
"Kau tidak ikut dansa?" Tanya seorang pria tampan yang berdiri disamping kursi Dinda. Dinda menoleh keasal suara dan betapa terkejutnya dia saat melihat sang pemanggil.
"Deny" Ucap Dinda terkejut
Deny hanya mengangkat bahunya acuh. Deny adalah teman kecil Imelda yang harus pindah ke luar negeri mengikuti orang tuanya. Mereka sama-sama pernah mempunyai perasaan, tapi tidak sempat pacaran karena orang tua Deny melarang keras jika Deny sampai berhubungan dengan Imelda. Jika hanya berteman, orang tua Deny masih mengijinkan.
Seiring berjalannya waktu, Imelda mendengar bahwa Deny akan segera bertunangan dan itu membuat Imelda berusaha menghilangkan perasaannya pada Deny. Bertahun-tahun tanpa kabar dan tuntutan kuliahnya dulu, membuat Imelda dengan mudah melupakan Deny.
"Kenapa kau bisa ada disini?" Selidik Dinda
"Tadi saat dipersimpangan waktu lampu merah aku tidak sengaja melihat Imelda jadi aku mengikuti mobil yang ditumpanginya. Saat aku melihat Imelda dibawa kesini aku ingin membantunya lari kukira dia diculik karena tidak ada satu pengunjung pun direstoran ini. Tapi saat aku akan memanggil Imelda niatku terhenti karena ponselku berdering jadi aku memutuskan untuk mengangkat terlebih dahulu. Saat aku selesai mengangkat telvon aku sudah tidak melihat Imelda tapi aku masih melihat mobil yang ditumpangi Imelda tadi. Setelah aku pikirkan aku akan menunggu Imelda dulu dimobil karena aku sempat berpikir bahwa tidak mungkin Imelda diculik sedangkan raut wajah Imelda sangat bahagia. Setelah hampir jam 8 malam, Imelda belum juga keluar dari restoran jadi aku memutuskan untuk menyusulnya." Jelas Deny panjang lebar
"Lalu kenapa kau bisa masuk? Ini kan acara privat" Tanya Dinda curiga
"Awalnya aku tidak bisa masuk. Sempat terjadi keributan tadi. Tapi Andra yang menyelamatkanku, jadi Andra yang mempersilahkanku masuk" Jawab Deny dengan mata yang terus menatap Imelda yang sedang berbahagia dengan Riko.
"Kau kenal kak Andra?" Tanya Dinda terkejut
"Tentu saja. Siapa yang tidak mengenalnya. Dia juga rekan bisnisku" Jawab Deny santai.
__ADS_1
"Oo" Balas Dinda hanya ber o ria saja.
"Kenapa kau bisa ingat denganku?" Tanya Deny heran
"Tentu saja. Kau sering menanyakan kabar Imelda meskipun lewat ponsel, tapi aku juga pernah bertemu denganmu" Jawab Dinda
"Dimana Vani?" Tanya Deny
"Vani disana" Jawab Dinda sambil menunjuk dua orang yang sedang dansa di samping Imelda dan Riko
"Apakah itu pacarnya?" Tanya Deny penasaran
"Maksutnya?" Tanya Deny bingung
"Tidak ada" Jawab Dinda
"Sebaiknya kau segera pergi agar Vani dan Imelda tidak melihatmu, Kau tahu sendiri Vani sangat membencimu dan agar Imelda tidak terganggu akan kehadiranmu di acara pertunangannya" Ucap Dinda
Deny langsung terkejut saat mendengar pertunangan Imelda.
__ADS_1
"Apa acara ini adalah acara pertunangannya?" Tanya Deny
"Hemm" Jawab Dinda singkat
"Apa dia tunangan dengan orang yang dansa dengannya?" Tanya Deny yang diangguki mantap oleh Dinda
"Siapa lelaki itu?" Tanya Deny penasaran karena memang sedari tadi Riko membelakangi Deny, jadi Deny tidak bisa melihat wajahnya.
"Tuan Riko" Jawab Dinda singkat tapi malah membuat Deny membelalakkan matanya
"A apa maksutmu yang kau maksut tuan Riko adalah pewaris tunggal keluarga Yunanda?" Tanya Deny terkejut
"Ya" Jawab Dinda singkat
"Astaga" Ucap Deny seraya mengacak rambutnya frustasi
"Kau kenapa?" Tanya Dinda heran
"Tidak ada. Aku harus pulang sekarang" Ucap Deny langsung berdiri dan berjalan meninggalkan rooftop sedangkan Dinda dibuat kebingungan dengan sikap Deny yang berubah tiba-tiba.
__ADS_1