Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 257-S2


__ADS_3

Dengan kegigihan dan keras kepala Marcell yang amat sangat, akhirnya mau tidak mau mereka harus membawa Marcell menjenguk Chayra dengan menaiki kursi roda yang didorong oleh tuan Ferdi. Berkali-kaki Marcelk menghapus buliran bening dipipinya.


"Aku sudah membohongi Ara tentang keadaan ayah" Marcell mengangkat sebelah tangannya meminta sang ayah agar menghentikan kursi rodanya sejenak saat mereka sudah keluar dari lift.


"Keadaan ayah?" tanya Tuan Ferdi seraya beradu pandang dengan sang istri.


"Waktu itu ayah selalu mendesak Marcell untuk menikahi Alena hingga ayah juga menyita ponsel Marcell agar tidak berhubungan lagi dengan Chayra. Dan saat itu, Alena mengirim pesan bertepatan Chayra yang membuka pesan itu. Karena Marcell tidak ingin Chayra berpikir yang macam-macam, hanya terlintas dipikiran Marcell jika lebih baik Marcell mengatakan jika ayah sudah tiada karena mengidap sakit keras"


"Dasar bodoh, bagaimana jika setiap ucapanmu itu menjadi kenyataan" sinis tuan Ferdi.


"Maafkan Marcell ayah, Marcell hanya tidak bisa berpikir jernih saat itu. Marcell tidak ingin Chayra menolak lamaran Marcell hanya karena dia kepikiran tentang restu ayah" jawab Marcell sekenanya.


"Sedang apa kalian disini? siapa kalian?" ketiga orang tersebut menoleh saat ada pria berpakaian serba hitam menghampiri mereka.


"Eh maaf tuan muda, silahkan ruang perawatan Nona ada disebelah kiri" Marcell mengangguk, meskipun wajahnya penuh lebam tapi anak buah keluarga Yunanda masih bisa mengenalinya.


"Terima kasih" jawab Marcell diikuti anggukan kepala.

__ADS_1


tok tok tok


Tuan Ferdi mengetuk pintu dengan pelan, berharap ada orang didalam sana yang membuka pintu dan menyambut mereka.


"Eh Marcell, tuan dan nyonya, mari masuk" Imelda menyapa dengan senyuman meskipun terlihat sekali wajahnya dan matanya yang sembab karena terlalu lama menangis saat melihat kondisi Chayra.


"Silahkan" Tuan Ferdi dan istrinya duduk disofa setelah dipersilahkan duduk oleh Imelda sedangkan Marcell sudah berada disamping ranjang Chayra.


"Haii sayang, maafkan aku karena membuatmu seperti ini. Cepatlah bangun dan marahi aku karena telah berbohong banyak hal padamu. Aku sangat merindukanmu" Tak henti-hetinya Marcell mengecup punggung tangan Chayra. Sebuah keajaiban, tangan Chayra bergerak.


"Sayang kau bangun?" Marcell menghapus air matanya dan tersenyum.


"Mom, Ara sadar" Tuan Ferdi dan sang istri saling pandang dan langsung menyusul Imelda yang sudah bangkit terlebih dahulu.


"Sayang, syukurlah kamu sudah sadar. Sebentar mommy akan memeriksa mu" Tuan Ferdy sedikit memundurkan kursi roda Marcell agar Imelda leluasa memeriksa Chayra.


"Marcell" tangan cantik itu mencoba menggapai kembali wajah tampan Marcell.

__ADS_1


"Iya sayang aku disini" Jawab Marcell mengecup punggung tangan itu.


Chayra tersenyum, menatap satu persatu orang yang ada diruangan itu. Fokusnya tertuju pada seorang pria yang seumuran dengan sang daddy sedang menatap dirinya dan tersenyum. Chayra menoleh kearah Marcell, wajahnya mirip.


"Maafkan aku, dia ayahku" Marcell menundukkan kepalanya.


"Tapi kau bilang padaku jika ayahmu meninggal karena sakit keras" selidik Chayra.


"Sebenarnya ini bukan sepenuhnya salah Marcell, ini salah om karena pernah tidak menyetujui hubungan kalian hingga menyita ponsel Marcell sehingga dirinya tidak bisa menghubungimu. Alasan yang keluar dari bibir Marcell waktu itu hanya bualan agar kalian tidak salah paham. Marcell hanya spontan saat mengatakan itu" Chayra semakin bingung, mencoba mencari kejelasan setiap ucapan yang terlontar dari bibir pria itu.


"Maafkan aku, aku hanya tidak bisa berpikir jernih saat itu" Marcell semakin menundukkan kepalanya saat Chayra melepaskan tautan tangannya.


"Kenapa kau berbohong padaku?" Tanya Chayra.


"Aku minta maaf, ahh" Marcell memegang perutnya saat tidak sengaja tersenggol dengan tangannya sendiri.


"Marcell kau tidak apa?" Chayra panik, langsung menoleh kearah sang mommy agar memeriksa Marcell.

__ADS_1


"Seharusnya kau istirahat dulu sampai bekas operasi diperutmu sedikit mengering" tegur Imelda semakin membuat Chayra bingung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2