
"Dindaaaa" Teriak Imelda hingga membuat semua orang langsung berlari ke kamar tamu.
"Ada apa sayang?" tanya Riko dan langsung berlari kearah kamar mandi diikuti anggota keluarga yang lain.
"Sayang, tolong angkat Dinda" ucap Imelda histeris tanpa memperhatikan bajunya sendiri yang sudah basah karena terguyur air shower.
"Andra cepat angkat Dinda, dan Riko bawa istrimu ganti baju" titah Heru tegas.
"Baik pa" jawab Andra dan Riko bersamaan.
Riko pun langsung memapah Imelda menuju kamar nya dan mengajak Imelda untuk membersihkan diri. Sedangkan Dinda sudah dibaringkan di atas ranjang. Kini di kamar tamu tersebut tersisa Sandra yang masih mengganti pakaian Dinda dengan dibantu oleh salah satu pelayan.
"Sebenarnya apa yang terjadi pa?" tanya Alvian yang duduk diruang keluarga.
"Iya pa. Kenapa dia bisa disini dengan keadaan seperti itu?" sambung Andra yang tak kalah penasarannya.
"Dia hampir dilecehkan, beruntung tadi adikmu sempat menghubungi dan dia langsung mengirim lokasi jadi tadi Riko langsung menolongnya dan membawa kesini" jelas Heru dan Amdra dan Alvian pun terkejut.
__ADS_1
"Sebenarnya apa motif nya ya pa?" tanya Alvian yang dibalas Heru dengan mengedikkan bahu.
"Papa tidak tahu, kita bisa tanyakan nanti saat keadaannya sudah lebih baik" jawab Heru.
Terdengar suara bel rumah berbunyi, seorang dokter masuk dengan dibukakan pintu oleh pelayan.
"Selamat siang tuan Heru" ucap Dokter Noval yang ssbelumnya sudah dihubungi oleh Heru. Meskipun Imelda bisa memeriksa, tapi Heru lebih memilih untuk memanggil dokter lain karena kondisi Imelda yang hamil juga sangat sedih saat melihat keadaan sahabatnya.
"Selamat siang dokter, mari saya antarkan" jawab Heru dan bangkit dari duduknya kemudian berlalu menuju kamar tamu diikuti oleh Dokter Noval.
Sedangkan Andra dan Alvian memutuskan untuk membersihkan diri mereka yang terkena kotoran dapur sehabis memasak.
Imelda pun langsung memeluk Sandra hingga membuat air matanya kembali menetes saat melihat sahabatnya terkulai lemas dan wajah pucat.
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Imelda saat dokter sudah selesai memeriksa
"Beliau baik-baik saja. Hanya terlalu syok sehingga menyebabkan stres. Beliau hanya perlu beristirahat beberapa hari dan makan dengan cukup untuk mengembalikan energi nya" jawab Dokter kemudian menulis resep untuk Dinda.
__ADS_1
"Ini saya buatkan resep, nanti bisa ditebus di apotek terdekat" ucap Dokter Noval ramah.
"Terima kasih dok" jawab Heru mewakili semua nya.
"Sama-sama tuan. Kalau begitu saya permisi dulu" balas Dokter Noval kemudian berlalu keluar dengan diantar oleh Heru.
"Sebaiknya kamu istirahat nakk, kasian cucu mama kecapek an, biar mama yang menjaga Dinda" ucap Sandra menasehati.
"Tapi ma" belum sampai Imelda meneruskan ucapannya, Riko sudah lebih dulu memotong nya.
"Yang diucapkan mama benar sayang, sebaiknya kita istirahat" ucap Riko kemudian langsung menarik lembut tangan Imelda. Imelda hanya pasrah karena dirinya tidak boleh egois bagaimana pun dia membawa myawa kecil ditubuhnya.
"Sayang, apa Dinda boleh tinggal bersama kita?" tanya Imelda saat sudah berbaring di kamarnya dengan memeluk Riko.
"Tentu sayang, itu akan lebih aman saat melihat kondisi Dinda yang seperti ini" jawab Riko lembut dan membuat Imelda sangat bahagia.
"Tapii... Apa yang sebenarnya terjadi dengan Dinda?" tanya Imelda sendu.
__ADS_1
"Dia hampir dilecehkan sayang dan tadi aku sudah menyuruh Cleo untuk menyelidiki apa penyebab Dinda sampai ada di tangan Tuan Jek itu. Tidak mungkin dia menyerahkan tubuhnya begitu saja pada Tuan Jek karena dia sangat terpukul saat mengalami kejadian mengerikan itu." kawab Riko.
"Apa penyebabnya sayang?" tanya Imelda tidak sabar