Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 117


__ADS_3

"Kenapa kau?" Tanya Riko dingin.


"Sepertinya bos baru saja menanam benih" ejek Cleo hingga membuat Selly kebingungan.


"Apa selain bos bekerja sebagai CEO bos juga sebagai petani ladang?" Pertanyaan polos Selly berhasil membuat Cleo tertawa terbahak sedangkan Riko langsung menatap Cleo tajam. Meskipun Selly sudah dewasa, tapi Selly masih bingung jika berhadapan dengan kata-kata yang bermakna ganda tersebut.


"Maaf bos" ucap Cleo seraya mengontrol tawanya.


Riko langsung berjalan menuju ruang rapat diikuti oleh Cleo dan Selly yang berjalan dibelakang nya.


Saat ini sudah pukul 1 siang, Riko yang baru saja menyelesaikan rapatnya pun kembali ke ruangannya dengan wajah kesal.


Imelda yang sedang memainkan ponselnya pun terkejut saat melihat Riko masuk dan langsung berbaring kemudian memeluknya sangat erat.


"Apa ada masalah sayang?" Tanya Imelda mencoba menenangkan Riko.


"Biarkan seperti ini dulu sayang" ucap Riko tanpa menjawab pertanyaan Imelda. Imelda pun hanya mengangguk dan meletakkan ponselnya kemudian membalas pelukan Riko.

__ADS_1


Pelukan mereka pun terurai saat Riko mendengar perut Imelda berbunyi. Riko pun tersenyum, ada sedikit rasa bersalah karena dia sampai lupa dengan jam makan siang sang istri.


"Apakah istriku lapar?" Tanya Riko seraya sedikit menyentil hidung mancung Imelda. Sedikit menyebalkan memang, sudah pasti Imelda lapar mengapa masih ditanyakan? Aneh bukan?. Imelda pun hanya mengangguk malu.


"Ayo kita makan setelah itu kita langsung menemui dua wanita itu" ucap Riko dan Imelda pun hanya mengangguk.


Kini mereka sudah berada di restoran. Mereka duduk di kursi paling pojok untuk menghindari setiap tatapan orang, bisa saja Riko menyewa satu ruangan VVIP tapi istrinya melarang dengan alasan membuang-buang uang. Imelda memperhatikan sekelilingnya seraya menunggu makanan mereka tiba. Pandangan Imelda tertuju pada sepasang manusia yang baru saja masuk kedalam Restoran.


Sang pria tampan dengan gaya berjalannya yang terlihat elegan dengan wanita cantik dengan jas dokter yang ada ditangannya.


"Sayang bukankah itu kak Alvian dan Vani?" Tanya Imelda pada Riko yang sibuk dengan ipad nya.


Tanpa ragu, Imelda langsung memanggil Vani dengan sedikit berteriak. Vani yang merasa terpanggil pun tidak langsung menoleh karena dia sangat hafal dengan suara itu.


"Gimana ini kak?" Tanya Vani gugup.


"Apanya? Ayo kita kesana" ajak Alvian dan langsung menarik tangan Vani agar mengikutinya.

__ADS_1


Vani pun terus menunduk. Dia pun duduk didepan Imelda tanpa menatap Imelda sama sekali.


"Apa kalian ada hubungan?" Tanya Imelda menyelidik.


"Tidak. Kami hanya berteman" jawab Vani gugup.


Sedangkan Alvian pun memilih berbincang dengan Riko tanpa menjawab pertanyaan sang adik.


"Kakk" ucap Imelda sedikit kesal. Rasanya belum puas jkka pertanyaan nya tidak dijawab oleh kedua belah pihak. Alvian pun hanha menoleh dan mengedikkan bahunya. Imelda pun semakin kesal, bukan jawaban seperti itu yang dia mau.


Saat Imelda akan bertanya lagi, pelayan datang dengan membawa pesanan mereka. Setelah kepergian pelayan, Imelda ingin kembali mengintrogasi sang kakak. Baru saja membuka mulutnya akan berbicara, mulutnya sudah dibungkam oleh Alvian dengan kentang goreng didepannya hingga membuat Riko tersenyum begitu juga dengan Alvian.


Imelda pun mengerucutkan bibirnya dan langsung melanjutkan makannya tanpa bertanya lagi.


"Istri mu sangat cerewet Rik" ucap Alvian yang hanya dibalas senyuman oleh Riko sedangkan Imelda menatap sinis sang kakak.


"Apa kamu tidak kerja Van?" Tanya Imelda dengan mulut penuh dengan makanan.

__ADS_1


"Makan dulu sayang. Bicaranya nanti" tegur Riko seraya mengelap saus yang belepotan disekita bibir Imelda. Dan Imelda pun hanya mengangguk malu.


__ADS_2