Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 82


__ADS_3

Kini acara resepsi sudah selesai. Jam sudah menunjukkan pukul 17.00. Semua tamu juga sudah pergi tinggal anggota keluarga saja yang masih dihotel.


Imelda dan Riko sudah berada dikamar hotel yang memang sudah dikhususkan untuk malam pengantin mereka.


Imelda masuk kedalam kamar tersebut dan membelalakkan matanya saat melihat kamar dengan sprei putih yang sudah didekor sangat indah.


"Ayo kita masuk" Ajak Riko seraya menarik tangan Inelda lembut.


"Kau harus mandi terlebih dahulu dan membersihkan make up mu" Ucap Riko seraya melepaskan jasnya.


Saat Imelda akan berjalan kekamar mandi, langkahnya terhenti saat tangan kekar Riko melingkar diperutnya dari arah belakang.


"A apa yang kau lakukan?" tanya Imelda gugup


"Sayang kita kan sudah sah. Apa tidak boleh jika aku ingin bermanja pada istriku?" Jawab Riko polos.


"Bo boleh. Tapi bisakah aku mandi terlebih dahulu bahkan tubuhku sudah seperti getah nangka" Ucap Imelda


"Baiklah" jawab Riko pasrah seraya membuka resleting gown yang dipakai Imelda.


"Ma mau apa kau?" tanya Imelda terkejut


"Aku hanya ingin membantumu melepaskan gown ini sayang. Kau pasti akan sangat kesulitan jika melepaskannya sendiri" Jawab Riko tenang

__ADS_1


Imelda hanya diam dan menurut saja meskipun wajahnya sudah seperti tomat.


Riko mencoba menahan hasratnya saat melihat punggung putih mulus Imelda.


Setelah merasa sudah dibuka oleh Riko, Imelda langsung melarikan diri menuju kamar mandi hingga membuat Riko terkikik.


20 menit Imelda didalam kamar mandi. Saat akan keluar dari kamar mandi, Imelda mengurungkan niatnya karena lupa membawa ganti.


Imelda membuka pintu sedikit untuk mengintip dimana Riko. Ternyata Riko sedang mengangkat telvon disisi ranjang.



Imelda pun berjalan mengendap-ngendap untuk sampai dikoper yang menyediakan pakaian gantinya.


Imelda menghela nafas lega saat dirinya sudah didepan koper. Imelda sama sekali tidak menyadari jika Riko sedari tadi memperhatikan gerak-gerik nya.


Imelda semakin gugup saat mendengar suara Riko. Bahkan Imelda terus mencari piyama tidurnya yang tidak dia temukan didalam koper.


Didalam koper hanya ada lingerie dengan kurang bahan yang membuat Imelda malu jika memakainya.


Riko sudah berdiri dibelakang Imelda sembari terus menatap Imelda yang sedang kebingungan.


Berkali-kali Riko menelan ludahnya karena tergoda akan tubuh Imelda yang hanya memakai handuk.

__ADS_1


Disaat sudah tidak bisa menahan hasratnya, Riko langsung menarik Imelda untuk berdiri.


Riko memeluk pinggang Imelda sangat erat kemudian sebelah tangannya menarik tengkuk Imelda untuk memperdalam ciumannya.


"emhh" lenguh Imelda saat lidah Riko bermain didalam mulutnya.


Riko terus menjalankan aksinya. Imelda yang awalnya belum membalas pun kini sudah mulai membuka mulutnya. Imelda mengalungkan tangannya dileher Riko.


Riko mendorong Imelda untuk berbaring diranjang. Saat akan memulai aksinya, Imelda menghadang Riko.


"Sebaiknya kau mandi dulu" Ucap Imelda berusaha mengalihkan perhatian Riko.


"Nanti saja sayang" Ucap Riko dengan suara berat


"Tidak. kau harus mandi atau kita tidak melakukannya malam ini" Ancam Imelda dan berhasil membuat Riko langsung bangun dan berjalan kekamar mandi.


Hanya 10 menit Riko sudah selesai dengan ritual mandinya. Riko langsung kembali naik keatas ranjang menyusul sang istri yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


Riko hanya menggunakan handuk dipinggangnya tanpa kaos.


"Bisakah kita makan terlebih dahulu? Aku sangat lapar" Ucap Imelda


"Nanti ya sayang" ucap Riko memohon

__ADS_1


"Apa kau mau aku sakit?" ucap Imelda dan membuat Riko langsung menghubungi pihak hotel untuk mengantarkan makanan mereka kekamar.


Saat makanan mereka sudah sampai, mereka langsung memakan makanannya dengan suasana hening.


__ADS_2