Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps.53


__ADS_3

Kini mobil mewah Riko sudah memasuki rumah keluarga Yunanda.


Sebelum turun Riko meyakinkan Imelda untuk tidak gugup.


"Ayo turun. Tidak usah gugup. Ada aku disini" Ucap Riko seraya mengelus pipi Imelda dan hanya dijawab anggukan oleh Imelda.


Mereka berdua turun dari mobil dengan tangan yang saling bertautan. Saat di depan pintu utama, Imelda menghentikan langkahnya, dia benar-benar gugup sekarang.


"Ada apa sayang?" Tanya Riko lembut


"Aku takut" Jawab Imelda menunduk


"Tidak perlu takut, mereka tidak akan menyakitimu" Ucap Riko sambil menarik Imelda didalam pelukannya.


Cukup lama mereka berpelukan karena Imelda memeluk dengan erat seperti tidak ingin melepaskan. Suara dari arah pintu membuat keduanya terkejut.


"Ehemm" Deheman wanita paruh baya membuyarkan pelukan mereka.


"Ishh mama" Ucap Riko sedikit kesal


"Kamu itu bukannya tamunya dibawa masuk malah diajak bermain teletubbies disini" Ucap Wanita tersebut yang tak lain adalah Dian, mama Riko.


"Teletubbies?" tanya Riko bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ayo sayang masuk. Kamu Imelda kan?" Tanya Dian pada Imelda dan mengabaikan putranya.


"I iya nyonya" Jawab Imelda gugup


"Tidak usah memanggilku nyonya, panggil mama saja bagaimanapun kau akan segera menjadi menantu di keluarga ini" Jelas Dian.


Imelda lega saat bayangannya berbanding terbalik. Dia sangat bahagia karena keluarga Riko sama baiknya dengan keluarga Gunawan.


"Iya ma" Jawab Imelda sopan dengan tersenyum.


"Ayo masuk sayang" Ajak Dian sambil menarik tangan imelda dan mengabaikan Riko yang kesal karena diabaikan.

__ADS_1


"Apa mama lupa dengan anak mama?" teriak Riko yang masih berdiri didepan pintu


"Masuk sendiri" Teriak Dian dari dalam dan membuat Riko menyebikkan bibirnya.


Sepanjang jalan memasuki rumah, Riko terus menggerutu hingga Imelda yang melihat dari kejauhan pun terkikik.


Saat ini mereka bertiga sudah berkumpul di ruang tamu.


"Lihatlah kelakuanmu apa kau tidak malu dengan calon istrimu" Ucap Dian pada anak semata wayangnya itu.


"Papa mana ma?" Tanya Riko mengalihkan pembicaraan karena merasa malu


"Papamu masih mandi" Jawab Dian yang dijawab o saja oleh Riko


"Kau kerja dimana sayang?" Tanya Dian lembut pada Imelda


"Melda bekerja sebagai dokter di rumah sakit G Hospytal ma" Jawab Imelda sopan yang diangguki oleh Dian.


"Riko ke atas dulu ma" Pamit Riko seraya berdiri


"Iya" Jawab Dian singkat


Cupp


Satu kecupan mendarat di pipi kiri Imelda hingga membuat Imelda terkejut kemudian menunduk malu sedangkan Dian yang sempat terkejut pun terkikik juga.


Saat berbalik badan akan menaiki tangga, Riko dikejutkan oleh sosok pria paruh baya yang berdiri sambil bersedekap dada.


"Dasar. Lihatlah menantuku sampai malu karena ulahmu" Cibir pria paruh baya tersebut yang tak lain adalah Tomi, papa Riko.


Riko hanya menggaruk kepalanya sambil nyengir tidak berdosa.


Tomi langsung turun dan duduk di sofa ruang tamu bersama Dian dan Imelda. Sedangkan Riko langsung keatas.


"Tuan" Sapa Imelda seraya mengecup tangan Tomi

__ADS_1


"Panggil papa seperti Riko" Ucap Tomi


"Ba baik pa" jawab Imelda gugup


"Pa, jangan pasang wajah seperti itu lihatlah menantu sampai ketakutan karena melihat wajah garangmu itu" Gerutu Dian.


"Hahah maafkan saya nak" Ucap Tomi sambil terkekeh


Meskipun Dian dan Tomi sudah mengetahui tentang Imelda, Mereka tetap menanyakannya untuk emndekatkan diri pada Imelda.


Mereka mengobrol dan sambil sekali bercanda.


Sampai jam menunjukkan pukul tujuh malam. Riko juga sudah selesai dengan kegiatan mandinya. Hingga panggilan Asisten rumah tangga menghentikan obrolan mereka.


"Tuan nyonya makan malam sudah siap" Ucap Bi wati dengan membungkukkan sedikit badannya.


"Iya bi kita akan kesana" Jawab Dian


"Saya permisi nyonya" Pamit bi Wati yang dibalas anggukan juga senyuman oleh Dian


Semua orang berlalu ke ruang makan. Dian membantu Tomi, Riko dan Imelda untuk mengambil makanan.


Saat Dian akan memasukkan sayuran suara Riko mengehntikan aktifitasnya.


"Ma jangan masukkan wortel, Melda alergi wortel. Terus susu itu diganti rasa Coklat saja Melda tidak suka susu Vanila" Ucap Riko


"Benarkah sayang?" Tanya Dian memastikan dan dijawab anggukan oleh Imelda.


"Baiklah" Ucap Dian


"Bi tolong buatkan susu Coklat untuk menantuku" Titah Dian


"Baik nyonya" Jawab Bi Wati.


Setelah mengganti makanan Imelda, Semua orang mulai menyantap makanannya.

__ADS_1


Saat ditengah makan, ada seorang wanita sexy yang menyerobot masuk dan langsung duduk di samping Riko


"Maaf tuan, nyonya, Saya sudah melarangnya masuk tapi nona itu langsung menyerobot" Ucap bi Wati ketakutan.


__ADS_2