Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 101


__ADS_3

Kini mereka semua sudah pergi meninggalkan gudang yang digunakan untuk menyekap Imelda itu. Imelda berada dalam gendongan Riko, karena kaki Imelda yang terkilir. Riko dan Imelda menuju rumah sakit bersama dengan Andra dan Alvian. Andra yang menjadi pengemudi dan Alvian yang duduk disampingnya. Sedangkan Riko dan Imelda duduk dibelakang.


Suasana malam yang dingin ditambah rintik gerimis yang membasahi ibu kota, Imelda menjadi kedinginan karena tubuhnya yang memang sangat lemas. Imelda menggigil kedinginan meskipun Riko sudah mendekapnya dengan sangat erat.


Imelda juga membalas pelukan Riko tak kalah eratnya. Tubuhnya benar-benar menggigil bahkan sangat lemas.


"Kau tidak apa sayang?" tanya Riko khawatir.


Imelda pun mendongakkan kepalanya dan tersenyum kemudian mengangguk lemah.


"Kau sangat pucat sayang" ucap Riko cemas.


"Astaga sayang. Kau demam" ucap Riko saat merasakan suhu panas ditubuh Imelda.


"Kak bagaimana ini?" tanya Riko panik.


"Tenanglah. Kau ajak Melda bicara terus agar dia tidak pingsan" ucap Andra tidak menunjukkan rasa cemasnya karena tidak ingin keadaan menjadi rumit.


"Kak lebih cepat" panik Alvian.


"Sayang" panggil Riko pelan dan Imelda pun mendongakkan kepalanya kemudian langsung pingsan.


"Astaga kak. Melda pingsan" ucap Riko panik.


"Sayang. Bangun jangan membuatku takut" panik Riko seraya memeluk Imelda sangat erat.

__ADS_1


"Bagaimana kak?" tanya Alvian ikut panik.


"Sebentar lagi sampai" jawab Andra dan kembali menambah laju mobilnya.


Setelah 5 menit, akhirnya mobil yang ditumpangi mereka pun sampai. Dengan cepat Alvian membantu membukakan pintu mobil untuk Riko atau lebih tepatnya Imelda.


Riko langsung membopong Imelda dan membawanya masuk dengan berlari diikuti oleh Andra dan Alvian dibelakangnya. Mereka langsung disambut oleh perawat yang membawa brankar rumah sakit. Dengan langkah seribu, Riko mengikuti Imelda yang sudah dibaringkan dengan didorong oleh beberapa perawat.


Tergambar jelas raut wajah khawatir di ketiga orang berwajah tampan itu. Bahkan banyak pasang mata yang memperhatikan mereka. Mereka juga berpikir siapa yang sakit sampai ketiga pria itu terlihat sangat cemas dengan keadaannya.


Imelda sedang ditangani oleh dokter sedangkan ketiga pria itu sedang duduk frustasi didepan ruangan rawat Imelda.


"Mau kemana?" tanya Andra saat melihat Alvian berdiri dari duduknya.


"Mengurus orang yang sudah membuat adikku seperti itu" ucap Alvian. Terlihat jelas aura kemarahan yang dipancarkan Alvian hingga membuat Riko semakin merasa bersalah karena sudah lalai dalam menjaga sang istri.


"Baiklah" jawab Alvian pasrah.


"Maafkan aku kak. Aku sudah lalai dalam menjaga istriku sendiri" ucap Riko seraya menundukkan kepalanya.


"Ceritakan pada kami apa yang sebenarnya terjadi? bagaimana bisa Melda sampai diculik?" tanya Alvian sedikit emosi.


"Vian" tegur Andra dengan tatapan mata yang tegas.


"Jadi..." Riko pun menceritakan kejadian dari awal sampai akhir tanpa terlewat satupun. Sedangkan Andra dan Alvian pun mengerti bahwa ini bukan salah Riko.

__ADS_1


Tidak lama pintu terbuka menampilkan dokter yang baru saja memeriksa Imelda. Dengan cepat, ketiga pria itu menghampiri dokter cantik tersebut. Karena Imelda dibawa kerumah sakit terdekat, jadi dirumah sakit ini tidak ada para sahabat Imelda karena akan sangat membutuhkan waktu lama jika Imelda dilarikan kerumah sakit pusat. Meskipun begitu, rumah sakit ini juga dibawah naungan keluarga Gunawan.


"Siapa keluarga pasien?" tanya Dokter tersebut bingung karena ketiga pria tampan itu langsung berlari menghampirinya dengan wajah cemas.


"Saya suaminya" ucap Riko.


"Saya kakak pertamanya." ucap Andra.


"Saya kakak keduanya" ucap Alvian.


Dokter tersebut terkejut saat mendengar penjelasan mereka. Menurutnya, pasiennya kali ini benar-benar beruntung karena dikelilingi oleh pria tampan.


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Riko tidak sabar.


"Pasien baik-baik saja. Hanya lukanya yang masih membekas tapi kami sudah memberinya salep" jelas dokter tersebut.


"Apakah kami bisa melihatnya?" tanya Andra.


"Bisa. Tapi disarankan bergantian karena takut jika mengganggu istirahat pasien" ucap dokter tersebut.


"Baik. terima kasih" ucap Andra.


"Sama-sama. kalau begitu permisi tuan" pamit dokter tersebut dan langsung melenggang pergi.


🌼🌼

__ADS_1


Karena banyak yang bilang dipart sebelumnya pendek jadi ini aku buat panjang ya😍Happy reading🌹Jangan lupa vote dan like ya🤗


__ADS_2