
Setelah menghabiskan nasi goreng nya, Imelda langsung pergi ke kamar untuk membersihkan diri begitu juga dengan Riko. Rencananya, Riko dan Imelda akan menghabiskan waktu seharian ini dirumah keluarga Gunawan.
,,,,
Hari ini adalah hari minggu, hari santai yang selalu ditunggu oleh para pencari rupiah. Banyak keluarga yang sudah pergi ke taman untuk sekedar jalan-jalan melepas penat mereka setelah seminggu bekerja. Tapi berbeda dengan sepasang suami istri ini. Ya, Riko dan Imelda masih berada dibawah hangatnya selimut meskipun matahari sudah menunjukkan pesona nya.
Ini adalah bulan ke delapan kehamilan Imelda, perutnya yang sudah besar pun membuat Imelda memutuskan untuk cuti bekerja, meskipun begitu berat melepas pekerjaannya, ini adalah kebahagiaan tersendiri bagi Imelda. Selama beberapa bulan terakhir ini, Imelda juga mudah lelah.
Selama kehamilannya, Imelda juga tidak ngidam aneh-aneh seperti ibu hamil lainnya. Hanya saja, semenjak hamil Imelda selalu menyuruh Riko untuk memasak. Dan CEO tampan itu pun dengan senang hati menuruti keinginan istri tercinta nya meskipun awal nya kesusahan.
Pagi hari,
"Selamat pagi sayang" ucap Riko yang lebih dulu membuka matanya.
Imelda pun menggeliat saat merasakan kecupan di kening dan bibirnya. Imelda tersenyum saat mendapati suami nya masih dengan wajah bantalnya sama dengan dirinya.
"Selamat pagi juga daddy" semenjak hamil, Imelda lebih sering memanggil Riko dengan sebutan daddy, dengan alasan tumbuh kembang anaknya akan semakin baik saat mengajak nya berinteraksi.
"Ayo bangun sayang, ini sudah siang, aku akan memasak untukmu dan kamu silahkan bersihkan dirimu" ucap Riko lembut
"Sayang tiba-tiba aku ingin makan makanan yang dimasak oleh Kak Alvian dan kak Andra." ucap Imelda dengan wajah memohon.
__ADS_1
"Baiklah sayang. beruntung hari ini akhir pekan jadi mereka tidak berangkat ke kantor. Sekarang ayo bersihkan diri mu dulu" ucap Riko seraya mengelus rambut panjang Imelda.
"Siap daddy" ucap Imelda seraya mengangkat tangannya hormat, membuat Riko semakin gemas saja. haha.
Setelah selesai membersihkan diri, mereka turun kebawah untuk berangkat ke rumah utama keluarga Gunawan. Tanpa Imelda tahu, Riko membawa sandwich untuk mengganjal perut Imelda sebelum makan masakan kedua kakak nya.
"Makanlah ini, nanti kamu bisa kelaparan saat menunggu mereka masak" ucap Riko saat sudah duduk didalam mobil seraya menyodorkan sandwich dihadapan Imelda.
"Terima kasih sayang" ucap Imelda dan langsung meraih sandwich yang disodorkan oleh Riko.
Riko pun hanya mengangguk seraya tersenyum dan tangan yang sesekali mengusap mulut Imelda yang belepotan coklat sandwich. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, akhirnya mobil Riko memasuki pekarangan rumah utama Gunawan.
"Selamat pagi tuan, nona" sapa satpam yang membukakan pintu pagar.
Setelah memarkirkan mobilnya, Riko langsung turun dan membuka kan pintu mobil untuk Imelda.
"Selamat pagi tuan, nona" sapa pelayan yang membuka kan pintu utama.
"Selamat pagi, apa mama dan papa ada dirumah?" tanya Imelda karena sebelumnya Imelda belum menghubungi mereka jika hari ini dia akan berkunjung.
"Tuan dan nyonya sedang berada diruang keluarga bersama tuan muda Andra dan tuan muda Alvian.
__ADS_1
"Wahh kebetulan sekali sayang" ucap Imelda dengan mata berbinar.
"Terima kasih bi" ucap Riko kemudian langsung menyusul sang istri yang sudah berjalan lebih dulu.
"Pagi semua" sapa Imelda saat sudah berada diruang tengah. Hingga membuat semua orang langsung menoleh ke sumber suara dan tersenyum.
"Pagi sayang. Sini duduk. Kenapa tidak mengabari jika mau kesini? mama kan bisa memasak untuk mu" jawab Sandra kemudian memeluk anak nya yang sebentar lagi menjadi ibu itu. Sedangkan Riko juga sudah duduk di samping kedua kakaknya.
"Melda kesini karena Melda mau minta sesuatu sama kak Andra dan kak Alvian dan kebetulan orangnya sudah disini" ucap Imelda dengan menatap kedua kakaknya.
Mendengar ucapan sang adik, kedua pria tampan itu saling tatap. Pikiran mereka mulai tidak enak.
"Apa itu nakk?" tanya Heru seraya mengangkat kedua alisnya.
"Melda ingin makan masakan hasil olahan tangan kak Andra dan kak Alvian" ucap Imelda dengan tatapan memohon.
Mereka berdua pun bernapas lega, setidak nya permintaan sang adik tidak nyeleneh. Mereka yang sudah biasa memasak makanan western saat dilyar negeri pun dengan santainya mengangguk.
"Sebutkan apa yang ingin kau makan dek." ucap Alvian dengan santainya.
"Melda ingin makan nasi kuning dan tempe kecap sebagai lauknya" membayangkan makanan itu, Imelda sudah tidak sabar untuk memakannya.
__ADS_1
"Apa?"