
Setelah melalui beberapa perdebatan tidak penting, Riko langsung keluar menuju kamar mandi.
Sesampainya Riko disana, Riko masih mendengar gemericik air disalah satu kamar mandi. Riko memutuskan untuk menunggu dengan salah satu tangannya menopang dagunya.
Setelah hampir 5 menit menunggu, akhirnya pintu terbuka dan memperlihatkan Deny keluar dari kamar mandi.
"Untuk apa kau disini" Ucap Riko langsung pada intinya
"Aku hanya ingin menemui teman lama ku" jawab Deny
"Siapa teman lamamu?" Tanya Riko
"Cih. apa kau lupa? Teman masa kecil ku yang selalu melupakanku saat kau bermain ke rumahku. Untungnya kau pergi saat dia masih berumur 6 tahun jadi dia dengan mudah melupakanmu dan berpaling denganku. Tapi sialnya kau kembali dan akan menikah dengannya saat aku belum menemuinya disaat dewasa" Jelas Deny hingga membuat Riko terkejut.
"Apa maksutmu" Tanya Riko terkejut
"Ya. Imeda Farasya adalah anak kecil dulu yang selalu membuat ulah agar mendapat perhatianmu meskipun kau selalu bersikap dingin padanya, tapi dia sama sekali tidak pernah menyerah untuk mendapat perhatianmu" Jawab Deny seraya bersender ditembok dengan sebelah kakinya agak ditekuk.
Riko hanya diam tanpa menjawab ucapan Deny, Riko sekarang mulai sadar kenapa dia bisa dengan mudah mempercayakan hatinya pada Imelda.
"Sebaiknya aku pergi daripada disana mempunyai paman dan bibi tapi sama sekali tidak menyapaku begitupun kau sepupu" Ucap Deny getir sambil menepuk pelan bahu Riko
"Keluarga mu dulu yang memulainya. Jika keluargamu bersedia menerima kami waktu kami bangkrut dan tidak mempunyai apa-apa kami juga tidak akan seperti ini. Keluargamu bahkan juga tidak mau mengakui kami sebagai kerabatnya dulu" Ucap Riko tegas
"Atas nama keluargaku aku minta maaf" Ucap Deny sendu kemudian berjalan meninggalkan Riko.
__ADS_1
Saat akan membuka pintu utama kamar mandi, langkahnya terhenti saat Riko memanggilnya.
"Tunggu" Ucap Riko langsung berjalan mendekati Deny yang sudah diambang pintu.
Deny membalikkan badannya dan betapa terkejutnya saat mendapat pelukan tiba-tiba dari Riko.
Grepp
Riko memeluk Deny dan menepuk punggung Deny pelan.
"Kami tidak pernah membencimu, kami hanya kecewa pada keluargamu. Jangan pernah merasa seperti orang asing di keluarga ku. Kau tetap adikku yang cengeng" Ucap Riko sedikit menggoda Deny
Deny langsung membalas pelukan Riko dan tidak sadar air mata haru menetes begitu saja.
"Terima kasih kak. Aku sangat bahagia karena paman dan bibi tidak membenciku dan juga kakak yang dulu selalu melindungiku juga tidak membenciku" Ucap Deny lirih
Sejujurnya, Riko dan orang tuanya sama sekali tidak pernah membenci keluarga Weyler meskipun pernah diperlakukan dengan tidak baik.
.
Kini mereka sudah duduk disalah satu kursi restoran.
"Bagaimana keadaan tante dan om?" Tanya Riko
"Papa dan mama masih seperti dulu kak. Papa yang selalu gila kerja dan mama yang selalu bersosialita" Jawab Deny sendu
"Lalu bagaimana dengan Vira?" Tanya Riko
__ADS_1
"Vira selalu berfoya-foya kak. Bahkan aku sering memergokinya di club bersama teman-teman lelakinya. Dia juga sering pulang malam dalam keadaan mabuk" Jawab Deny menunduk.
Vira adalah adik kandung dari Deny. Meskipun mereka saudara kandung, mereka memiliki kepribadian yang jauh berbeda.
"Mengapa kau tidak melaporkannya pada papamu?" Tanya Riko
"Tanpa aku melaporkannya, papa juga pasti sudah tahu kak. Tapi papa selalu mengabaikannya" Jawab Deny
Hufttt
Riko hanya menghela nafas panjang. Riko tidak ingin membuat Deny semakin sedih karena ketidak harmonisan keluarganya.
"Lalu sekarang kau tinggal dimana?" Tanya Riko
"Aku belum mendapat apartment kak, jadi untuk sementara aku menginap di hotel" Jawab Deny
"Kau bisa tinggal di apartmentku jika kau mau. Aku jarang pulang ke apartment karena mama menyuruhku untuk tinggal di rumah utama saja sebelum aku menikah" Tawar Riko.
"Kau juga tidak perlu khawatir, setelah aku menikah aku akan tinggal dirumah yang sudah aku persiapkan untuk keluargaku nanti" Sambung Riko
"Terima kasih kak" Jawab Deny semangat
"Cih. kau masih suka gratisan" Ucap Riko yang hanya dibalas cengiran oleh Deny.
"Ayo kita kembali kita pasti sudah dtunggu mereka" Ucap Riko dan langsung berdiri dari duduknya.
"Aku langsung pulang saja kak" Pamit Deny
__ADS_1
"Baiklah hati-hati. Kau bisa menghubungi kakak jika kau butuh sesuatu" Ucap Riko
"Baik kak aku pergi dulu" Pamit Deny yang dibalas anggukan oleh Riko.