
"Kami ada urusan tuan" jawab Papa Vira dan langsung menarik mama Vira yang sudah menangis karena Vira dan Deny sama sekali tidak mencegahnya untuk pergi.
Vira pun tersenyum kecut. Deny pun mengelus pucuk kepala Vira dan Vira menoleh kearah Deny dan tersenyum.
"Lanjutkan makannya, mau sampai kapan kau kurus seperti itu"goda Deny hingga membuat Vira langsung menyebikkan bibirnya.
Mereka pun melanjutkan makannya, karena jam sudah hampir larut, Dian, Tomi, Heru dan Sandra pun pamit untuk pulang kerumah mereka begitu juga Alvian dan Andra. Sedangkan yang lainnya sudah kembali ke kamar mereka masing-masing. Begitu juga Bimo yang ikut menginap di rumah Riko.
Sesampainya di kamar, Imeda yang akan mempersiapkan untuk keperluannya besok pun terhenti saat Riko memeluknya dari belakang.
"Aku rindu sayang" ucap Riko tepat ditelinga Imelda.
"Aku harus mempersiapkan keperluan kita besok sayang" jawab Imelda kemudian membalikkan badannya.
"Aku sudah menyuruh anak buah ku untuk mempersiapkan semuanya jadi kau tidak perlu repot-repot menyiapkannya" Nah, betapa beruntungnya Imelda mempunyai seorang suami perhatian dan siaga seperti Riko.
Kalau sudah begini, Imelda tidak mungkin mengabaikan hasrat Riko yang sudah hampir meledak karena sedari tadi Riko sudah menciumi leher jenjang Imelda.
Dan benar saja, Riko langsung melancarkan aksi nya ketika sudah mendapat balasan dari sang istri. Riko bahkan langsung menerkam Imelda.
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Mereka baru saja menyelesaikan kegiatan panasnya, mereka tidur dengan posisi masih berpelukan. Mereka dikejutkan ponsel Imelda yang berdering.
"Siapa sayang?" Tanya Imelda saat Riko sudah mengambil ponsel Imelda.
"Dokter Danang" jawab Riko tanpa menoleh kearah Imelda. Dan lagi-lagi Riko cemburu.
Sedangkan Imelda, pikirannya sudah khawatir, takut jika terjadi apa-apa dengan Nesya.
"Hallo" sapa Riko saat sudah mengangkat telvonnya.
"Hallo maaf menganggu tuan. Saya hanya ingin memberitahukan pada Dokter Imelda jika nona Nesya kritis" jawab Dokter Danang langsung pada intinya.
Setelah selesai mandi, Riko mencoba menenangkan Imelda yang sedari tadi gelisah.
"Tenanglah sayang. Kita berdoa saja semoga tidak terjadi sesuatu hal yang buruk" ucap Riko seraya mengelus pipi Imelda dan Imelda pun mengangguk.
Setelah siap untuk pergi kerumah sakit, Riko dan Imelda langsung turun kebawah. Dan ternyata dibawah sedang ada Vira yang sedang cekikikan karena menonton televisi.
"Sudah malam kenapa belum tidur Vir?" Tanya Riko.
__ADS_1
"Hehe belum ngantuk kak. Loh kakak mau kemana?" Tanya Vira saat melihat Riko dan Imelda yang sudah rapi.
"Kakak akan kerumah sakit. Kamu dirumah saja" jawab Riko dan langsung berjalan.
"Hati-hati dirumah ya Vir" ucap Imelda dan langsung menyusul Riko.
"Iya kak. Kakak juga hati-hati" jawab Vira sedikit berteriak hingga sosok yang baru saja datang dari arah tangga pun menggelengkan kepalanya.
"Sudah malam kenapa masih disini? Lalu kenapa juga tadi teriak-teriak?" Tanya Bimo.
"Hehe nggak kok Vira belum ngantuk" jawab Vira gugup.
"Tadi bicara sama siapa?" Tanya Bimo kemudian duduk disamping Vira.
"Kak Riko dan Kak Imelda" jawab Vira.
"Oh ya? Kemana mereka?" Tanya Bimo kemudian menarik Vira dan disenderkan dibahunya. Vira pun tersenyum malu dan membenarkan posisinya.
"Kerumah sakit" jawab Vira.
__ADS_1
"Siapa yang sakit?" Tuh kan, Bimo mempunyai tingkat ingin tahu yang sangat tinggi hingga membuat Vira sedikit kesal.