
Sesampainya diluar rumah mereka berpisah, Andra membawa mobil sendiri begitu juga dengan Alvian karena mereka ingin menjemput pujaan hati mereka masing-masing. Sedangkan Heru dan Sandra satu mobil dengan disupir oleh Pak Udin. Riko dan Imelda satu mobil dengan Riko yang mengemudikan mobilnya.
Karena acara diadakan dihotel milik keluarga Gunawan, jadi Riko dan Imelda akan menginap di hotel setelah acara selesai karena tidak baik jika baby Gibran terlalu lama terkena angin malam.
"Sayang, apa kau sudah menemukan pengganti Cleo?" tanya Imelda saat didalam mobil.
"Belum sayang. Sangat susah mencari orang yang bisa dihandalkan seperti Cleo. Aku tidak mau terlalu gegabah memilih karena bisa saja mereka malah menusukku dibelakang" jelas Riko menatap Imelda sekilas kemudian kembali fokus kejalanan didepannya.
cap cap cap.
Mulut baby Gibran berdecak, sepertinya baby Gibran haus karena itu adalah kode baby Gibran jika baby Gibran sedang haus. Imelda langsung memposisikan baby Gibran dan mengambil botol susu di dashboard mobil. Karena Imelda memakai dress, jadi tidak mungkin akan membuka bajunya saat menyusui baby Gibran.
"Apa apa aaa apa" baby Gibran menunjuk-nunjuk tempat asinya yang tidak bisa dibuka.
"Tidak bisa ya sayang, mommy memakai dress jadi kamu minum susu dari botol ya" Seolah mengerti apa yang diucapkan Imelda, baby Gibran langsung meraih botol susunya dan meminumnya.
"Bisakah kau minum pelan-pelan? tidak ada yang meminta" goda Riko seraya mengusap rambut baby Gibran dan Imelda pun ikut tersenyum.
Sedangkan di apartemen Dinda, Andra langsung menaiki lift untuk menjemput Dinda langsung didepan kamarnya agar tidak mendapat julukan "Ganteng doang jemput cewek depan gang" seperti yang viral saat ini. haha.
__ADS_1
Ting nong.
Andra memencet bel, dan tidak lama munculah Dinda dengan dress berwarna navy yang sama dengan setelan jas yang digunakan Andra malam ini.
"Sangat cantik" lirih Andra tanpa mengedipkan mata.
"Apa kak?" tanya Dinda yang tidak mendengar ucapan Andra.
"Ah tidak, ayo berangkat" Andra langsung meraih jemari Dinda dan mengajaknya keluar apartemen.
Sedangkan dirumah Vani, Vani dibuat kesal karena Alvian terus mengomentari apa yang dipakainya.
"Baju yang aku pakai selalu salah ma jadi Vani harus menggantinya" gerutu Vani dengan wajah kesal
"Benar kan tante, baju yang dipakai Vani terlalu terbuka jadi saya menyuruhnya ganti" jawab Alvian dengan wajah tanpa dosa.
"Ini sudah baju kelima" jawab Vani lemas dan langsung mendudukkan tubuhnya disofa.
"Sebentar" Alvian langsung berdiri dan mengambil sesuatu dari mobilnya.
__ADS_1
"Pakai ini" Alvian menyerahkan paperbag berisi dress bewarna maroon dengan lengan panjang sesiku.
"Kenapa tidak dari tadi?" Vani yang kesal berkata seraya mengeratkan giginya.
"Lupa hehe" jawaban Alvian berhasil membuat Vani membelalakkan matanya kemudian langsung berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya hingga membuat Sinta dan Leo (orang tua Vani) tertawa.
"Maafkan Vani ya nak Vian, dia memang seperti anak kecil" ucap Leo seraya menghisap teh hangat ditangannya.
"Tidak papa om, Vani itu gadis yang unik dan itu yang membuat saya mencintainya" jawab Alvian tegas dan sopan.
Sedangkan dimobil Andra,
"Kita mau kemana kak?" tanya Dinda karena sedari tadi Andra tidak mengatakan tempat tujuannya.
"Hotel" jawab Andra singkat dan Dinda kangsung terdiam.
Melihat Dinda yang diam, Andra tahu pasti Dinda belum bisa sepenuhnya melupakan kejadian yang lalu.
"Tenanglah, aku tidak akan melakukan itu. Nanti kau akan tahu sendiri jadi bersabarlah" Andra berusaha menenangkan dengan mencium tangan kanan Dinda menggunakan tangan kirinya dan Dinda pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1