
"Terima kasih kak" Jawab Imelda sambil tersenyum yang juga dibalas senyuman dan anggukan kepala oleh Riko.
Setelah menyerahkan ponselnya pada Imelda, Riko langsung kembali berkutat dengan pekerjaannya.
Jam menunjukkan pukul 13.50. Riko sudah menyelesaikan pekerjaan nya dan kini tinggal menunggu dimulainya rapat. Riko berdiri dan berpindah duduk di sofa yang berhadapan dengan Imelda.
Riko terus menatap Imelda yang tengah disibukkan dengan game yang ada di ponsel Riko tersebut. Bahkan Imelda tidak menyadari jika Riko sudah duduk di hadapannya.
Imelda mulai bosan dan langsung mematikan ponsel Riko dan meletakkannya diatas meja sofa yang menjadi pembatas dirinya dan Riko itu.
"Kenapa berhenti? Apa kau bosan hemm?" Tanya Riko lembut tetapi masih membuat Imelda terkejut.
"Astaga, sejak kapan dia duduk disitu? kenapa aku tidak menyadarinya" ucap Imelda didalam hati.
"Kenapa tidak menjawab pertanyaan ku?" tanya Riko lagi.
"Em itu kak tidak apa aku hanya bosan" Jawab Imelda sedikit gugup.
"Pergilah kekamar. Istirahatlah aku akan membangunkan mu saat aku sudah selesai rapat" ucap Riko. (Yang dimaksut kamar adalah kamar pribadi Riko yang ada di ruang kerja Riko itu)
Imelda hanya mengangguk.
__ADS_1
Tidak lama terdengar suara ketukan pintu.
Tok tok tok
"Masuk" Titah Riko.
Setelah dipersilahkan masuk, Selly selaku sekertaris Riko langsung masuk dan memberi tahu tentang tujuannya.
"Semua sudah berkumpul di ruang rapat pak" Ucap Selly sopan sambil membungkukkan sedikit badannya.
"Baik. Kau boleh keluar dulu. Saya akan menyusul" Jawab Riko tanpa menatap Selly.
"Baik pak saya permisi" Pamit Selly dengan senyuman dan tidak lupa juga Selly menyapa Imelda yang dibalas senyuman oleh Imelda.
"Aku pergi dulu." Ucap Riko sambil mencium kening Imelda lembut.
Imelda hanya menganggukkan kepalanya dan menunduk. Imelda tidak berani menatap Riko. Riko yang melihat nya pun gemas dan menarik dagu Imelda dan..
Cupp
Satu kecupan mendarat di bibir ranum merah muda itu. Hingga membuat Imelda terkejut dan spontan mengatakan
"Ciuman pertamaku" Ucap Imelda sambil memegang bibirnya.
__ADS_1
Saat mendengar ucapan polos dari mulut Imelda, Riko pun tersenyum "Ternyata aku yang pertama mengambil ciumannya. Betapa beruntungnya aku" gumam Riko didalam hati.
Sebelum Riko keluar, Riko mengacak rambut Imelda.
Riko sudah keluar dari ruangan nya. Sepanjang perjalanan Riko terus tersenyum hingga membuat banyak pegawai yang bertanya-tanya dengan sikap bos nya yang semula dingin dan tidak pernah menunjukkan senyumnya kini berubah 180°.
Diruangan Riko
Imelda sudah berada di kamar pribadi Riko. Kini Imelda sedang menonton televisi yang menyiarkan berita tentang seorang model terkenal.
"Selamat siang pemirsa, Kedatangan model papan atas luar negeri ini menggemparkan negara kita. Diduga kedatangannya ke negara ini karena ingin menemui kekasihnya. Seorang pengusaha muda sukses yang bernama Riko Eka Yunanda"
Degg
Bagai terhempas ombak, benar-benar sakit saat mendengar orang yang baru saja dia cintai malah akan bertemu dengan kekasih lamanya.
"Kenapa dia selalu menganggapku calon istrinya jika dia sudah mempunyai kekasih, Apa sesakit ini rasanya mencintai" gumam Imelda didalam hati.
Tidak terasa air mata nya menetes. Imelda terus menangis dalam keadaan tengkurap. Akibat kelelahan menangis,Imelda tertidur.
Sudah satu jam rapat dilaksanakan, akhirnya rapat selesai. Riko langsung bergegas meninggalkan ruang rapat.
Riko memasuki ruangannya tapi tidak menemukan Imelda disana, Riko mengecek kamar pribadi nya ternyata Imelda sedang terlelap dengan posisi tengkurap dan televisi masih menyala.
__ADS_1