
Imelda yang harus praktek hari ini meninggalkan Andra dan Dinda yang menunggu Alvian. Sedangkan Vani juga praktek karena tanggung jawabnya. Sandra masuk diikuti Heru dibelakangnya.
"Andra?" Melihat Andra duduk disamping Alvian, membuat Sandra terkejut. Andra menoleh sesaat kemudian kembali menatap Alvian yang masih belum sadarkan diri.
"Dimana Dinda?" tanya Sandra saat tidak melihat menantunya.
"Ditoilet ma" tepat setelah Andra menjawab, Dinda keluar dari toilet yang ada dikamar rawat Alvian.
"Ma pa" Dinda menyalami Sandra dan Heru bergantian dan Sandra pun membalas nya dengan senyuman.
"Maaf ya bulanmadu kalian jadi terganggu" Sandra kasihan pada Andra dan Dinda yang terpaksa pulang karena kecelakan ini, tapi Sandra juga tidak boleh egois bagaimanapun Andra sangat menyayangi Alvian jadi tidak mungkin Andra akan bersenang-senang diluar negeri sedangkan adiknya sedang berjuang hidup.
"Kami bisa bulanmadu lain waktu ma" Dinda menenangkan Sandra.
"Papa pamit mau ke kantor polisi sebentar" ucap Heru pamit.
"Andra ikut" Andra sudah menduga jika Heru akan menemui seseorang yang sudah mencelakai Alvian
"Ayo" belum sampai mereka keluar, mereka sudah dikejutkan dengan kedatangan sepasang suami istri dan langsung bersimpuh dikaki Heru.
__ADS_1
"Siapa kalian?" tanya Heru terkesan dingin.
"Saya Orang tua Lexa tuan, tolong maafkan apa yang sudah diperbuat oleh anak saya, anak saya masih muda tuan dia mempunyai masa depan yang panjang" mendengar ucapan Ayah Lexa membuat darah Heru dan Andra mendidih.
Andra yang ingin menonjok ayah Lexa mengurungkan niatnya saat Heru menghalanginya.
"Apa dengan kata maafmu bisa mengembalikan putraku seperti dulu? kau lihat bukan, ulah putri kesayanganmu itu hingga membuat putraku terbaring tidak berdaya. Apa kau pikir hanya anak mu yang mempunyai masa depan?" Heru berkata kemudian kembali duduk dan menyilangkan kakinya.
"Sa-saya..." Ayah Lexa tidak bisa berkata-kata karena yang dikatakan oleh Heru memang benar.
"Pergi" Heru langsung mengusir orang tua Lexa. Orang tua Lexa yang tidak mendapatkan maaf sedikit kesal tapi mereka tidak mau menyerah.
"Saya tidak pernah membawa perusahaanmu" memang benar, Heru tidak turun tangan dalam penurunan drastis perusahaan karena penurunan itu disebabkan oleh berita kejahatan Lexa yang tersebar.
"Tapi dengan adanya skandal itu membuat perusahaan saya mengalami penurunan drastis" ayah Lexa mencoba untuk tenang meskipun didalam hatinya sangat malu.
"Itu karena kalian tidak bisa mendidiknya dengan benar" Heru berkata dengan tegas.
"Ka-kami" orang tua Lexa tidak bisa berkata-kata.
__ADS_1
"Pergilah" karena tidak mendapatkan tujuannya, orang tua Lexa keluar dengan langkah gontai.
"Ayo ndra" Heru langsung mengajak Andra untuk berangkat ke kantor polisi mengecek keadaan Lexa dipenjara.
"Sayang aku pergi dulu kamu temani mama disini" pamit Andra pada Dinda seraya mencium kening Dinda.
"Iya kalian hati-hati" Dinda menjawab dengan senyuman tulus diwajahnya.
Setelah kepergian Heru dan Andra, tidak lama Vani masuk dengan membawa baby Gibran di stroler. Dilihatnya Dinda yang duduk disofa dan Sandra yang duduk dikursi yang ada dipinggir ranjang Alvian.
"Selamat siang ma, din" Vani menyapa Sandra dan Dinda bergantian
"Siang, loh ada baby Gibran" ucap Sandra kemudian mengambil baby Gibran distroler dan dipangkunya.
"Anke anke" Baby Gibran yang berada dipangkuan Sandra mencoba meraih wajah Alvian.
Mereka yang melihatnya kembali menitikkan air mata tapi terselip senyum dibibirnya.
"Anke idul ama?" tanya baby Gibran polos seraya menatap Sandra seolah meminta penjelasan.
__ADS_1