Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 174


__ADS_3

Sedangkan Lexa langsung berlari kearah pantai dan menajuh dari tempat acara hatinya benar-benar hancur saat melihat orang yang disukainya melamar wanita lain dihadapannya.


"Ahhh kenapa kau selalu mendapatkan apa yang aku inginkan? kenapa takdir tidak pernah berpihak padaku. Awas kau, aku akan mengambilnya darimu. Dia milikku tidak boleh ada perempuan lain yang memilikinya" Lexa meluapkan emosinya.


Lexa memutuskan untuk tidak kembali ke acara, duduk ditepi pantai ditemani ombak yang menerpa kaki mulusnya. Rambut terombang-ambing karena angin yang kencang membuat kecantikan Lexa bertambah. Tidak bisa dipungkiri jika wajah Lexa sangat cantik bahkan dia sering mengikuti fashion show dibeberapa negara tapi karena sifat buruknya membuat kecantikan Lexa tertutup.


Kembali ketempat acara, Alvian yang sudah memakaikan cincin dijari manis Vani langsung mengajak Vani kembali bergabung bersama keluarga nya. Jangan tanyakan darimana Alvian bisa mendapat cincin, tentu saja Alviaj sudah membawanya sendiri untuk jaga-jaga dan sekarang benar dia membutuhkannya. Vani memeluk mamanya haru. Sinta tidak menyangka, putri kecilnya sudah beranjak dewasa.


"Ma Vani sudah tunangan ma" ucap Vani terharu seraya memperlihatkan cincin dijari manisnya.


"Iya nak selamat ya" Sinta menitikkan air matanya seraya sesekali mencium pucuk kepala Vani.


"Selamat" ucap Heru seraya menepuk pundak Alvian.


...****************...


Akhirnya acara pun selesai, tepat jam empat sore para tamu kembali memasuki kapal untuk pulang begitu juga dengan keluarga Vani dan keluarga Yunanda. Heru sudah melarang kedua keluarga itu pulang dengan kapal tapi keluarga itu bersikeras.

__ADS_1


"Sayang" Andra memanggil Dinda yang sedang berada didalam kamar mandi kamar pengantin.


"Iya" sahut Dinda dari dalam kamar mandi.


"Kenapa lama sekali? kau tidak apa kan?" tanya Andra dengan nada khawatir


"Tidak apa sayang" Jawab Dinda.


"Aduhh ini gimana sih cara bukanya, susah sekali" Dinda kesusahan membuka resleting bajunya.


"Iya sayang" jawab Andra dari depan pintu kamar mandi.


Perlahan Dinda membuka pintu dan dilihatnya Andra yang berdiri seraya menyenderkan tubuhnya ditembok.


"Tolong bantu aku membuka ini" Dengan menahan malu, Dinda menunjukkan resleting yang berada dipungungnya.


Andra tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dengan cepat ia ikut masuk kedalam kamar mandi dan mengunci pintunya.

__ADS_1


"Sa-sayang" Dinda gugup saat Andra berjalan semakin mendekat hingga tubuhnya terbentur dinding kamar mandi.


"Hahaha kenapa kau menjauh, aku hanya ingin membuka bajumu eh membantumu membuka baju" ucap Andra disertai tawa kecil. Dengan ragu, Dinda membalikkan tubuhnya agar Andra lebih mudah untuk membuka resletingnya.


Setelah terbuka, Andra terkesiap melihat punggung istri yang mulus tanpa noda sedikitpun. Andra langsung menurunkan gaun yang dipakai Dinda. Awalnya Dinda menariknya tapi lama-lama tetap Andra yang berhasil menurunkannya. Wajah Dinda bersemu bak tomat, dirinya sangat malu.


Setelah gaun terlepas sempurna, Andra melepas kemejanya dan membuangnya sembarang arah. Membalikkan tubuh Dinda dan melihat bentuk tubuh sang istri dari atas sampai bawah.


"Sayang" pangil Andra mesra dan Dinda sudah memalingkan wajahnya agar Andra tidak melihat wajah merahnya.


Andra langsung menangkup bibir Dinda dengan kedua tangannya kemudian menyesapnya penuh cinta. Mandi yang awalnya hanya berniat membersihkan diri berubah menjadi kdgiatan panas pengantin baru tersebut.


Setelah satu jam berada dikamar mandi, Andra langsung membopong Dinda membawanya keluar. Dengan senyuman merekah, Andra menatap sang istri yang tengah memakai baju santai kemudian berbaring diranjang dengan. Andra menyusul sang istri kemudian mencium kening Dinda penuh cinta. Tidak ada lagi Andra yang dingin seperti dulu sekarang hanya ada Andra yang hangat.


"Terima kasih" ucap Andra kemudian memeluk sang istri.


Dinda hanya mengangguk dan membenamkan kepalanya didada bidang sang suami. Capek, Dinda benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya akan diunboxing secepat itu.

__ADS_1


__ADS_2