Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 175


__ADS_3

Sedangkan diluar vila, terlihat baby Gibran sedang bermain pasir ditemani oleh Riko dan Imelda. Seolah tidak merasa lelah, baby Gibran sangat ceria saat bisa melihat ombak dan bermain pasir. Imelda mengawasi baby Gibran seraya menyandarkan kepalanya dipundak sang suami. Beda dengan baby Gibran, Imelda merasa sangat lelah tapi dirinya tidak bisa tidur saat suami dan anaknya bermain. Bahkan sudah berulang kali Riko membujuk Imelda tapi Imelda terus menolaknya.


Hingga hari mulai gelap, baby Gibran diajak masuk oleh Imelda dan Riko.


"Ain ain ady ain" baby Gibran merengek saat Riko menggendongnya.


"Besok lagi ya sayang sudah malam" Imelda menenangkan baby Gibran seraya mengelus rambut halus baby Gibran.


"Besok kita main lagi oke" Riko membantu Imelda menenangkan baby Gibran dan itu berhasil.


Keesokan harinya, keluarga Gunawan memutuskan untuk bermain dipantai bersama-sama sebelum pulang. Rencananya nanti sore mereka akan kembali tapi tidak dengan Andra dan Dinda yang akan pergi bulan madu.


Vani sedang bermain dengan Alvian dan juga baby Gibran sedangkan Riko dan Imelda mengelilingi pantai berdua. Bukan mereka tidak ingin mengajak baby Gibran tapi baby Gibran yang memang ingin ikut Alvian dan Alvian pun tidak keberatan.


Saat tengah bermain, baby Gibran melihat seorang wanita menangis dipinggir pantai. Baby Gibran langsung berdiri dan berlari menuju wanita tersebut. Alvian dan Vani yang sibuk bercanda tidak menyadari jika baby Gibran pergi.


"Apa onty apaa" baby Gibran mencoba bertanya apa penyebab wanita tersebut menangis seraya menepuk-nepuk lengan wanita tersebut.

__ADS_1


Bukannya menjawab, wanita tersebut semakin menangis. Baby Gibran langsung kembali ketempatnya untuk memanggil Alvian dan Vani.


"Ontyy onty aiss onty aiss" baby Gibran menarik dres yang Vani gunakan.


"Ada apa?" tanya Alvian dan langsung memangku baby Gibran.


"Ada apa sayang?" tanya Vani tak kalah penasarannya.


"Onty ais onty aiss" baby Gibran langsung berontak untuk turun dan menarik tangan Alvian dan Vani untuk menunjukkan. Alvian dan Vani saling pandang sebelum akhirnya menuruti baby Gibran.


"Aiss ais" baby Gibra menunjuk wanita tersebut, Alvian langsung menggendong baby Gibran dan berjalan menuju wanita tersebut diikuti Vani disampingnya.


"Anda kenapa?" tanya Vani seraya memegang kedua bahu wanita tersebut.


Wanita tersebut mendongak hingga membuat Vani dan Alvian terkejut untuk sesaat.


"Lexa, apa yang kau lakukan disini?" tanya Vani terkejut

__ADS_1


"Aku kemarin bermain diujung pantai sebelah sana dan akhirnya aku ketinggalan kapal. Aku semalam disini karena bingung bagaimana cara pulang" Jawab Lexa penuh drama dan mencuri pandang kearah Alvian.


"Astaga Lexa kenapa tidak ke Vila" Vani yang khawatir langsung memeluk sepupunya itu. Sedangkan Alvian membuang muka, Alvian tahu jika itu hanya akal-akalan Lexa.


"Dasar wanita ular" gumam Alvian didalam hati.


"Anke mamam anke mamam" baby Gibran yang lapar berceloteh.


"Sayang ayo kembali ke Vila, Gibran lapar" ucap Alvian dan langsung menarik tangan Vani untuk kembali.


"Sayang bisakah aku membawa Lexa kevila, kasian dia" Vani sengaja melakukan itu untuk memastikan apakah Lexa benar seperti dugaannya atau tidak.


"Terserah kau saja" jawab Alvian acuh dan langsung berjalan terlebih dahulu.


"Vanii Vani kenapa kau bodoh sekali" gumam Lexa tanpa mengalihkan pandangannya dari Alvian.


"Kuharap kau tidak seperti apa yang aku pikirkan" gumam Vani seraya menuntun Lexa dan menatap wajah Lexa seolah tidak mengalihkan pandangannya dari Alvian yang berjalan lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2