Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 244-S2


__ADS_3

Jam makan siang sudah terlewat, tapi pengantin baru itu baru saja selesai dengan ritualnya. Bahkan anggota keluarga tidak ada yang berani mengganggu dua makhluk yang dimabuk cinta itu. Masih merebahkan tubuhnya, Gibran menatap wajah cantik istrinya yang sudah tertidur lelap karena kelelahan. Rasa bersalah menyeruak dalam hatinya, baru saja melakukan perjalanan jauh tapi Gibran malah meminta adegan yang kembali membuat energi istrinya terkuras.


Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore, Jasmine baru saja mengerjapkan matanya. Menoleh kesamping Jasmine tidak menemukan Gibran. Memutari ruangan yang saat ini digunakannya tidur, Jasmine langsung melonjak bangun. Bagaimana bisa dirinya lupa jika saat ini tengah berada dirumah mertuanya.


"Aduhh bisa-bisanya aku ceroboh seperti ini" Jasmine langsung membalut tubuhnya yang masih polos dengan selimut, bahkan mencari baju yang berserakan tadi sudah tidak ada.


Jasmine langsung berlalu menuju kamar mandi dengan masih berbalut selimut, beruntung saat akan memasuki kamar mandi Gibran sudah menyiapkan handuk didepan kamar mandi. Jika seperti ini, Jasmine merasa sebagai menantu dan istri durhaka.


30 menit berlalu, Gibran belum juga kembali kekamarnya. Jasmine langsung memutuskan untuk turun. Bingung, Jasmine mencoba mengingat tadi dirinya naik lewat mana, rumah sebesar ini membuat Jasmine kebingungan. Bahkan rumah ini bisa dikatakan lima kali lebih besar daripada rumahnya.


"Bi, dimana Gibran?" beruntung ada salah satu pelayan yang bersimpangan dengannya.


"Tuan muda sedang berada ditaman belakang bersama dengan yang lainnya nona" jawab pelayan sopan.

__ADS_1


Jasmine mengangguk dan tersenyum, tak lupa juga dirinya mengucap terima kasih. Baru saja melangkahkan kakinya, Jasmine berhenti saat pelayan kembali berucap "Anda bisa turun menggunakan lift nona" bukan tanpa sebab jika pelayan mengatakan itu, pelayan melihat cara berjalan Jasmine yang sedikit aneh. Pipi Jasmine merona kemudian mengangguk dan mengucapkan terima kasih.


"Aku jadi merindukan suamiku" lirih pelayan disertai kekehan kecil.


Sesampainya dilantai bawah, Jasmine kembali bertanya kepada pelayan yang ada didapur.


"Maaf bi, taman belakang lewat mana ya?" Jasmine sedikit kikuk, sungguh rumah ini membuatnya bingung.


"Mari saya antar" Jasmine mengangguk kemudian mengikuti langkah pelayan yang sudah berjalan terlebih dahulu.


"Terima kasih" Jasmine tersenyum kemudian melangkahkan kakinya menuju taman yang terlihat anggota keluarga berkumpul disana. Tawa bahagia menggema ditaman asri itu membuat Jasmine tanpa sadar menitikkan air mata. Melihat Gibran yang sibuk bertanding basket dengan sang daddy membuat jiwa iri Jasmine muncul, entah kenapa sejak kecil dirinya tidak pernah melakukan hal menyenangkan bersama ayahnya.


"Kak Jasmine sini" teriakan Chayra membuat semua orang yang masih fokus dengan permainannya menoleh. Imelda tersenyum kemudian melambaikan tangannya meminta Jasmine untuk mendekat.

__ADS_1


Mata berair Jasmine tertangkap oleh Gibran, tanpa mengakhiri permainan, Gibran langsung berlari mendekat kearah Jasmine tanpa memperdulikan sang daddy yang menatapnya kesal.


"Menurun dari siapa sifatnya itu? Tidak mungkin aku kan?" Riko menggelengkan kepalanya berulang kali seraya tersenyum melihat Gibran yang panik.


"Sayang kau kenapa?" Gibran berlutut didepan Jasmine yang sudah duduk disamping Imeda. Pertanyaan Gibran membuat Imelda dan Chayra baru sadar jika masih ada sisa air mata diujung mata Jasmine.


"Katakan sayang, ada apa?" Imelda mengelus punggung Jasmine, memberi ketenangan bagai seorang ibu kandung.


"Bolehkah saya memeluk mommy?" Tanpa menjawab, Imelda langsung merengkuh tubuh menantunya. Gibran semakin kebingungan dengan situasi seperti ini, bahkan tangan Jasmine yang digenggam sudah lepas karena Jasmine memeluk Imelda erat.


"Ada apa? cerita sama mommy" Imelda melepaskan pelukannya perlahan seraya mengusap air mata Jasmine yang sudah menggenang.


"Aku hanya ingin merasakan kedekatan bersama dengan orang tua yang penuh kasih sayang" Imelda dan Riko saling pandang kemudian tersenyum. Riko langsung duduk disamping Imelda dan merengkuh tubuh Imelda yang sudah kembali memeluk Jasmine.

__ADS_1


"Sekarang kau anak kami, kau bagian dari keluarga Gunawan dan Yunanda" ucapan Riko membuat Jasmine mengangguk, Gibran tersenyum dan ikut mengusap paha Jasmine.


__ADS_2