Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 164


__ADS_3

Ben membeku, mendengar apa yang diucapkan Vira seperti mimpi baginya. Bagaimana tidak? dia yang sudah menyerah tapi mendapat kejutan tak terhingga ini. Apakah ini buah dari perjuanganku selama ini? batin Ben bertanya-tanya.


Ben membalikkan badannya, dilihatnya Vira masih diam menunduk. Ben langsung memeluk Vira, tak henti-hentinya dia mencium pucuk kepala Vira dan Vira pun membalasnya dengan pelukan erat.


"Terima kasi!h. Aku lebih mencintaimu" Ben tak kuasa menahan air matanya, air mata haru bukan air mata kesedihan. Ternyata apa yang diperjuangkan selama ini membuahkan hasil. Tidak ada perjuangan yang sia-sia asalkan kita mau konsisten dalam memperjuangkannya.


Ben melepaskan pelukannya, menangkup wajah imut Vira dan mengusap air mata Vira.


Cupp


Satu kecupan mendarat di kening Vira. Vira dibuat terkejut, pasalnya dirinya dan Ben sudah menjadi tontonan mahasiswa yang lain. Vira malu dan langsung membenamkan wajahnya didada bidang Ben. Sedangkan Ben tersenyum, tidak menyangka jika Vira sudah menerima cintanya.


Ben langsung membawa Vira untuk pergi dari kampus karena jam mata kuliah mereka sudah selesai. Di perjalanan tak henti-hentinya Ben mencium tangan Vira.


"Ada apa dengan jantungku" gumam Vira didalam hati.


...****************...

__ADS_1


Sedangkan di kantor Yunanda, Riko dibuat bingung dengan kelakuan sekretaris sekaligus asistennya itu, siapa lagi kalau bukan Cleo. Hari ini Cleo tidak seperti biasanya, Cleo hanya diam dan lebih sedikit bicara.


Jam makan siang tiba, Cleo sudah memantapkan hatinya untuk berbicara pada Riko hari ini. Siap tidak siap perusahaannya lebih membutuhkannya.


"Bos" Cleo langsung masuk setelah mengetuk pintu dan diijinkan masuk oleh Riko.


"Ya, apa ada hal penting?" Riko yang hendak menelvon Imelda mengurungkan niatnya saat melihat Cleo seperti bimbang.


"Saya ingin berbicara penting" entah sejak kapan Cleo yang selalu bersikap konyol menjadi gugup seperti ini.


"Bicaralah" jawab Riko kemudian membenarkan posisi duduknya.


"Apa ada masalah?" tanya Riko seraya menatap Cleo yang sedang gugup itu.


"Sejujurnya saya sudah mempunyai perusahaan sendiri bos. Saya membangunnya dengan hasil bekerja di keluarga anda, dan saat ini perusahaan saya membutuhkan saya jadi saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan Yunanda" Riko kagum dengan Cleo, sekarang tidak ada alasan untuk Riko menahan Cleo disini. Perusahaan Cleo lebih membutuhkan pemimpin.


Riko langsung meraih map yang berisi surat pengunduran diri Cleo itu dan menandatanganinya. Cleo lega, tidak seperti ekspetasinya.

__ADS_1


"Terima kasih bos" Cleo benar-benar bersyukur memiliki bos sekaligus sahabat yang sangat baik seperti Riko.


"Apa kau akan pergi sekarang?" Riko bertanya seraya menutup amplop pengunduran diri Cleo.


"Tidak bos, saya akan pergi besok. Dan rencananya saya akan mengundang tuan dan nyonya besar untuk makan malam sekaligus saya ingin berpamitan" Cleo mengutarakan niat keduanya.


"Baik aku akan memberi tahu mama dan papa"


"Tidak perlu bos, rasanya tidak sopan jika saya tidak berbicara langsung dengan mereka"


"Baik terserah kau saja" apapun keputusan Cleo, Riko selalu mendukungnya.


"Terima kasih bos, saya permisi" Ucap Cleo dan langsung berdiri dari duduknya.


Sesampainya diluar, Cleo mengelus dada dan menghela nafas lega hingga membuat Selly yang duduk didepan ruangan Riko menjadi heran dengan tingkah asisten sang bos itu.


"Apa anda baik-baik saja pak?" pertanyaan Selly membuat Cleo sedikit kesal.

__ADS_1


"Ya, ikut keruanganku sekarang" Setelah mengucapkan itu, Cleo langsung berlalu meninggalkan Selly yang masih terbengong dengan sikap aneh Cleo.


__ADS_2