Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 251-S2


__ADS_3

Riko mengajak Chayra untuk duduk, menunggu sang anak buah memberikan kabar. Tidka mungkin dirinya ikut berdesak-desakan dengan orang lain yang berebut informasi.


"Bagaimana?" tanya Riko langsung pada intinya saat anak buahnya sudah kembali dari pusat informasi.


"Sementara ini belum ada korban yang berhasil ditemukan tuan, para korban beserta awak pesawat masih dalam pencarian dan berstatus hilang"


Chayra menutup mulutnya fan langsung berlari ikut berkerumun dalam papan infomasi yang bertuliskan para korban disana. Tubuhnya melemas, beruntung Gibran yang ada dibelakangnya langsung menangkap tubuhnya.


"Marcell kakk" Chayra memeluk tubuh Gibran dengan erat, Gibran langsung menarik Chayra untuk pergi dari sana karena banyak orang yang juga melihat informasi itu sehingga menyebabkan dirinya dan Chayra bertabrakan dengan orang lain.


"Pak tolong antarkan aku ke lokasi jatuhnya pesawat" Ucap Chayra pada anak buahnya.


"Tapi nona" anak buah menoleh kearah Riko dan Gibran secara bergantian untuk mencari keputusan.


"Baiklah" Riko pasrah saat chayra menatapnya dengan wajah memelas, Chayra tersenyum simpul kemudian langsung berlari menuju mobil meskipun tubuhnya lemas, Chayra tidak memperdulikan itu.


.


.

__ADS_1


Chayra mencoba untuk tegar, dirinya tidak ingin membuat sang daddy dan snag kakak semakin khawatir pada kondisinya. Berjalan dengan dirangkul oleh sang kakak, Chayra mengeratkan pegangannya pada kemeja yang digunakan Gibran saat melihat banyak irang yang terpukul atas kecelakaan ini.


Beberapa barang dan serpihan pesawat juga sudah dibawa kedaratan untuk dievakuasi, sementara korban belum juga ada yang ditemukan sampai saat ini.


Chayra langsung berjalan mendekat, melihat beberapa barang yang terjejer rapi disana. Satu persatu barang ia lihat dan cermati, berharap mendapat petunjuk atas pencariannya.


"K-kakk" tangan Chayra gemetar, mengambil sebuah jaket yang tadi digunakan oleh Marcell. Bahkan jaket itu sudah tidak berbentuk, teroyak oleh ledakan oesawat dan deburan ombak.


"Yang kuat ya" Tugas Gibran hanya menenangkan dan menghibur sang adik.


"Kakk ini jaket Marcell" Air mata kembali bercucuran, tubuhnya melemas dan kembali tak sadarkan diri. Wajar saja, Chayra sangat terpukul apalagi dirinya tidak sempat sarapan tadi pagi karena terburu-buru.


"Kalian tetap melakukan pencarian, segera laporkan padaku jika ada perkembangan" ucap Riko pada anak buahnya.


"Baik tuan".


.


.

__ADS_1


Hari sudah hampir tengah malam, belum ada perkembangan sama sekali. Chayra terus saja melamun dan menggenggam erat ponselnya, berharap Marcell selamat dan memberi kabar padanya.


"Sayang tidur dulu ya" entah sudah berapa kali Imelda membujuk Chayra agar memejamkan matanya dan beristirahat tapi sia-sia, Chayra sama sekali tidak bergeming atau bahkan menjawab ucapannya.


"Sayang jika Marcell melihatmu seperti ini dia pasti akan sedih" Imelda menitikkan air matanya dan memeluk tubuh putrinya. Hatinya hancur, melihat putrinya putus asa seperti ini.


"Ara tidur dulu ya sayang, daddy akan mengusahakan yang terbaik. Sekarang kau harus menjaga kesehatanmu agar nanti jika Marcell kembali dia tidak sedih dengan keadaanmu" Riko yang semula duduk disofa yang ada dikamar Chayra langsung bangkit dan mengelus rambut Chayra.


"Marcell pasti baik-baik saja kan dad?" miris, Riko hanya mampu mengangguk.


"Sekarang istirahat ya sayang" Imelda tersenyum saat melihat respon anggukan dari Chayra. Segera merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.


"Sayang bolehkah aku menemani Chayra tidur disini?" mendengar pertanyaan Imelda membuat Riko mengangguk setuju.


"Aku akan tidur disofa, bangunkan aku jika terjadi apa-apa" Riko mengecup kening istrinya kemudian keluar kamar untuk mengambil bantal dan selimut dan dibawa kekamar Chayra untuk digunakan tidur disofa.


"Bagaimana keadaan Ara dad?" Gibran yang baru saja hendak masuk kedalam kamar langsung bertanya pada sang daddy saat tidak sengaja melihat snag daddy keluar dari kamar Chayra.


"Iya, dia sudah tidur" jawab Riko dengan wajah datarnya.

__ADS_1


__ADS_2