Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 94


__ADS_3

Saat mereka tengah mengobrol, suara dering telvon Riko menghentikan obrolan mereka.


"Hallo" Ucap Riko datar.


"Hallo kak. Aku sudah daftar dan aku langsung diterima dan ini juga aku sudah mau pulang" Jawab wanita diseberang telepon yang ternyata adalah Vira dengan nada cerianya.


"Iya. Langsung pulang jika kau butuh sesuatu hubungi kakak" Ucap Riko dengan nada seperti mengajak bicara anak kecil.


"Iya kak. Dimana kak Melda? Aku ingin bicara" Ucap Vira.


"Kakakmu sedang tidur jangan diganggu."


"Baiklah"


"Kakak tutup dulu telvonnya. Kamu hati-hati"


"Iya kak"


Setelah panggilan terputus, Imelda langsung menatap Riko dengan tatapan tajam.


"Kenapa kau melarang Vira bicara denganku?" Tanya Imelda dengan bibir yang sudah mengerucut.


"Aku tidak melarang sayang, hanya saja aku tidak ingin dia terlalu manja padamu" ucap Riko.

__ADS_1


"Bukankah itu bagus jika dia bisa dekat denganku?" Tanya Imelda heran.


"Tentu itu bagus sayang. Tapi Vira akan semakin manja jika terlalu dekat. Aku hanya ingin dia mandiri" Jawab Riko.


"Baiklah" jawab Imelda pasrah.


Riko membenarkan posisi tidurnya dan menarik Imelda dalam dekapannya. Riko memejamkan matanya karena merasa sangat mengantuk begitu juga dengan Imelda yang mengantuk karena mendapat tempat ternyaman tidak butuh waktu lama untuk dia tertidur.


Jam makan siang tiba, kedua insan tersebut baru saja selesai mencuci muka karena baru bangun dari mimpi indahnya. Kemudian mereka berdua turun untuk makan siang.


Sesampainya di meja makan, ternyata sudah banyak makanan yang sudah tersaji dan siap disantap.


"Bi ayo gabung makan dengan kami" Ajak Imelda ramah sedangkan Riko yang mendengar ajakan Imelda pun tersenyum karena istrinya tidak pernah membeda-bedakan status orang lain.


"Baiklah. Bibi boleh makan didapur tapi tidak boleh memakan sisa kami. Bibi dan lainnya juga bisa memasak apa yang kalian mau" Ucap Imelda dengan senyumannya.


"Terima kasih nyonya" Jawab bi Las sangat bersyukur karena mempunyai majikan sebaik Imelda.


"Sama-sama" Balas Imelda ramah.


Setelah itu, para pelayan pun meninggalkan ruang makan. Kini diruang makan tinggal Imelda dan Riko.


"Sayang" Panggil Riko lembut.

__ADS_1


"Iya sayang" Jawab Imelda tak kalah lembutnya.


"I love you" Ucap Riko dengan mata yang terus menatap Imelda penuh cinta.


"I love you too sayang" Jawab Imelda seraya tersenyum malu.


Setelah pembicaran singkat tersebut, Imelda dengan telaten mengambil makanan untuk Riko kedalam piring.


"Kau mau lauk apa sayang?" Tanya Imelda.


"Apa saja yang kau ambilkan pasti akan kumakan sayang" Jawab Riko tanpa mengalihkan pandangannya.


Setelah mengambilkan makanan untuk Riko, Imelda langsung mengambil makanan untuknya sendiri.


Imelda merasa heran karena tidak ada satupun makanan yang membuat Imelda alergi tidak ada dimeja makan. Tentu saja itu adalah perintah Riko pada para pelayan. Imelda benar-benar melupakan perhatian suaminya, suaminya benar-benar memperhatikan Imelda meskipun itu seujung kukupun.


"Kenapa belum memakannya sayang? apa tidak enak? apa kau mau makan sesuatu?" Tanya Riko lembut disela kunyahannya.


"Tidak sayang. Aku hanya heran kenapa mereka tidak memasak makanan yang membuatku alergi. Kenapa mereka semua bisa tahu? apakah ini kebetulan?" Tanya Imelda kebingungan.


"Aku sudah memberi tahu mereka semua tentang hal apapun yang bisa membuatmu sakit sayang" Jawab Riko dengan senyum tampannya.


"Benarkah?" Tanya Imelda terkejut dan dijawab anggukan oleh Riko.

__ADS_1


Imelda langsung memeluk erat Riko yang duduk disampingnya itu. Imelda merasa sangat bahagia karena diberikan suami seperti Riko. Riko langsung membalas pelukan Imelda tak kalah eratnya, salah satu pelayan yang tidak sengaja mendengar setiap obrolan Imelda dan Riko pun tersenyum kecut. Ya, pelayan tersebut sempat berpikir akan merayu Riko dengan tubuhnya. Tapi dia sadar jika dia tidak ada apa-apanya dibanding Imelda. Pelayan tersebut juga merasa bersalah karena pernah mempunyai niat untuk menyakiti perempuan sebaik Imelda.


__ADS_2