Kau sangat manis saat tertidur" Ucap Riko pelan sambil tersenyum sedangkan tangannya mengelus wajah Imelda lembut.
__ADS_1
"emhh" lenguh Imelda saat merasakan ada yang mengusiknya.
Imelda perlahan membuka matanya, saat matanya terbuka dia sudah dihadapkan dengan pemandangan sosok tampan yang sedang menatapnya dengan senyuman yang sangat manis.
"Astaga, dia sangat tampan, apa dia benar-benar akan menjadikan aku istrinya? aaa aku pasti akan sangat bahagia jika hal tersebut jadi nyata" ucap Imelda didalam hati.
"Maaf, apa aku mengganggu tidurmu?" tanya Riko yang berhasil membuat Imelda sadar dari hayalannya.
"Tidak kak" Jawab Imelda sambil bangkit untuk duduk.
Imelda membelalakkan matanya saat melihat banyak makanan yang tertata rapi diatas meja yang ada didepan nya itu.
"Tidak kita hanya makan berdua" Jawab Riko yang sudah duduk di samping Imelda.
"Sebanyak ini?" Tanya Imelda heran
"Tentu saja, bagaimana pun aku harus memastikan bahwa calon istriku tidak kelaparan" Ucap Riko lembut. Imelda yang mendengar jawaban Riko lagi-lagi membuat wajahnya memerah. Riko yang melihat wajah Imelda memerah itu pun tersenyum.
"Ayo kita makan, Aku akan mengambilkannya untukmu" Ajak Riko seraya mengambil makanan
"Tidak perlu kak Melda bisa mengambilnya sendiri" Tolak Imelda halus.
__ADS_1
"Aku sangat tidak suka penolakan, jadi kau tetap diam disitu tunggu sampai aku selesai mengambilnya. Atau kau juga ingin ku suapi?" Goda Riko
"Ti tidak kak, Melda akan makan sendiri" Tolak Imelda gugup.
Setelah selesai mengambilkan untuk Imelda, Riko juga mengambil untuk dirinya sendiri.
Mereka makan dengan suasana hening tapi tidak dengan mata Riko yang sedari tadi terus menatap intens wanita yang ada di depannya itu.
"Aku bahkan tidak percaya bahwa aku akan jatuh cinta pada gadis polos sepertimu, Aku akan menjadi pria sangat beruntung di dunia jika aku berhasil membuatmu jatuh cinta kepadaku dan membuatmu menjadi milikku seutuhnya" ucap Riko didalam hati.
Imelda yang merasa ditatap intens oleh Riko pun menundukkan kepalanya.
Setelah 20 menit akhirnya mereka menyelesaikan makan siang mereka.
Riko memanggil petugas kebersihan atau OB untuk membersihkan sisa makanan mereka. Meskipun Riko mempunyai asisten tapi Riko tidak pernah menyuruh sang asisten bekerja di luar kemampuan nya.
"Aku sebentar lagi akan rapat, jika kau bosan kau bisa memainkan ponselku atau tidur di kamar itu sambil menonton televisi" Ucap Riko seraya menyerahkan ponselnya dengan tangan kanan sedangkan dagunya digunakan isyarat untuk menunjuk ruangan pribadi Riko.
"Terima kasih kak, Melda akan menonton televisi saja. Lagi pula nanti akan sangat merepotkan jika ponsel kakak ada kepentingan sedangkan ponsel kakak di tangan Melda" Tolak Imelda halus.
"Tidak apa, Pakailah" Ucap Riko sambil menarik tangan Imelda dan meletakkan ponsel nya di telapak tangan Imelda.
"Terima kasih kak" Jawab Imelda sambil tersenyum.
__ADS_1