Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 183


__ADS_3

"Anke idul ama?" tanya baby Gibran polos seraya menatap Sandra seolah meminta penjelasan.


"Iya uncle tidur" ucap Sandra dan mencium pipi gembul baby Gibran.


Karena baby Gibran yang sangat ingin menggapai wajah Alvian, Sandra meletakkan baby Gibran disamping Alvian.


"Vani kok bisa sama Gibran nak?" tanya Sandra pada Vani yang duduk bersebelahan dengan Dinda.


"Tadi Vani ketemu saat baby Gibran ingin kesini sama Riko ma tapi Vani mengambil alih baby Gibran jadi sekarang Riko berada di ruangan Imelda" Vani menjelaskan bagaimana dia bisa bertemu dengan baby Gibran.


"Apa apaa?" celoteh baby Gibran seraya menyentuh perban di kepala Alvian.


"Uncle sakit ya sayang" Sandra mencoba menjelaskan sedikit demi sedikit pada baby Gibran.


"Ama ama" mendengar jika Alvian sakit, baby Gibran menunjuk samping nakas yang terdapat obat, itu bukan obat Alvian melainkan obat Vani yang sempat tertinggal kemarin.

__ADS_1


"Iya nanti tunggu uncle bangun dulu ya baru kasih minum obat" Sandra menjelaskan dengan sabar.


"Ankee angun ankee" baby Gibran mencoba membangunkan Alvian seraya sedikit menggoyang tubuh Alvian dan Sandra pun tersenyum dibuatnya.


"Mama ingin ketoilet sebentar kalian awasi baby Gibran ya" ucap Sandra kemudian berdiri dari duduknya dan menuju kamar mandi yang ada dikamar Alvian.


Vani langsung duduk dikursi seraya memegang baby Gibran agar tidak terjatuh. Vani menitikkan air matanya saat melihat baby Gibran sangat antusias dalam membangunkan Alvian, bahkan sesekali baby Gibran memeluk Alvian. Karena operasi yang dilakukan didaerah kepala dan kaki jadi saat baby Gibran memeluk tubuh Alvian tidak membahayakan.


"Ankee uh uh ankeee huaa huaaa" sepertinya baby Gibran sudah sangat lelah dan frustasi sampai dia menangis dan Vani langsung menggendongnya.


"Sayang bangunlah, lihat baby Gibran sangat merindukanmu" Vani memeluk baby Gibran seraya menangis, Dinda yang melihatnya pun tidak tega dan mengambil alih baby Gibran.


"Loh sayang kenapa?" Imelda yang melihat baby Gibran menangis digendongan Dinda langsung mengambil alih.


"Tadi baby Gibran membangunkan Alvian tapi karena Alvian tidak kunjung membuka matanya jadi dia menangis" Dinda menjelaskan seraya tersenyum. Imelda pun menatap baby Gibran yang berada digendongannya yang sibuk meminum air putih dari botol khusus bayi.

__ADS_1


"Ady ady" Sepertinya baby Gibran baru sadar jika Riko tidak ada, baby Gibran langsung bangkit dan berhenti minum. Menoleh kesana kemari mencari Riko diruangan Imelda tapi tidak menemukannya.


"Daddy beli makan siang sayang tunggu disini ya" seolah mengerti jika Riko tidak pergi lama, baby Gibran langsung mengangguk dan kembali menyenderkan kepalanya didada Imelda. Mengingat jika Riko belum menemukan pengganti Cleo, Riko harus pergi membeli makanan sendiri karena Riko tidak mau salah makanan jika dia menyuruh anak buahnya


Setelah 10 menit Dinda dan Imelda mengobrol, mereka menoleh kearah pintu dan terlihat sosok Riko yang baru saja masuk dengan tiga kantong kresek berisi makanan.


"Aku pamit dulu ya mel" Dinda memutuskan untuk kembali keruang rawat Alvian gara tidak mengganggu Riko dan Imelda.


"Tolong titip ini untuk yang lainnya kita akan kesana nanti setelah makan siang" Riko menyerahkan dua kantong kresek pada Dinda.


"Terima kasih" ucap Dinda kemudian berlalu keluar tak lupa dia mencium pipi baby Gibran.


"Adyy" baby Gibran berteriak seraya merentangkan kedua tangannya.


Setelah menyerahkan kantong kresek pada Imelda, Riko langsung menggendong baby Gibran. "Apa anak daddy baru saja menangis?" mendengar pertanyaan seperti ini membuat baby Gibran salah tingkah dan hanya menunjukkan senyum manisnya.

__ADS_1


Imelda hanya geleng-geleng kepal dan menjelaskan penyebab baby Gibran menangis, Riko yanggemas langsung mencium baby Gibran bertubi-tubi. Mereka bertiga makan dengan tenang, baby Gibran juga dibelikan yogurt oleh Riko.


Setelah makan, mereka bertiga menyusuri lorong rumah sakit untuk menjenguk Alvian.


__ADS_2