
Tidak hanya itu, Riko juga memenuhi setiap sudut dengan foto Imelda yang diambil diam-diam oleh Riko.
"Apa kau suka sayang?" Tanya Riko lembut.
Imelda pun mengangguk dan langsung masuk kemudian duduk ditepi ranjang dengan mata yang terus menatap setiap sudut ruangan.
Riko langsung mengikuti Imelda. Imelda menoleh kesamping dan tersenyum saat melihat Riko yang juga sedang menatapnya.
"Apakah kau yang menyiapkan semua ini?" Tanya Imelda masih menatap takjub dengan pemandangan didepannya.
"Tentu sayang. Aku ingin membuat tuan putriku merasa nyaman saat bersamaku" Jawab Riko kemudian merebahkan tubuhnya diranjang besar itu.
Imelda langsung ikut membaringkan tubuhnya dengan lengan Riko sebagai bantalannya. Kini mereka berdua sedang menatap langit langit kamar.
"Kau ingin pergi honeymoon kemana sayang?" Tanya Riko seraya memiringkan tubuhnya menghadap Imelda.
"Apakah perlu?" Tanya Imelda menoleh sekilas kearah Riko.
"Tentu. Bagaimanapun aku juga ingin memiliki waktu berdua dengan mu tanpa ada gangguan apapun" Jawab Riko seraya menarik pinggang Imelda untuk dihadapkan dengannya.
Kini mereka berdua sama-sama berhadapan. Perlahan tangan Imelda menyusuri wajah tampan Riko. Sedangkan Riko pun tersenyum kemudian mencium kening Imelda lembut.
"Aku harus mengurus izin kerumah sakit untuk cuti dan itu akan membutuhkan waktu sedikit lama untuk mendapat persetujuan dari pihak rumah sakit, Apakah tidak papa jika kita tidak honeymoon dalam waktu dekat?" Tanya Imelda ragu-ragu karena takut Riko akan kecewa padanya.
__ADS_1
"Apapun untuk tuan putriku" Jawab Riko tanpa menghilangkan senyum diwajahnya.
"Apa kau tidak kecewa padaku?" Tanya Imelda.
"Tentu aku kecewa padamu tapi bukan karena kau tidak bisa honeymoon dalam waktu dekat tapi karena hal lain" Jawab Riko hingga membuat Imelda terkejut.
"Apa aku melakukan kesalahan? Ah maafkan aku" Ucap Imelda sendu.
"Tentu kau membuat kesalahan sayang, mau tau kesalahanmu apa?" Tanya Riko yang diangguki cepat oleh Imelda.
"Kau selalu melupakan panggilan sayang saat berbicara denganku" Ucap Riko dengan wajah yang sudah dibuat-buat.
Imelda yang mendengar penjelasan Riko pun langsung mencubit pinggang Riko hingga membuat Riko terkikik. Pasalnya, ini bukan seperti rasa cubitan tapi kebih cenderung gelitikan dan Riko menyukai itu.
Riko yang gemas pun langsung mengecup singkat bibir Imelda hingga membuat sang empu membelalakkan matanya kemudian tersenyum.
"Apa kau takut jika aku marah padamu?" Tanya Riko.
"Tentu. Bagaimanapun aku takut seperti di film yang istri ditinggalkan suami nya selingkuh saat istrinya membuatnya kecewa" jawab Imelda mantap.
Riko yang mendengar jawaban Imelda pun tertawa terbahak-bahak. Bagaimana bisa istri nya ini memikirkan hal semacam itu.
"Hahahaha, aku tidak akan seperti itu sayang, aku akan selalu disampingmu dan tidak ada wanita lain yanh bisa menggantikan posisi kamu" Ucap Riko kemudian mencium pucuk kepala Imelda.
__ADS_1
"Janji?" Ucap Imelda seraya menyodorkan jari kelingkingnya.
"Janji tuan putri" Ucap Riko kemudian menautkan jari kelingking mereka berdua.
Mereka berdua pun berpelukan sebagai ekspresi jika mereka berdua sangat bahagia dengan takdir yang mempersatukan mereka.
"Oh iya. Dimana Vira akan tinggal?" Tanya Imelda seraya melepaskan pelukannya.
"Di apartement ku sayang. Disana ada Deny yang bisa mengawasinya" Jawab Riko.
"Apakah Deny tidak bekerja?" Tanya Imelda.
"Sejauh ini aku belum mengetahui tentang pekerjaannya sayang. Aku hanya tau jika dia ahli dalam bidang pemasaran, mungkin aku akan mengajaknya bekerja diperusahaan" Jawab Riko yang diangguki oleh Imelda.
Saat mereka tengah mengobrol, suara dering telvon Riko menghentikan obrolan mereka.
💦💦💦
VOTE
VOTE
VOTE
__ADS_1
❤😭