Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 210-S2


__ADS_3

Di bagian kota lain, Gibran terlihat bersiap untuk pergi kekampus dan memulai hari pertamanya. Mencoba mengenakan kostum untuk melancarkan misinya, Gibran terlihat sangat berbeba dengan kemeja yang dimasukkan kedalam celana dan menggunakan kacamata bulatnya, tak lupa juga rambut yang ditata selicin mungkin. Sungguh, penampilan seperti ini tidak seperti Gibran yang biasanya.


Cekrekk


Gibran mengambil gambarnya melalui cermin dan mengirimkan pada Chayra untuk meminta pendapat. Cukup lama menunggu balasan dari Chayra tapi tidak juga dibalas oleh sang adik. Sepertinya Gibran lupa jika Chayra sedang menikmati mimpi di siang bolongnya.


"Sepertinya ini sudah sempurna" Gibran membenarkan kemejanya dan langsung mengambil tasnya untuk berangkat dengan menaiki motor maticnya yang baru saja sampai dikirimkan oleh Riko 15 menit yang lalu. Penampilan Gibran sudah terlihat seperti masyarakat kalangan menengah kebawah, karena kemeja dan celana yang dipakainya tidak bermerk hanya jam pemberian Chayra saja yang terlihat menonjol.


Menaiki motor beatnya, Gibran terlihat sangat berbeda. Bahkan terlihat seperti orang lain bukan seperti Gibran tampan pewaris keluarga Yunanda sekaligus CEO dari hotel Ryuichi.


Memasuki gedung kampus barunya, Gibran sukses membuat pandangan semua orang tertuju padanya. Bagaimana tidak? Ini kampus elite dan bergengsi dikota tersebut bahkan kampus ini diakui sebagai kampus terbaik di negara ini tapi ada mahasiswa baru yang berpakaian seperti pria culun yang tidak bermateri.


"Itu siapa? Mahasiswa baru?"

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu, apa mungkin dia salah alamat?"


"Mana mungkin, saat masuk kesini dia tadi pasti sudah bertanya lebih dulu pada security"


"Tapi lihatlah penampilannya, sangat menjijikkan"


"Benar, disini kampus bergengsi mana mungkin ada pria miskin yang kuat dengan biaya kuliah disini"


"Berhenti menghakimi orang lain, Jangan nilai seseorang dari luarnya, dia hanya miskin harta tidak miskin etika seperti kalian"


"Cih, sok dewasa sekali dia" gadis tersebut langsung berlalu tanpa mendengarkan ocehan mahasiswi tadi.


Gibran langsung menuju ruang rektor untuk berkerja sama dengan pihak kampus agar merahasiakan identitas aslinya.

__ADS_1


Tok tok tok


"Masuk" setelah dipersilahkan masuk, Gibran langsung membuka pintu perlahan.


"Silahkan duduk" Rektor sangat profesional, Rektor bersikap sopan dan tidak mendeskriminasi Gibran karena penampilannya.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Rektor dengan wajah heran karena tidak biasanya ada mahasiswa yang masuk kedalam ruangannya jika tidak ada kepentingan yang sangat genting.


"Saya hanya ingin pihak kampus merahasiakan identitas saya sesungguhnya, saya tidak mau ada satu orangpun yang mengetahui kebenarannya sampai saya lulus dari universitas ini" ucap Gibran dengan tegas dan wajah datarnya.


"Mohon maaf sebelumnya, siapa nama anda?" Tanya Rektor dengan menatap wajah Gibran yang sama sekali tidak terlihat keraguan atau ketakutan disana.


"Ryuichi Gibran Saquelle Yunanda, saya hanya akan memperkenalkan nama saya dengan nama Gibran Squelle. Jadi saya mohon pihak kampus dapat membantu saya" Gibran menjelaskan dengan tegas.

__ADS_1


"Baik, apa ada hal lain?" Tanya Rektor.


"Saya kira cukup, terima kasih dan saya permisi" Gibran langsung bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan ruang Rektor. Tanpa Gibran ketahui, Rektor yang terkenal tegas itu diam-diam menyimpan rasa gugup yang teramat sangat saat mengetahui nama asli Gibran karena menurut Rektor tersebut, keluarga Yunanda dan keluarga Gunawan bukan keluarga biasa. Keluarga Yunanda dan keluarga Gunawan sering meluncurkan dana yang tidak tanggung-tanggung pada universitas-universitas atau panti asuhan di negara ini. Itu yang membuat keluarga Yunanda dan kekuarga Gunawan sangat disegani.


__ADS_2