Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 87


__ADS_3

"Tidak. Sebentar aku akan mengambil sesuatu" Ucap Imelda kemudian kembali masuk kedalam kamar.


Riko pun hanya memperhatikan Imelda yang kebingungan dengan kopernya.


"Kau mencari apa sayang?" Tanya Riko


"Nahh ketemu" Ucap Imelda dengan mata berbinar.


"Itu untuk apa sayang?" Tanya Riko heran.


"Untukmu sayang" Jawab Imelda seraya memakaikan topi dan masker pada Riko.


"Apa kau malu jalan denganku?" Tanya Riko sendu.


"Tidak sayang. Hanya saja aku tidak mau ada lebah yang selalu menganggu milikku meskipun itu hanya melihat saja." Jawab Imelda hingga membuat Riko lega kemudian terkikik.


"Apa istriku cemburu?" Goda Riko.


"Tidak. Hanya waspada" Elak Imelda


"Apakah yakin?" Tanya Riko sekali lagi.


"Ayo kita pergi" Ajak Imelda mengalihkan pembicaraan.


Mereka pun berjalan menyusuri hotel dengan tangan yang terus bertautan.

__ADS_1


"Sebentar sayang. Aku akan menghubungi Cleo untuk mengirimkan mobil" Ucap Riko saat mereka sudah berada di lift.


"Tidak perlu. Kita akan jalan kaki" Ucap Imelda seraya mengambil ponsel Riko.


"Tapi sayang" Ucap Riko menggantung karena mulutnya sudah dibungkam dengan jari telunjuk oleh Imelda.


"Kita akan makan malam direstoran hotel saja untuk apa naik mobil" Ucap Imelda dan langsung menarik tangan Riko keluar dari lift.


Riko pun hanya pasrah dan menggelengkan kepalanya.


Mereka menyusuri lantai dasar hotel untuk sampai direstoran. Setelah sampai direstoran, semua orang menatap mereka yang baru saja masuk kedalam restoran.


"Lihatlah mereka. Mereka masih saja memperhatikanmu meskipun kau sudah memakai topi dan masker" gerutu Imelda hingga membuat Riko tersenyum kemudian menarik pinggang Imelda.


"Tidak ada yang bisa menggantikanmu sayang. Aku hanya milikmu begitu juga sebaliknya" Ucap Riko seraya menuntun Imelda untuk duduk.


"Kau mau pesan apa sayang?" Tanya Riko


"Samakan saja" jawab Imelda.


Riko pun menyebutkan pesanannya kepada pelayan. Tidak lama pelayan sudah kembali dengan makanan mereka.


Saat pelayan akan menata makanan di meja, suara tegas Riko menghentikan aktifitas sang pelayan tersebut.


"Biar aku saja yang menata makanannya" ucap Riko dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Tapi tuan"


"Tidak ada tapi-tapi an." Ucap Riko dingin.


"Sayang kenapa kau melakukan itu?" Tanya Imelda heran.


"Aku tidak mau jika sampai tangan tuan putriku ketumpahan makanan. Meskipun ini tidak ada kopi atau minuman panas tapi aku tetap tidak mau mengotori tanganmu sayang apa lagi jika sampai tanganmu terluka" jelas Riko dengan senyum tampannya hingga membuat Imelda terharu sedangkan pelayan yang masih setia berdiri disamping meja tersebut menjadi kagun dengan perlakuan Riko pada Imelda.


"Biar aku bantu sayang" ucap Imelda.


"Tidak perlu sayang. Kau hanya perlu duduk manis disitu" Tolak Riko lembut sedangkan pelayan pun semakin terkesima dengan Riko yang tidak hanya tampan tapi juga sangat mencintai wanitanya.


"Baiklah" jawab Imelda pasrah.


Mereka berdua mulai memakan makanannya tapi pelayan tersebut masih setia menatap Riko dengan tatapan kagum. Imelda yang melihat itupun sedikit risih. Sedangkan Riko hanya memasang wajah datarnya.


"Suamiku aku ingin disuapi" ucap Imelda sedikit keras hingga pelayan tersebut pun tersadar dari lamunannya.


Riko yang mendengar permintaan Imelda pun terkejut tapi juga bahagia. Dengan cepat Riko menyuapi Imelda penuh perhatian.


"Ma-maaf saya permisi tuan nona" ucap pelayan tersebut dan langsung berlalu pergi.


Setelah kepergian pelayan tersebut, Imelda pun tersenyum penuh kemenangan kemudian melanjutkan makannya. Riko hanya tersenyum dan mengacak rambut Imelda gemas.


"Aku sangat suka saat istriku cemburu" goda Riko hingga membuat wajah Imelda memerah.

__ADS_1


Mereka melanjutkan makannya dengan romantis sambil sesekali saling bergantian menyuap.


__ADS_2