
"Apa kau sudah gila?" Tanya Tomi sedikit berteriak.
Riko menyipitkan matanya juga menaikkan sebelah alisnya karena mendengar teriakan papanya.
"Kenapa respon papa seperti itu saat mendengar aku akan menikahi anak keluarga Gunawan?" Tanya Riko penasaran.
"Bagaimana papa tidak seperti ini, apa kau mau mempermalukan keluarga kita karena kau menikah dengan anak keluarga Gunawan sedangkan anak mereka semua laki-laki! Apa kau mempunyai kelainan hah?" Tanya Tomi yang masih tersulut emosi dan membuat Riko membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang dibicarakan papanya.
"Buahahah"
Riko tertawa terbahak-bahak saat mendengar ucapan papanya itu, sedangkan Dian dan Tomi saling pandang karena bingung dengan Riko yang tiba-tiba tertawa terbahak seperti itu bahkan sampai memegangi perutnya karena terlalu keras tertawa.
"Apa kalian berpikir aku akan menikah dengan salah satu dari kedua putra keluarga Gunawan?" Tanya Riko seraya berusaha meredam tawanya dan pertanyaan Riko hanya diangguki oleh Tomi dan Dian.
"Buahahah" Riko kembali tertawa.
"Hei apa yang kau tertawakan apa kau benar-benar tidak waras? Ma sebaiknya kita bawa anak kita ke psikiater" Ucapan Tomi berhasil membuat tawa Riko berhenti dan menatap papanya dengan tatapan kesal.
"Pa, dengarkan dulu penjelasan Riko, Papa salah paham" Ucap Riko sedikit kesal karena sudah menyebutnya tidak waras.
"Apa yang ingin kau jelaskan?" Tanya Tomi tidak sabar
__ADS_1
"Paa, sabar dulu sebaiknya kita dengarkan penjelasan Riko" Ucap Dian sambil mengelus lengan suaminya untuk menenangkan suaminya.
"Cepat jelaskan" Titah Tomi tegas.
"Pa, Riko akan menikah dengan putri keluarga Gunawan bukan putra keluarga Gunawan" Jelas Riko
"Setau papa keluarga Gunawan tidak mempunyai anak perempuan" Tanya Tomi menyelidik
"Putri keluarga Gunawan yang hilang 22 tahun lalu namanya Imelda Farasya Gunawan yang baru ditemukan beberapa minggu yang lalu" Jelas Riko lagi.
"Apakah kau yakin jika itu benar-benar putri kandung mereka? Mengingat mereka bukan keluarga biasa jadi bisa saja ada orang yang berniat menipu mereka dengan menyamar sebagai putri mereka" Ucap Tomi yang sudah mulai tenang
"Kemarin mereka sudah melakukan tes DNA, Papa Heru juga sudah menyelidiki latar belakang Imelda sebelum mereka melakukan tes DNA. Dia adalah seorang dokter bedah terbaik di salah satu rumah sakit papa Heru, dia meraih gelar dokter dengan beasiswa" jelas Riko panjang lebar.
"Papa Heru yang menyuruhku memanggil seperti itu, mereka sudah merestui hubungan kami" Jelas Riko yang diangguki oleh Tomi
"Sejak kapan kau mengenal gadis itu?" tanya Tomi
"Sejak ayah angkatnya kecelakaan" jawab Riko singkat sambil memakan potongan buah didepannya sedangkan Dian sedari tadi hanya menyimak tanpa menyela pembicaraan kedua orang itu.
"Apa? Apa kau yang menabrak ayahnya?" Tanya Tomi membelalakkan matanya yang membuat Riko mendengus kesal.
__ADS_1
"Pa kenapa papa selalu berpikiran buruk dengan anakmu yang paling tampan ini" Jawab Riko narsis
"Cih, lalu?" Tanya Tomi
"Aku yang menyelamatkan ayahnya, aku juga yang membawa ayahnya kerumah sakit bahkan aku juga yang mengurus pemakaman ayahnya dan aku juga yang selalu menemani dia yang terpuruk akibat kematian ayahnya" Jelas Riko sedikit menyombongkan dirinya
"Ternyata anak ku masih mempunyai jiwa pahlawan" Ucap Tomi pelan dan direspon Riko dengan menepuk pelan dadanya guna menyombongkan dirinya.
"Hei tidak usah sombong, kau menuruni sifatku" Jawab Tomi tak kalah sombongnya.
"Ma Riko berangkat" Pamit Riko mencium pipi mamanya tanpa menjawab ocehan papanya.
"Dasar anak sialan" Gerutu Tomi sedangkan Riko hanya menjulurkan lidahnya.
"nak, ajak Imelda kesini, mama ingin bertemu dengannya" Ucap Dian sedikit berteriak yang dibalas acungan jempol oleh Riko.
Riko kembali masuk kedalam rumahnya hingga membuat kedua orang tuanya heran. Riko mendekati Tomi yang duduk di sofa ruang keluarga dan
Cup
Riko mencium pipi Tomi dan berkata
__ADS_1
"Jangan lupa restui hubungan ku pa" Ucap Riko sambil berjalan keluar
"Astaga dia memang benar-benar anakku" Ucap Tomi asal dengan senyuman mengembang.