
Kini Imelda dan Riko sudah berada didalam kamar hotel mereka karena hujan sudah mulai turun. Mereka berdua menonton televisi dengan Riko yang tidur dipangkuan Imelda.
"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Imelda seraya mengusap lembut rambut Riko.
"Tentu sayang" Jawab Riko dengan senyuman manisnya.
"Apa kau yang mengundang Deny waktu pernikahan kita?" Tanya Imelda ragu-ragu.
"Kenapa kau malah menanyakan pria lain dihadapanku?" Tanya Riko dan langsung duduk.
"Maafkan aku" Jawab Imelda menunduk karena takut jika Riko akan marah padanya.
Riko pun menghela nafas panjang dan membuangnya perlahan. Riko mendekap erat Imelda dalam pelukannya.
"Iya. Aku yang mengundangnya. Bagaimanapun dia adalah sepupu ku dan dia sangat manja padaku dulu. Meskipun orang tuanya bersikap tidak baik pada keluargaku tapi aku tidak bisa membenci Deny karena memang Deny tidak tahu apa-apa" Jelas Riko.
Imelda pun semakin kagum dengan kedewasaan suami nya itu.
"Apa orang tuanya juga datang?" Tanya Imelda seraya mendongakkan kepalanya.
"Iya" Jawab Riko singkat.
__ADS_1
"Tapi kenapa mereka tidak menyapa kita?" Tanya Imelda dengan keheranannya.
"Karena mereka sibuk menjadi penjilat keluarga kaya termasuk keluarga kamu sayang" Ucap Riko.
"Kenapa mereka jadi seperti itu? Mereka tidak seperti yang dulu aku kenal" ucap Imelda sendu.
"Mereka terobsesi dengan harta sayang. Orang akan melupakan segalanya jika sudah menjadi gila harta" Jelas Riko.
Imelda pun hanya diam dan membenamkan wajahnya didada bidang Riko.
"Apa kau sudah lama mengenal mereka?" tanya Riko yang sengaja memancing Imelda.
"Apa hanya Deny teman masa kecilmu?" Tanya Riko kembali memancing Imelda.
"Tidak. Ada satu orang tapi entah dimana dia sekarang." Jawab Imelda
"Siapa namanya?" Tanya Riko.
"Aku tidak tau. Yang jelas aku selalu memanggilnya hanya dengan sebutan kakak." jelas Imelda dan membuat Riko tersenyum.
Riko pun melepaskan pelukannya dan menatap manik Imelda.
__ADS_1
"Apa kau tidak ingat aku sayang?" tanya Riko.
"Tentu aku mengingatnya. Kau suamiku" jawab Imelda polos dan Riko puh terkikik karena jawaban Imelda sangat menggemaskan.
"Bukan itu sayang" Ucap Riko hingga membuat Imelda bingung.
"Lalu?" tanya Imelda masih dengan kebingungannya.
"Aku adalah kakak masa kecilmu yang selalu kau ganggu saat aku bermain dirumah Deny. Waktu itu kau selalu membuat ulah untuk merebut perhatianku tapi aku sama sekali tidak memperdulikannya dan bersikap dingin padamu. Hingga suatu saat aku akan kembali dengan orang tuaku keluar negeri. Waktu itu kau sangat histeris saat mendengar aku akan pergi dan ayahmu pun menenangkanmu jika suatu saat aku akan kembali dan kau percaya itu. Apa kau tidak ingat jika sudah membuat janji untuk kita bersama? Sekarang takdir mempersatukan kita. Meskipun awalnya aku tidak pernah menganggap serius ucapanmu, karena memang aku selalu berpikir bahwa itu hanya ocehan anak kecil yang takut ditinggal pergi. Meskipun aku bersikap tegar saat berangkat, tapi aku seperti kehilangan sosok yang selalu menggangguku dan itu kamu" Jelas Riko panjang lebar hingga membuat Imelda terkejut dan berhambur memeluk Riko.
"Hiks hiks apa kau tidak bohong?" Tanya Imelda dengan menitikkan air mata harunya.
"Tidak ada gunanya aku membohongi mu sayang" Jawab Riko seraya mengelus punggung Imelda.
"Kenapa kau malah menangis? Apa kau tidak suka karena sudah bertemu denganku?" tanya Riko seraya melepaskan pelukannya.
"Aku sangat bahagia. Ternyata omong kosong masa lalu membuat kita menjadi ditakdirkan untuk bersama" Ucap Imelda masih dengan air mata harunya.
"Apa aku boleh minta sesuatu padamu sayang?" tanya Riko.
"Apa?" Tanya Imelda kembali.
__ADS_1