
Setelah menempuh perjalanan yang amat melelahkan, akhirnya mobil Riko memasuki kawasan rumah besar keluarga Gunawan itu.
Setelah memarkirkan mobilnya Riko segera turun dan mengejar Imelda yang sudah turun terlebih dahulu.
"Sayang tunggu aku" Ucap Riko sedikit teriak hingga mengundang banyak pasang mata yang sudah duduk di meja makan menunggu kedatangan mereka untuk makan malam bersama.
Imelda yang ditatap oleh semua orang pun gugup.
"Sayang? Apa kalian pacaran?" Tanya Andra menyelidik
"Em i itu em.." Jawab Imelda terbata
"Andra, mengapa kau bertanya seperti itu, mereka kan memang sepasang kekasih" Ucap Heru sambil menggoda Imelda yang sudah sangat memerah wajahnya.
"Sayang sini duduk, Nak Riko juga duduk kita makan malam bersama" Ucap Sandra mengajak Imelda dan Riko yang masih berdiri di dekat meja makan.
"Tidak ma, Riko akan pulang, Riko makan malam dirumah saja. Riko permisi ma, pa, kak" Tolak Riko halus.
"Baiklah, hati-hati nak" Jawab Heru dan Sandra serempak.
Riko langsung keluar tapi sebelum keluar dia mengedipkan matanya kepada Imelda dan lagi-lagi membuat wajah Imelda memerah.
"Kemana kak Alvian ma?" Tanya Imelda yang sudah duduk dikursinya karena tidak melihat keberadaan Alvian.
__ADS_1
"Mungkin sebentar lagi pulang nak" Jawab Sandra.
Baru saja Sandra menyelesaikan ucapannya, terdengar suara dari arah pintu cukup keras hingga membuat mereka terkejut.
"Selamat malam semua" Ucap seseorang berambut sedikit biru kehijauan yang tak lain adalah Alvian. Alvian langsung mencium satu persatu pipi semua orang yang ada di meja makan tersebut.
"Hei curut apa-apaan kau" Ucap Andra geram sedangkan Alvian hanya menunjukkan senyum tak berdosanya itu.
"Kenapa rambut kakak seperti itu?" Tanya Imelda polos yang mengundang tawa dari semua orang.
"Adik, dia selalu mengganti warna rambutnya setiap hari, maka dari itu aku selalu menjulukinya curut disko" Jelas Andra yang diangguki paham oleh Imelda
"Bagaimana hasil tes DNA nya pa?" Tanya Alvian dengan mulut masih penuh makanan.
"Iya pa" jawab Alvian patuh
Setelah menyelesaikan makan malam mereka, mereka langsung berkumpul di ruang keluarga.
Heru sudah membawa map coklat ditangannya.
"Pa cepat buka" Gerutu Alvian tidak sabar
__ADS_1
"Vi diam" Ucap Andra tegas
"iya kak" Jawab Alvian patuh
Heru mulai membuka map, dan mulai membaca kertas yang ada di dalam map tersebut.
Betapa terkejutnya dia saat melihat hasil yang sangat dia tunggu begitu membuatnya terkejut sekaligus bahagia. Putri nya yang hilang 22 tahun lalu sudah ditemukan bahkan sekarang ada didepan matanya.
Semua orang dibuat tegang karena tak kunjung membuka suaranya.
"Pa bagaimana hasilnya?" Tanya Sandra yang sudah penasaran
"Sesuai dugaan kita semua" Jelas Heru hingga membuat semua orang membelalakkan matanya.
Sandra langsung mendekap Imelda, bahkan dia tidak mampu berkata-kata saat mendengar bahwa Imelda benar-benar putri kandungnya.
Sandra menangis haru sambil terus memeluk putri nya. Rasa bahagia benar-benar dirasakannya. Bahkan Andra dan Alvian juga tidak bisa berkata-kata, Mereka juga ikut meneteskan air matanya saat mendengar hasik tes DNA itu.
"Hiks hiks mama sangat bahagia sayang, mama sangat menantikan moment ini, moment dimana mama bisa bertemu dengan putri kandung mama" Ucap Sandra yang diangguki oleh semua orang
"Apakah mama dan yang lainnya juga mencariku?" Tanya Imelda seraya melepaskan pelukannya perlahan.
"Tentu sayang" Jawab Sandra yang diangguki lagi oleh semua orang.
__ADS_1
"Besok kita akan mengadakan konferensi pers" Ucap Heru tiba-tiba yang juga disetujui oleh semua orang tapi tidak dengan Imelda
"A apa?" Tanya Imelda terkejut.