Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 223-S2


__ADS_3

kabut datang menghampiri dengan membawa embun pagi menyejukkan yang membasahi rumput menyapa matahari. Pagi yang cerah dengan kilauan cahaya matahari membuat gadis yang masih bergelut dengan selimutnya itu mengerjapkan matanya. Meraih ponsel yang ada diatas nakas samping tempat tidurnya, matanya menjadi terbuka sempurna dan langsung melompat dari ranjang untuk berangkat kuliah.


"Mom, dad kenapa tidak bangunin Ara" gerutu Chayra saat menuruni tangga dengan pakaian rapi bersiap untuk berangkat.


"Sarapan dulu sayang" teriak Imelda saat melihat Chayra hanya mengambil sepotong sandwich. "No mom, Ara hampir telat" berlari secepat kilat, Ara langsung mengambil mobilnya tanpa menunggu sopir yang biasanya mengantarnya karena itu akan sangat menguras waktu.


Menaiki mobil sportnya berwarna putih itu, Chayra menjadi pusat perhatian seluruh penghuni kampus karena mobil mewahnya yang hanya dimiliki oleh beberapa orang itu. "Hahhh kenapa juga aku tadi membawa mobil ini" sesal Chayra seraya memukul kemudinya saat sudah sampai diparkiran.


"Jika bukan karena kak Gibran yang mengajakku begadang untuk mendengarkan ceritanya pasti aku tidak akan kesiangan." berjalan sedikit berlari, Chayra terus saja menggerutu tanpa memperdulikan tatapan dari para mahasiswa yang berpapasan dengannya.

__ADS_1


*********


Gibran sudah siap dengan kostumnya, dirinya hari ini merasa sangat bersemangat karena mengingat jika kemarin dirinya mampu membuat seorang Jasmine tertawa lepas. Dirinya hari ini diminta oleh Jasmine untuk menjemput dirinya karena mobil Jasmine yang sedang dimodif di salah satu sorum terkenal dinegara ini.


Gibran juga tetap mempertahankan penampilannya, dirinya ingin mengetahui reaksi orang tua Jasmine jika melihat putri mereka dijemput oleh oleh pria culun seperti dirinya.


Menaiki motor dengan santai, Gibran juga tak lupa membawa satu helm lagi untuk Jasmine. Setelah beberapa saat berkendara, motor Gibran memasuki komplek perumahan elit. Mengatur nafasnya terlebih dahulu untuk menguatkan hati jika nanti dirinya didalam dicaci maki.


"Jasmine nya ada tante?" mencoba untuk tetap sopan, meskipun didalam hatinya Gibran mencibir sikap mama Jasmine yang seolah jijik dengan penampilannya bahkan mama Jasmine menatap penampilannya dari atas sampai bawah.

__ADS_1


"Jasmine ada tukang paket" Gibran melongo, bagaimana bisa pewaris keluarga Yunanda disebut tukang paket. "Untung orang tua" gumam Gibran didalam hati.


"Jasmine tidak pesan apapun ma" Jasmine mendekat kearah pintu memastikan siapa yang disebut tukang paket oleh mamanya. Mukut Jasmine menganga lebar, "Ehh Gibran, masuk yuk" Jasmine langsung menarik tangan Gibran dan menatap mamanya kesal.


"Jasmine jangan bawa sembarang orang masuk kedalam rumah mewah kita" mama Jasmine sengaja menekankan setiap katanya agar membuat Gibran langsung keluar, tapi usahanya sia-sia karena Jasmine maupun Gibran tidak menanggapinya.


"Rumah ini saja sepuluh kali rumah orangtuaku nyonya" gumam Gibran didalam hati seraya menatap interior rumah Jasmine seraya menunggu Jasmine selesai bersiap. Tiba-tiba mama Jasmine duduk disofa berseberangan dengannya, matanya menatap Gibran tajam.


Gibran hanya menundukkan kepalanya, dirinya bersikap seolah dirinya benar-benar pria culun yang takut dengan apapun. "Jasmine kenapa kau tidak membawa mobil lain saja, di garasi kan masih banyak mobil" Gibran tersenyum sinis tanpa sepengetahuan mama Jasmine ataupun Jasmine sendiri. Sedangkan Jasmine menyipitkan matanya, di garasi hanya ada 3 mobil, satu milik papanya, satu milik mamanya, dan satu lagi untuk keperluan supir yang akan mengantar kemanapun mereka pergi jika tidak ingin menaiki mobil sendiri.

__ADS_1


"Jasmine berangkat dulu ma" pamit Jasmine dan langsung menarik tangan Gibran secepat kilat. Seperti yang diprekdisikan Gibran sebelumnya, dirinya akan bertemu kedua orang tua Jasmine yang akan merendahkannya. Baru saja keluar dari pintu utama mereka dikejutkan oleh kedatangan papa Jasmine yang terlihat terburu-buru.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2