
"Terima kasih ma" Ucap Imelda sambil memeluk Sandra.
"Sama-sama sayang. Ayo cepat pakai bajumu. Nak Riko sudah menunggu di ruang tamu" Ucap Sandra seraya melepaskan pelukannya.
"Apa? Dia sudah dibawah ma?" Tanya Imelda terkejut dan dibalas anggukan oleh Sandra.
Imelda langsung berlari keruang ganti. Sandra yang melihat kelakuan putrinya tersebut terkikik.
"Kau sudah besar sayang" gumam Sandra sambil tersenyum
Setelah 5 menit akhirnya Imelda keluar dari kamar ganti dengan memakai baju yang diberikan okeh Sandra tadi.
Dress selutut warna biru muda dengan bahu terbuka sangat cocok di tubuh Imelda. Dengan rambut yang dibiarkan tergerai malah menambah kecantikan Imelda.
"Kau sangat cantik sayang" Puji Sandra pada putrinya itu hingga membuat Imelda malu.
"Terima kasih ma" Ucap Imelda malu-malu
"Ayo keluar sayang" Ajak Sandra yang diangguki oleh Imelda.
Sandra dan Imelda menuruni tangga beriringan. Imelda terus menunduk. Dia benar-benar gugup sekarang, tangannya sudah berubah dingin.
__ADS_1
"Ma Melda takut" Ucap Imelda menghentikan langkahnya didasar tangga.
"Tidak perlu takut sayang, mereka orang baik" Ucap Sandra menenangkan Imelda.
"Bagaimana jika mereka menolak Melda ma?" Tanya Imelda yang masih dilanda ketakutan
"Kau harus bisa membuat mereka menerimamu nak" Jelas Sandra
"Tapi ma" Ucap Imelda
"Semua akan baik-baik saja sayang, ayo temui Nak Riko, dia pasti sudah menunggu lama" Ajak Sandra sambil menarik tangan Imelda untuk melanjutkan langkahnya.
Sandra dan Imelda sudah berada di ruang tamu. Disana Riko sudah terlihat menunggu dengan memainkan ponselnya.
"Nak" Panggil Sandra dan Riko pun mengangkat kepalanya. Betapa terkejutnya dia saat melihat Imelda begitu anggun dengan baju itu.
"Em iya ma" Jawab Riko gugup
"Melda sudah siap apa mau berangkat sekarang?" Tanya Sandra sedangkan Imelda hanya menunduk tanpa berbicara
"Tentu ma" Jawab Riko seraya berdiri dari duduknya dan menghampiri Imelda
"Ayo sayang" Ajak Riko lembut dengan tangan kirinya yang menggenggam erat tangan kanan Imelda.
__ADS_1
Imelda yang dipanggil seperti itu pun menahan malu. Meskipun ini bukan pertama kalinya pria itu memanggilnya "sayang" tapi Imelda masih juga malu apa lagi disana masih ada Sandra yang terus tersenyum.
"Melda berangkat ma" Pamit Imelda seraya mencium pipi Imelda yang dibalas anggukan juga senyuman oleh Sandra.
"Kami pamit ma" Pamit Riko menyalami Sandra
"Hati-hati" Ucap Sandra disertai senyuman.
Setelah berpamitan, Riko dan Imelda berjalan keluar rumah dengan tangan yang terus bertautan. Riko yang merasa tangan dingin Imelda pun tersenyum.
Kini mereka sudah didalam mobil tapi Riko belum menjalankan mobilnya.
"Apa kau gugup sayang?" Tanya Riko lembut dengan dua tangannya menangkup wajah cantik Imelda.
Imelda mengangguk dan berkata "Tentu. Ini pertama kalinya untukku" Jawab imelda jujur
"Tidak perlu takut, mereka orang baik kok sama seperti aku. Jadi jangan berpikiran aneh-aneh ya" Ucap Riko sedikit membanggakan dirinya.
"Aku takut jika sampai memberikan kesan buruk pada mereka" Ucap Imelda sendu
"Mereka tidak akan menuntut apapun dari mu sayang, kau hanya butuh menjadi dirimu sendiri dan jawab apapun pertanyaan mereka dengan jujur" Ucap Riko langsung menarik Imelda kedalam pelukannya.
"Baiklah" Jawab Imelda sedikit tenang
__ADS_1
"Bisakah kita berangkat sekarang?" Tanya Riko seraya melepaskan pelukannya dan dijawab anggukan oleh Imelda.
Riko melajukan mobilnya membelah jalanan yang padat itu karena jam pulang kerja. Sepanjang perjalanan tangan kiri Riko terus menggenggam tangan kanan Imelda untuk menetralisir rasa gugup Imelda.