
"Jangan takut. Percaya padaku bahwa aku tidak akan menyakitimu" ucap Bimo seraya mengelus rambut Vira.
Vira pun menganggukkan kepalanya pelan. Dan Bimo pun tersenyum sekilas.
"Yang kau pukul tadi adalah kakakmu, kakak yang selalu sayang padamu, bahkan kakakmu rela tidak tidur selama beberapa hari ini untuk menjagamu, jangan berpikir bahwa kau sendiri, kau disini mempunyai banyak orang yang menyayangimu. Lawan ketakutanmu karena yang kamu takutkan itu tidak terjadi. Kamu masih gadis suci ingat itu" ucap Bimo.
"Hiks hiks pasti kak Deny membenci Vira karena Vira menolaknya" dan akhirnya Bimo sudah berhasil membuat Vira sedikit sadar akan laki-laki yang ada disekitarnya.
"Mereka tidak akan membencimu, apa kau ingin dia kesini? Apa kau ingin memeluknya?" Tanya Bimo dan lagi-lagi Vira pun hanya mengangguk.
"Tunggu sebentar aku akan memanggilnya" ucap Bimo dan langsung berdiri dari duduknya.
Bimo pun membuka pintu dan ternyata diluar ketiga orang tersebut sedang duduk di kursi tunggu.
"Maaf tuan, adik anda ingin bertemu." ucap Bimo pada Deny.
Deny langsung berlari dan Riko yang ingin ikut pun gagal karena Bimo melarangnya.
__ADS_1
"Maaf tuan, pasien belum mengingat semua orang yang ada di dekatnya jadi saya mohon anda tidak membuatnya kembali tertekan" ucap Bimo tegas dan langsung menutup pintu.
Sedangkan diluar, Riko sedikit kesal karena tidak diperbolehkan masuk. Tidak lama terdengar suara yang memanggil nama Imelda. Riko dan Imelda langsung menoleh ke sumber suara.
"Meldaa" panggil orang tersebut yang tak lain adalah Vani dan juga Dinda.
Imelda langsung berdiri dan memeluk kedua sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu itu. Sedangkan Riko menggelengkan kepalanya dan tersenyum saat melihat sang istri begitu bahagia saat bertemu sahabatnya.
"Siapa yang sakit Mel?" Tanya Dinda.
"Adik sepupu tuan Riko" ceplos Vani dan langsung menutup mulutnya dengan tangannya.
"Emm ta-tadi aku bertemu dokter Syifa ya dokter Syifa" ucap Vani gugup.
"Jangan percaya Din, dia pasti tau dari Kak Alvian" jawab Imelda dan langsung mendapat tatapan tajam dari Vani.
"Cieee" goda Dinda hingga membuat Vani semakin malu.
__ADS_1
Vani pun langsung berlari pergi hingga membuat Dinda dan Imelda semakin tertawa karena tingkah menggrmaskan dari Vani. Tidak lama Dinda juga langsung menyusul Vani setelah berpamitan pada Imelda dan Riko.
"Sayang, aku ingin ke toilet kamu disini saja ya" ucap Imelda lembut.
"Iya sayang hati-hati" jawab Riko dan mengecup pipi Imelda.
Saat akan melangkahkan kakinya meninggalkan ruang rawat Vira, langkah kaki Imelda terhenti saat ada seseorang yang memanggilnya.
"Dokter Melda" panggil seorang pria tampan dengan jas dokter yang terbalut ditubuhnya.
Riko langsung menatap tajam dokter tersebut hingga membuat Imelda menggelengkan kepalanya dan memeluk Riko.
"Bisakah kita bicara dok?" Tanya Dokter tersebut.
"Apa kau tidak melihat bahwa disini ada suami nya?" Tanya Riko sinis.
"Bicarakan disini saja dok. Sudah tidak perlu ada yang ditutupi, saya selalu terbuka pada suami saya" perkataan Imelda berhasil membuat Riko salah paham. Riko langsung melepaskan pelukan nya dan menatap Imelda tajam hingga membuat Imelda terkejut.
__ADS_1
"Apa maksut nya? apa yang kau tutupi dariku?" Ucap Riko dingin.